<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.garda.id/</link>
        <description>GARDA ID</description>
        <lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 00:37:44 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 19:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open]]></title>
            <description><![CDATA[Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>Lampung - Setelah berhasil memboyong 4 emas di kejuaraan PBTI Series V di Lampung 10-12 Juli 2026, secara otomatis tim Pengprov TI Sumut mendapat wild card di Indonesia Open tanggal 1 Agustus 2026 mendatang.<br>  &quot; Ini prestasi yang sangat luar biasa dari tim Sumut. Karena keempat atlit yang kita kirim dikelas kyorugi memperoleh medali emas,&quot;ungkap pelatih Arya Putra di dampingi Richi Yanendo, Ahad (12/7) pukul 17.00 wib, di GOR Bandar Lampung.<br>  Secara rinci Arya menuturkan tim yang diturunkan yaitu Ryan Adriansyah Brema Damanik Under 58 kg putra, lalu Anggi Syahputra Sceeven Sitorus Pane Under 63 kg putra, kemudian Marcia Tiurma Bertha Hutapea Under 62 kg putri dan Syaida Sari Over 73 kg putri.<br>  Sedangkan ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra S.sos MH mengatakan dengan perolehan empat medali <a href="https://www.garda.id/tag/emas/" target="_blank">Emas</a> ini, secara otomatis tim Taekwondo Sumut memperoleh Wild Card untuk bermain di Indonesia Open mendatang.<br> &quot;Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada tim Taekwondo Sumut yang telah berjuang memenangkan disetiap pertandingan. Namun ini belum berakhir, karena pertarungan yang sesungguhnya ada di event Indonesia Open. Karena itu pertarungan internasional, jadi memerlukan perjuangan yang lebih ekstra lagi,&quot;paparnya.<br>  Sedangkan ketua Pembina Pengprov TI Sumut DR. H. Musa Rajekshah mendengar kabar tersebut langsung mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih.<br> &quot;Saya mengucapkan selamat kepada tim Taekwondo Sumut yang telah berhasil meraih tiket wild card untuk bermain di Indonesia Open. Ini suatu lompatan yang baik karena Taekwondo Sumut bisa bermain diajang internasional. Apalagi salah satu putra terbaik Sumut, M. Raihan juga akan berlaga di Asean Games Nagoya, Jepang, ini prestasi yang sangat membanggakan. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk tim Taekwondo Sumut,&quot; paparnya. (Iza)</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/a597e50502f5ff68e3e25b9114205d4a_img20260712wa0079.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/news/10140/boyong-4-emas-di-lampung-taekwondo-sumut-dapat-wild-card-di-indonesia-open/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BREAKING NEWS: Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 18:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BREAKING NEWS: Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus]]></title>
            <description><![CDATA[BREAKING NEWS Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>JAKARTA | Pengusaha properti Tan Kian diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang turut menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.</p><p>Tan Kian diamankan di Apartemen Pacific Place Residence, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026). Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) <a href="https://www.garda.id/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebagai bagian dari pendalaman penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi bernilai besar.</p><p>Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa hingga saat ini status hukum Tan Kian masih sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/10086/ketua-i-tpi-medan-h-ikrom-helmi-nasution-ucapkan-selamat-hari-bhayangkara-ke80-tahun-2026/">Ketua I TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>"Yang bersangkutan statusnya masih sebagai saksi," ujar Budi dalam keterangan pers yang dikutip sejumlah media.</p><p>Selain Tan Kian, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 15 saksi untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang tengah diselidiki. Penyidikan tersebut mencakup beberapa perkara besar, antara lain dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri dan Jiwasraya, serta dugaan TPPU terkait penyelesaian utang PT Cakrawala Bumi Selaras (CBS) kepada PT Krakatau Niaga Indonesia (KNI).</p><p>Nama Tan Kian sendiri dikenal luas di dunia bisnis properti sebagai pendiri Century Properties Group yang mengembangkan sejumlah proyek premium di Jakarta, termasuk kawasan Pacific Place, Hotel JW Marriott Jakarta, The Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan, Millennium Centennial Center, hingga South Hills Apartment.</p><p><div>[adsense]</div>Perkembangan kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah <a href="https://www.garda.id/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> menetapkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU. Penyidik menyatakan proses hukum masih terus berjalan dengan menelusuri aliran dana, kepemilikan aset, serta keterangan para saksi untuk mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh.</p><p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang menyebut Tan Kian berstatus tersangka. Aparat menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih dalam kapasitas sebagai saksi guna melengkapi alat bukti dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung.</p><p>*Siapa Tan Kian?*<br>Tan Kian merupakan salah satu konglomerat properti senior di Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Dua Mutiara Group, yang kemudian berkembang menjadi Century Properties Group Indonesia, perusahaan pengembang properti premium yang berfokus pada kawasan bisnis Jakarta.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/Berita/10078/zakiyuddin-harahap-semoga-irjen-pol-mahmud-nazly-harahap-terus-mengabdi-untuk-bangsa-dan-negara/">Zakiyuddin Harahap: Semoga Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Terus Mengabdi untuk Bangsa dan Negara</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Sebelum berbisnis properti, Tan Kian memulai usaha keluarga di bidang perdagangan udang dan tekstil. Sejak 1990-an ia mulai mengembangkan proyek-proyek properti kelas atas dan sempat masuk daftar orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan sekitar US$570 juta pada 2016.</p><p>Portofolio aset dan proyek yang dikaitkan dengan Tan Kian<br>Beberapa aset dan proyek yang selama ini dikaitkan dengan bisnis Tan Kian melalui Century Properties Group antara lain:</p><p>- Pacific Place Jakarta (mixed-use development di SCBD)</p><p><div>[adsense]</div>- The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place</p><p>- JW Marriott Hotel Jakarta</p><p>- The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9602/prabowo-panggil-kapolri-ke-hambalang-bahas-keamanan-nasional-hingga-program-strategis/">Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Program Strategis</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>- Millennium Centennial Center</p><p>- South Hills Apartment</p><p>- Sahid Sudirman Center</p><p><div>[adsense]</div>- Botanica Apartment</p><p>- The Plaza Office Tower</p><p>- Sekitar 60 vila resor di Pulau Bintan</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9169/kapolri-kunker-ke-polda-sumut-kirim-22-truk-bantuan-ke-3-daerah-terdampak-bencana/">Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>- Proyek kota mandiri Millennium City, Parung Panjang (melalui kerja sama pengembangan).</p><p>Terseret Beberapa Perkara Hukum<br>Nama Tan Kian pernah muncul dalam sejumlah penyidikan, antara lain:</p><p>- Dugaan korupsi investasi PT Asabri.</p><p><div>[adsense]</div>- Pengembangan perkara Jiwasraya.</p><p>- Dugaan proyek South Hills Apartment bersama Benny Tjokrosaputro.</p><p>- Pemeriksaan terbaru sebagai saksi dalam pengembangan perkara dugaan korupsi dan TPPU yang juga menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Sampai saat ini, Polri menyatakan status hukumnya masih sebagai saksi, bukan tersangka.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/8675/polri-jelaskan-komposisi-dan-mekanisme-penugasan-personel-di-kementerian-dan-lembaga/">Polri Jelaskan Komposisi dan Mekanisme Penugasan Personel di Kementerian dan Lembaga</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Perlu dicatat bahwa beberapa properti di atas merupakan aset yang dikembangkan atau dikelola melalui kelompok usaha Tan Kian, bukan berarti seluruh merek hotel internasional tersebut dimiliki secara langsung olehnya. Hotel seperti JW Marriott dan The Ritz-Carlton merupakan merek global yang umumnya dioperasikan berdasarkan perjanjian pengelolaan dengan pemilik gedung atau pengembang properti.*(SS68)*</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_img20260712wa0071.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10139/breaking-news-konglomerat-properti-tan-kian-diamankan-polisi-diperiksa-sebagai-saksi-dalam-pengembangan-kasus-eks-jampidsus/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 17:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi]]></title>
            <description><![CDATA[Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan KoperasiadsenseOleh Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMS]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi</p><p><div>[adsense]</div>Oleh: Dr. <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)</p><p>SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal. </p><p>Catatan ini saya tulis dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, Tiongkok, di sela kunjungan delegasi JMSI atas undangan All China Journalists Assocoation (ACJA).</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/10121/ketum-jmsi-jurnalisme-beperan-memitigasi-persoalan-kemanusiaan/">Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Saya kira kita dapat belajar dari Yunnan. Provinsi di barat daya Tiongkok yang kaya akan keanekaragaman hayati kini bertransformasi menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya yang unik, provinsi ini telah beralih dari model ekonomi yang bergantung pada eksploitasi sumber daya menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan.</p><p>Koperasi memainkan peran krusial sebagai agen perubahan di akar rumput dalam transisi Yunnan menuju ekonomi hijau. Dengan mengorganisir petani dan produsen kecil, koperasi berfungsi sebagai jembatan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif dan berkelanjutan secara kolektif. Melalui koperasi, para pelaku usaha mikro di pedesaan dapat mengakses pelatihan teknologi pertanian modern, sertifikasi organik, serta sistem manajemen rantai pasok yang lebih efisien.</p><p>Hal ini memungkinkan mereka untuk beralih dari praktik pertanian konvensional yang merusak tanah ke metode yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal&mdash;seperti teh organik, kopi, dan tanaman herbal&mdash;sehingga petani mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi tanpa harus melakukan ekspansi lahan secara destruktif.</p><p><div>[adsense]</div>Lebih dari itu, koperasi di Yunnan berperan dalam demokratisasi akses terhadap teknologi energi bersih dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Koperasi komunitas sering kali menjadi inisiator dalam proyek-proyek skala kecil, seperti pembangunan instalasi biogas dari limbah pertanian, pengelolaan koperasi hutan untuk perlindungan mata air, hingga pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.</p><p>Dengan model kepemilikan bersama, manfaat ekonomi dari ekonomi hijau tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi terdistribusi secara adil kepada masyarakat lokal. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian lingkungan, yang menjadi fondasi bagi stabilitas ekosistem Yunnan dalam jangka panjang.</p><p>Sejarah koperasi dunia bermula dari Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-19. Tokoh pemikir sekaligus praktisi, Robert Owen, sering disebut sebagai Bapak Koperasi Dunia. Melalui gagasannya tentang komunitas mandiri, ia menunjukkan bahwa pekerja dapat memperbaiki nasib mereka sendiri melalui kerja sama dan solidaritas, alih-alih hanya bergantung pada sistem kapitalisme yang eksploitatif.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9749/berbicara-di-depan-content-creator-teguh-santosa-bandingkan-empat-pemimpin-besar-indonesia/">Berbicara di Depan Content Creator, Teguh Santosa Bandingkan Empat Pemimpin Besar Indonesia</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Gagasan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di tanah air, koperasi lahir sebagai respons terhadap penjajahan yang menindas ekonomi rakyat. Pada masa pergerakan nasional, para tokoh bangsa menyadari bahwa kemerdekaan politik tidak akan bermakna tanpa kemandirian ekonomi.</p><p>Mohammad Hatta, atau Bung Hatta, adalah arsitek utama koperasi Indonesia. Baginya, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan "soko guru" perekonomian nasional. Hatta menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat kecil agar tidak tertindas oleh kekuatan modal besar.</p><p>Selain Bung Hatta, tokoh seperti Raden Mas Margono Djojohadikusumo memiliki peran krusial. Margono adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang sangat menjunjung tinggi prinsip ekonomi nasional. Pemikirannya sejalan dengan visi koperasi, di mana pengelolaan sumber daya keuangan harus berpihak pada kepentingan domestik dan kemaslahatan rakyat luas.</p><p><div>[adsense]</div>Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ekonom terkemuka yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto, memberikan kontribusi pemikiran melalui konsep "Ekonomi Terpimpin" dan pembangunan sistematis. Sumitro menekankan pentingnya institusi ekonomi yang kokoh dan efisien, di mana koperasi harus bertransformasi menjadi badan usaha yang modern namun tetap setia pada akar kekeluargaan.</p><p>Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang surut. Namun, di tengah tantangan globalisasi, relevansi koperasi justru semakin kuat. Koperasi terbukti lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi dibandingkan korporasi besar yang sangat bergantung pada modal asing dan spekulasi pasar.</p><p>Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, semangat ekonomi kerakyatan kembali mendapatkan ruang yang lebih luas. Program-program pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan hilirisasi industri membuka peluang besar bagi koperasi untuk terlibat lebih aktif dalam rantai pasok nasional. </p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9695/ideologi-pembangunan-prabowo-membawa-indonesia-lebih-aktif-dan-tidak-jadi-sitting-duck/">Ideologi Pembangunan Prabowo Membawa Indonesia Lebih Aktif dan Tidak Jadi Sitting Duck</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Pemerintahan Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis. Koperasi di tingkat perdesaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, menjadi mitra utama pemerintah untuk memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat pelosok.</p><p>Integrasi koperasi dalam program strategis nasional, seperti swasembada pangan, menjadi kunci. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang difasilitasi pemerintah, koperasi dapat meningkatkan nilai tambah produk rakyat, sehingga petani tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dalam ekonomi nasional. Selain aspek ekonomi, koperasi masa kini harus mengadopsi prinsip keberlanjutan. Pengelolaan lingkungan hidup kini menjadi syarat mutlak dalam berbisnis. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan rendah karbon.</p><p>Konsep Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan sejalan dengan prinsip koperasi yang mengedepankan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang. Koperasi yang berwawasan lingkungan akan lebih mampu bertahan dan kompetitif di pasar global yang kini semakin peduli pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).</p><p><div>[adsense]</div>Sebagai contoh, koperasi sektor kehutanan atau pengelolaan limbah dapat menjadi model bagaimana keuntungan ekonomi diselaraskan dengan pelestarian alam. Ini adalah bentuk tanggung jawab koperasi tidak hanya kepada anggotanya, tetapi juga kepada generasi mendatang.</p><p>Dalam visi ekonomi Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan ekosistem. Oleh karena itu, koperasi didorong untuk menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang lebih efisien di unit-unit usaha mereka. Sinergi antara koperasi, pemerintah, dan sektor swasta harus diperkuat. Koperasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem yang sehat, kebijakan yang memihak, dan pendampingan profesional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital atau digitalisasi koperasi.</p><p>Digitalisasi koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Dengan sistem manajemen berbasis digital, transparansi dan akuntabilitas koperasi akan meningkat. Hal ini akan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bergabung dan membesarkan koperasi.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/9691/hari-kebebasan-pers-dunia-menjadi-suluh-dan-lokomotif-bangsa/">Hari Kebebasan Pers Dunia: *Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa*</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Kita tidak boleh melupakan akar sejarah koperasi. Namun, kita juga harus berani berinovasi. Koperasi harus mampu bertransformasi dari sekadar simpan pinjam menjadi korporasi rakyat yang menguasai sektor-sektor produksi strategis.</p><p>Tantangan ke depan memang tidak ringan. Persaingan global semakin ketat, dan perubahan iklim mengancam ketahanan ekonomi kita. Namun, koperasi memiliki keunggulan kompetitif berupa rasa memiliki dan kebersamaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan korporasi biasa.</p><p>Peringatan Hari Koperasi tahun ini harus menjadi titik tolak bagi revitalisasi koperasi Indonesia. Kita perlu membangun kembali koperasi yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan, yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Mewujudkan tobat ekologi yang sudah diproklamirkan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat.</p><p><div>[adsense]</div>Pesan Bung Hatta tentang koperasi sebagai "koperasi yang berjiwa besar" harus terus digaungkan. Koperasi harus berani bermimpi besar, berskala ekonomi besar, dan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia.</p><p>Peran pemerintah, melalui kementerian terkait, harus lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator dan regulator yang adil, bukan sebagai intervensi yang mematikan inisiatif anggota koperasi. Koperasi harus tumbuh dari bawah, sesuai dengan semangat demokrasi yang dicita-citakan.</p><p>Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, koperasi harus menjadi agen perubahan (agent of change) di tingkat akar rumput. Koperasi dapat mengedukasi anggotanya mengenai praktik bertani yang ramah lingkungan atau penggunaan teknologi yang efisien energi.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9109/great-institute-kaitkan-board-of-peace-dengan-dasasila-bandung/">GREAT Institute Kaitkan Board of Peace dengan Dasasila Bandung</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Selamat Hari Koperasi. Mari kita wujudkan kedaulatan ekonomi dan tobat ekologi melalui koperasi yang modern, kuat, dan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.rel</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/47d1e990583c9c67424d369f3414728e_img20260711wa0096.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/news/10138/belajar-dari-yunnan-tobat-ekologi-ditopang-gerakan-koperasi/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tegal Ibukota Mataram</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 12:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tegal Ibukota Mataram]]></title>
            <description><![CDATA[Tegal Ibukota MataramadsenseKota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sung]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> Ibukota Mataram</p><p><div>[adsense]</div>Kota <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. </p><p>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. </p><p>Wilayah <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.</p><p><div>[adsense]</div>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. </p><p>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. </p><p>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> pada tahun 1662.</p><p><div>[adsense]</div>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. </p><p>Mataram berkepentingan untuk menjadikan <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> sebagai ibukota bisnis. Arti penting <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. </p><p>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di <a href="https://www.garda.id/tag/tegal/" target="_blank">Tegal</a> Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. </p><p><div>[adsense]</div><br>Minggu Kliwon, 12 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/37a749d808e46495a8da1e5352d03cae_img20260712wa0021.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/wisata/10137/tegal-ibukota-mataram/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 12:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower]]></title>
            <description><![CDATA[Kedaulatan Karbon dan Jalan Indonesia Menjadi Green Superpower]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>Oleh: Abdullah Rasyid<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pendiri GREAT Institute</p><p>Pada abad ke-20, kekuatan negara banyak ditentukan oleh penguasaan minyak, gas, mineral, jalur perdagangan, dan teknologi industri. Memasuki abad ke-21, peta kekuatan itu mulai berubah. Ketika dunia bergerak menuju ekonomi rendah emisi, karbon tidak lagi semata-mata dipahami sebagai persoalan lingkungan. Ia telah menjadi aset ekonomi, instrumen pembiayaan, sumber daya strategis, dan bahasa baru diplomasi global.</p><p>Perubahan itu bukan sekadar wacana. Bank Dunia mencatat bahwa pada 2026 terdapat 87 kebijakan penetapan harga karbon di berbagai negara. Lebih dari 29 persen emisi gas rumah kaca global telah tercakup dalam instrumen harga karbon. Pendapatan yang masuk ke anggaran publik dari pajak karbon dan sistem perdagangan emisi bahkan melampaui 107 miliar dollar AS pada 2025. Rata-rata harga karbon dunia mendekati 21 dollar AS per ton karbon dioksida ekuivalen.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9785/karbon-geopolitik-dan-masa-depan-kedaulatan-nasional/">Karbon, Geopolitik, dan Masa Depan Kedaulatan Nasional</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Angka tersebut menunjukkan bahwa karbon telah memasuki pusat kebijakan ekonomi dunia.</p><p>Dalam konteks itu, pernyataan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat di Bandung menjadi relevan. Menurut Jumhur, kekuatan bangsa pada masa depan tidak hanya diukur dari besarnya cadangan sumber daya alam, tetapi dari kemampuan mengelolanya secara berkelanjutan. Ia menempatkan solusi berbasis alam dan pasar karbon berintegritas sebagai bagian dari jalan Indonesia menjadi green superpower.</p><p>Kata kuncinya bukan lagi cadangan, melainkan kapabilitas.</p><p><div>[adsense]</div>Modal Besar, Pasar Masih Kecil</p><p>Indonesia memiliki modal ekologis yang sulit ditandingi. Luas tutupan hutan Indonesia mencapai sekitar 95,5 juta hektare. Indonesia juga memiliki sekitar 3,44 juta hektare mangrove atau kurang lebih 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia. Kekayaan tersebut menjadikan Indonesia memiliki posisi penting dalam pengendalian perubahan iklim global.</p><p>Namun, luasnya aset ekologis belum otomatis mencerminkan besarnya kekuatan ekonomi karbon.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/ekonomi/9098/program-lcdi-terima-penghargaan-di-forum-rkpd-sumatera-utara-2027-perkuat-sinergi-pusat-dan-daerah-untuk-pembangunan-rendah-karbon/">Program LCDI Terima Penghargaan di Forum RKPD Sumatera Utara 2027 Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Rendah Karbon</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Hingga 30 Juni 2026, Bursa <a href="https://www.garda.id/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> Indonesia mencatat volume perdagangan kumulatif sekitar 1,98 juta ton karbon dioksida ekuivalen, dengan nilai transaksi Rp93,81 miliar dan 155 pengguna jasa.</p><p>Apabila nilai transaksi tersebut dihitung secara agregat, rata-ratanya hanya sekitar Rp47.500 per ton karbon dioksida ekuivalen. Angka itu memang tidak dapat diperlakukan sebagai harga acuan karena transaksi karbon terdiri atas beragam jenis unit dan mekanisme. Namun, ia tetap memberi gambaran bahwa kedalaman serta nilai ekonomi pasar karbon domestik masih relatif terbatas dibandingkan besarnya aset ekologis Indonesia.</p><p>Di sinilah tantangan sesungguhnya berada.</p><p><div>[adsense]</div>Indonesia jangan mengulangi pola lama pengelolaan sumber daya alam: memiliki bahan mentah, tetapi menyerahkan teknologi, pembiayaan, standardisasi, pembentukan harga, pasar, dan nilai tambah kepada pihak lain.</p><p>Dalam ekonomi hijau, pola tersebut dapat muncul dalam bentuk baru. Indonesia menjaga hutan dan mangrove. Masyarakat memelihara ekosistem. Daerah menanggung biaya konservasi. Namun, metodologi, lembaga verifikasi, pembiayaan, penilaian kualitas, dan harga karbon lebih banyak ditentukan oleh institusi di luar negeri.</p><p>Apabila itu terjadi, Indonesia mungkin menjadi pemasok kredit karbon besar, tetapi belum menjadi green superpower.</p><p><div>[adsense]</div>Dari Cadangan Menuju Kedaulatan</p><p><a href="https://www.garda.id/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> baru menjadi aset strategis apabila negara mampu menguasai seluruh rantai nilainya.</p><p>Indonesia harus mengetahui berapa besar potensi karbonnya, siapa pemegang haknya, bagaimana karbon diukur, siapa yang memverifikasi, dengan standar apa ia disertifikasi, di mana ia diperdagangkan, bagaimana harga terbentuk, serta ke mana manfaat ekonominya mengalir.</p><p><div>[adsense]</div>Tanpa penguasaan tersebut, Indonesia hanya menjadi pemilik cadangan, bukan pemilik nilai.</p><p>Kerangka kebijakan sebenarnya terus diperkuat. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan Nilai Ekonomi <a href="https://www.garda.id/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional, termasuk perdagangan karbon, pembayaran berbasis kinerja, kerangka transparansi, registrasi, pemantauan, serta kelembagaan pengarah.</p><p>Indonesia juga telah membuka perdagangan karbon luar negeri. Pada saat peluncurannya pada Januari 2025, pemerintah mengotorisasi sekitar 1,78 juta ton karbon dioksida ekuivalen untuk perdagangan internasional. Sistem Registri Nasional, mekanisme pengukuran, pelaporan dan verifikasi, Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca, serta mekanisme penyesuaian dalam perdagangan internasional menjadi bagian dari instrumen pengaman untuk mencegah penghitungan dan klaim ganda.</p><p><div>[adsense]</div>Langkah tersebut penting. Namun, pasar bukan tujuan akhir.</p><p>Ukuran keberhasilan tidak cukup dilihat dari kenaikan volume transaksi. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah harga karbon mencerminkan kualitas aset ekologis Indonesia, apakah nilai tambah tetap berada di dalam negeri, apakah institusi nasional menguasai teknologi pengukuran dan verifikasi, serta apakah daerah dan masyarakat penjaga ekosistem memperoleh manfaat yang layak.</p><p>Pasar yang besar belum tentu menghasilkan kedaulatan.</p><p><div>[adsense]</div>Integritas adalah Modal Utama</p><p>Dalam ekonomi karbon, aset paling mahal sesungguhnya bukan karbon, melainkan kepercayaan.</p><p>Satu unit karbon hanya bernilai apabila pengurangan atau penyerapan emisinya nyata, terukur, dapat diverifikasi, tidak dihitung dua kali, serta tidak merusak hak masyarakat. Karena itu, integritas bukan sekadar tuntutan moral. Integritas adalah fondasi ekonomi dan reputasi.</p><p><div>[adsense]</div>Indonesia telah menunjukkan bahwa aksi iklim yang dapat diukur mampu menghasilkan nilai ekonomi. Melalui skema pembayaran berbasis hasil REDD+, Indonesia memperoleh komitmen sekitar 499,8 juta dollar AS, dengan sekitar 340,7 juta dollar AS telah disalurkan. Capaian itu menunjukkan bahwa data yang kredibel, penurunan emisi yang terverifikasi, dan tata kelola yang dipercaya dapat mengubah perlindungan hutan menjadi sumber pembiayaan pembangunan.</p><p>Namun, kapasitas tersebut harus diperluas.</p><p>Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu karbon, lembaga verifikasi nasional yang kredibel, teknologi pemantauan yang mandiri, pembiayaan domestik, serta sistem data yang berada dalam kendali negara.</p><p><div>[adsense]</div>Second Nationally Determined Contribution Indonesia menggunakan emisi bersih 2019 sebesar sekitar 1,145 miliar ton karbon dioksida ekuivalen sebagai tahun rujukan. Dokumen tersebut memproyeksikan puncak emisi nasional pada sekitar 2030 dan mempertahankan arah menuju emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.</p><p>Artinya, kebijakan karbon bukan proyek sampingan kementerian lingkungan. Ia merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional.</p><p>Jangan Menjadi Koloni <a href="https://www.garda.id/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a></p><p><div>[adsense]</div>Indonesia juga harus mewaspadai risiko kolonialisme hijau.</p><p>Dalam skenario terburuk, negara berkembang hanya menjadi penyedia hutan, kawasan konservasi, dan kredit karbon bagi kebutuhan dekarbonisasi negara maju. Masyarakat lokal menjaga ekosistem dan menerima pembatasan terhadap ruang hidupnya, sedangkan nilai ekonomi terbesar dinikmati lembaga keuangan, konsultan, pengembang proyek, dan pembeli global.</p><p>Karena itu, hak atas karbon harus jelas. Data karbon harus berada dalam kendali sistem nasional. Kontrak jangka panjang harus melindungi kepentingan generasi mendatang. Manfaat ekonomi harus kembali kepada daerah dan masyarakat yang menjaga ekosistem.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.garda.id/tag/karbon/" target="_blank">Karbon</a> bukan sekadar angka dalam sertifikat. Ia melekat pada hutan, tanah, pesisir, ruang hidup, dan masa depan pembangunan Indonesia.</p><p>Green superpower pada akhirnya bukan gelar yang diberikan oleh forum internasional. Ia dibuktikan melalui kemampuan negara menguasai data, menentukan standar, menjaga integritas, membangun pasar yang dalam, mempertahankan nilai tambah, dan mengubah kekayaan ekologis menjadi daya tawar ekonomi serta geopolitik.</p><p>Indonesia telah memiliki modal alamnya.</p><p><div>[adsense]</div>Sekarang saatnya membangun kedaulatannya.</p><p>Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai negeri yang kaya karbon.</p><p>Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat atas karbon.</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/9fc3d7152ba9336a670e36d0ed79bc43_img20260707wa0030.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10136/kedaulatan-karbon-dan-jalan-indonesia-menjadi-green-superpower/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tim Keamanan PTPN I Regional 1 Tindak dan Laporkan 7 Terduga Penambang llegal di Lahan Negara</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 12:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tim Keamanan PTPN I Regional 1 Tindak dan Laporkan 7 Terduga Penambang llegal di Lahan Negara]]></title>
            <description><![CDATA[Tim Keamanan PTPN I Regional 1 Tindak dan Laporkan 7 Terduga Penambang llegal di Lahan Negara]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Tim Keamanan PTPN I Regional 1 Tindak dan Laporkan 7 Terduga Penambang llegal di Lahan Negara</p><p><div>[adsense]</div><br>Deli Serdang - PTPN I Regional 1 menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Jalan Mahoni Pasar II, Desa Bandar Klippah, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Jumat (10/7/2026), bukan merupakan peristiwa penculikan maupun penghalangan kegiatan cetak sawah, melainkan penindakan terhadap dugaan aktivitas penambangan ilegal (galian C) di areal Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 104/Bandar Klippah milik perusahaan.</p><p>Project Management Operations (PMO) PTPN I Regional 1, Chairul Ikhlas melalui Humas PTPN I Regional 1 Rahmat Kurniawan saat dikonfirmasi melalui seluler, menjelaskan bahwa saat dilakukan penertiban, petugas menemukan adanya dugaan aktivitas penambangan tanpa izin di atas lahan HGU seluas sekitar 10 hektare.</p><p>"Di lokasi ditemukan sekitar 10 unit truk pengangkut material galian C serta satu unit alat berat jenis ekskavator (beko). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas yang berlangsung bukan kegiatan pertanian atau cetak sawah, melainkan dugaan penambangan material tanpa izin," ujar Rahmat.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/Berita/10037/ptpn-i-regional-1-dan-forkopimcam-tanjung-morawa-tanam-300-pohon-peringati-hari-bumi-dan-hut-deli-serdang-ke80/">PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Dalam kegiatan penertiban tersebut,  Tim Pengamanan PTPN I Regional 1 dan TNI AD mengamankan sementara tujuh orang yang terdiri atas sopir truk dan penjaga lapangan. Selanjutnya, ketujuh orang tersebut diserahkan secara resmi kepada Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p><p>Rahmat menegaskan bahwa tidak ada warga yang diculik ataupun dihilangkan keberadaannya sebagaimana informasi yang beredar.</p><p>Selain itu, PTPN I Regional 1 turut menyerahkan barang bukti berupa nota jual beli tanah timbun atas nama CV. Perdana Trans serta dua unit truk pengangkut material galian C kepada penyidik sebagai bagian dari proses penegakan hukum.</p><p><div>[adsense]</div>Menurut Rahmat, perusahaan juga telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan, Unit Tindak Pidana Ekonomi, terkait dugaan tindak pidana pengerusakan aset dan penambangan ilegal di atas lahan HGU milik PTPN I Regional 1. Bersamaan dengan laporan tersebut, perusahaan menyerahkan tujuh orang yang diamankan beserta dua unit truk sebagai bagian dari barang bukti.</p><p>PTPN I Regional 1 menegaskan bahwa langkah penertiban dilakukan dalam rangka melindungi aset negara yang berada di bawah pengelolaan perusahaan serta mencegah kerusakan lingkungan akibat dugaan aktivitas penambangan ilegal.</p><p>Dalam melaksanakan pengamanan areal  tim keamanan PTPN I Regional 1 dibantu sejumlah personel TNI AD sesuai Perjanjian Kerja Sama Teknis antara PTPN dengan TNI AD yang tertuang pada surat Kerja sama nomor DHKL-DIRUT/SPJ/ 2024.11.25-1 - KERMA/73/ XI/2024 ini secara spesifik mengatur tentang penguatan pembinaan teritorial dalam rangka mendukung operasional PTPN I melalui program unggulan TNI AD.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/9036/ptpn-i-regional-1-peringati-israrsquo-mirsquoraj-nabi-muhammad-saw-1447-h/">PTPN I Regional 1 Peringati Isra&rsquo; Mi&rsquo;raj Nabi Muhammad SAW 1447 H</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Perusahaan menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada aparat penegak hukum sesuai kewenangannya, terang Rahmat.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/7f6ffaa6bb0b408017b62254211691b5_img20260712wa0014.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/lipsus/10135/tim-keamanan-ptpn-i-regional-1-tindak-dan-laporkan-7-terduga-penambang-llegal-di-lahan-negara/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ratu Kencono Tegalarum</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ratu Kencono Tegalarum]]></title>
            <description><![CDATA[Ratu Kencono TegalarumadsenseGarwa prameswari Sinuwun Amangkurat Agung bernama Kanjeng Ratu Kencono Tegalarum. Putri Pengeran Radin cucu P]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Kencono Tegalarum</p><p><div>[adsense]</div>Garwa prameswari Sinuwun Amangkurat Agung bernama Kanjeng <a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Kencono Tegalarum. Putri Pengeran Radin cucu Pangeran Benawa. Jadi masih keturunan Joko Tingkir. Trah Sultan Hadiwijaya raja Pajang. </p><p>Nama <a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Kencono Tegalarum juga disebut <a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Wiratsari. Karena bisa mengelola penduduk sepanjang Kali Serayu, maka bergelar Kanjeng <a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Serayu sejak tahun 1648.</p><p>Wanita pengusaha Mataram yang terampil. Punya usaha mebel, tambang emas, minyak bumi, gas, kayu jati, ukir ukiran dan kecap. Untuk wilayah Kebumen Cilacap Purbalingga membina usaha produksi gula kelapa. Emansipasi wanita Mataram yang energik dan inspiratif. </p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/peristiwa/9436/ratu-mas-condro-kirono/">RATU MAS CONDRO KIRONO</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Permaisuri Mataram yang menurunkan Sinuwun Paku Buwana I. Dulu bergelar Gusti Raden Mas Derajad. Lantas menjadi Pangeran Puger. Besar dan terdidik di Banyumanik Semarang. </p><p>Perhatian pada dunia maritim sungguh baik sekali. Kota Tegal menjadi pusat pemerintahan Mataram dalam bidang bisnis pelayaran dan maritim. Kerajaan Mataram sungguh agung dan anggun. Kraton yang subur i makmur waras  wiris panjang yuswa ber bandha ber bandhu. Rakyat  bahagia sejahtera.  Negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. </p><p>Istana Mataram berpusat di Plered Kerta Kotagedhe. Amangkurat Agung membangun istana cabang di berbagai daerah. Berkat kemakmuran itu negeri Mataram mampu membangun ibukota yang megah mewah gagah indah. Berturut-turut dari Kotagedhe, Kertas, Plered, Pamase dan Kertanegara. Ibukota Mataram berguna untuk pusat administrasi dan perkantoran. Dalam kancah perdagangan juga menjalankan fungsi bisnis. Diplomasi kenegaraan bersama duta bangsa manca yang mulia. Amangkurat yang bertahta tahun 1645 - 1677 raja Mataram yang bijak bestari. </p><p><div>[adsense]</div>Wilayah Tegal menjadi ibukota Mataram dalam bidang bisnis. Pelabuhan dibangun Amangkurat pada tahun 1647 . Pelayaran sampai Singapura Tamasek, Ternate, Tidore, Bugis, Makassar, Tondano Minahasa, Bima, Bali, Madura, Banjar, Palembang, Deli Belawan. Hubungan dagang dilakukan oleh pembesar bandar hingga Mesir Turki Persia Yaman. Bahkan punya kantor dagang di Selat Hormuz.</p><p>Kawasan Asia Selatan meliputi Srilanka India dan Nepal. Dari kota Tegal pelayaran dilakukan dalam rangka bisnis dan pengembangan budaya. Amangkurat Agung mengirim tim kesenian berupa sendratari Ramayana. Penari waranggana dan wiyaga diberi biaya cukup. Demi suksesnya misi kebudayaan. </p><p>Wawasan Amangkurat memang luas. Petugas Istana Tegal Mataram dikirim ke Cambridge University untuk belajar menejemen pemerintahan. Sebagian belajar administrasi keuangan di negara Swiss. Belajar tata kota di Perancis dan teknologi pelayaran di Jerman. Amangkurat Agung memang lama tinggal di Eropa. Maka punya koneksi internasional. </p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/peristiwa/9335/ratusan-pencari-kerja-padati-rabu-walk-in-interview/">Ratusan Pencari Kerja Padati Rabu Walk In Interview</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Temayang Bojonegoro juga dijadikan istana Mataram. Berguna untuk mengurusi tambang minyak dan bumi. Untuk itu dibangun pula jejaring dengan pelabuhan tanjung perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Usaha migas disadari membawa keuntungan yang berlipat ganda ganda. Dengan keuangan yang cukup Amangkurat sempat mengundang John Locke untuk mengisi pelatihan di Tegal pada tahun 1662.</p><p>Tambang emas berpusat di Pancurendang Ajibarang Banyumas. Amangkurat membangun istana kedhaton Pamase Lesmana. Kantor juda dibangun di Bumiayu. Istana bernama kedhaton Kencono. Pengelola yakni Pangeran Lambung Mangkurat dan Pangeran Martapura. Keduanya lantas bertugas di Banjarmasin Kalimantan. </p><p>Mataram berkepentingan untuk menjadikan Tegal sebagai ibukota bisnis. Arti penting Tegal sebagai kota bahari atau maritim mendukung status ibukota Mataram cabang. Prestasi gemilang yang layak dikenang. Tepa palupi buat pemimpin masa kini. </p><p><div>[adsense]</div>Harapan masa depan makin beersinar terang. Mataram mempunyai istana yang tersebar di seluruh penjuru tanah Jawa. Selama di Tegal Sri Susuhunan Amangkurat Agung mewariskan pabrik gula Pagongan, Pejambon, Dukuhringin. Usaha industri gula di Jawa pernah menjadi produsen terbesar dunia. Gedhe obore padhang jagade, ampuh prebawane. Mataram tambah arum kuncara, ngejayeng jagad raya. </p><p><a href="https://www.garda.id/tag/ratu/" target="_blank">Ratu</a> Kencono Tegalarum memang mustikaning putri, tetungguling widodari. Pikiran ucapan dan tindakan pantas untuk tepa palupi. </p><p><br>Minggu Kliwon, 12 Juli 2026.<br>Purwadi, <br>Ketua Lokantara.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/peristiwa/8627/ratu-mas-bumiayu-paku-buwana-v/">RATU MAS BUMIAYU PAKU BUWANA V</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/06409663226af2f3114485aa4e0a23b4_img20260712wa0020.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/wisata/10134/ratu-kencono-tegalarum/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">FINAL FOUR Piala Dunia 2026: Empat Raksasa Berebut Tiket ke Partai Puncak</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[FINAL FOUR Piala Dunia 2026: Empat Raksasa Berebut Tiket ke Partai Puncak]]></title>
            <description><![CDATA[GARDA.ID  Piala Dunia 2026 memasuki babak semifinal. Setelah melewati rangkaian pertandingan yang penuh persaingan, hanya empat negara ya]]></description>
            <content><![CDATA[<p>GARDA.ID &ndash; Piala Dunia 2026 memasuki babak semifinal. Setelah melewati rangkaian pertandingan yang penuh persaingan, hanya empat negara yang berhasil memastikan langkah ke Final Four, yakni Prancis, Spanyol, Argentina, dan Inggris.</p><p><div>[adsense]</div><br>Keempat tim datang dengan modal besar, mulai dari tradisi panjang di sepak bola dunia, kualitas pemain, hingga pengalaman tampil di level tertinggi. Tak heran jika persaingan menuju partai final diprediksi berlangsung sengit.</p><p><br>Prancis kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Sementara Spanyol tetap mengandalkan permainan kolektif dan penguasaan bola yang menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun.<br>Di sisi lain, Argentina membawa semangat untuk kembali menorehkan sejarah di panggung terbesar sepak bola dunia. Adapun Inggris datang dengan generasi pemain yang semakin matang dan berambisi mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara dunia.</p><p><br>Babak semifinal dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi seluruh kontestan. Tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan, karena setiap pertandingan akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke final dan menjaga asa mengangkat trofi Piala Dunia 2026.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/sport/10132/argentina-bungkam-swiss-31-albiceleste-melaju-ke-semifinal-piala-dunia/">Argentina Bungkam Swiss 3-1, Albiceleste Melaju ke Semifinal Piala Dunia</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote><br>Dua tim akan melaju ke partai puncak, sementara dua lainnya harus mengakhiri perjalanan. Dunia kini menantikan siapa yang mampu melewati rintangan terakhir dan keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.rd</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/d1f491a404d6854880943e5c3cd9ca25_img_20260712_110319_104.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/sport/10133/final-four-piala-dunia-2026-empat-raksasa-berebut-tiket-ke-partai-puncak/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Argentina Bungkam Swiss 3-1, Albiceleste Melaju ke Semifinal Piala Dunia</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Argentina Bungkam Swiss 3-1, Albiceleste Melaju ke Semifinal Piala Dunia]]></title>
            <description><![CDATA[KANSAS CITY  Medan24news.comadsenseTim Nasional Argentina memastikan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklu]]></description>
            <content><![CDATA[<p>KANSAS CITY | Medan24news.com</p><p><div>[adsense]</div>Tim Nasional Argentina memastikan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat final yang berlangsung sengit di Arrowhead Stadium, Kansas City.(Minggu, 12/7/2026).</p><p>Argentina tampil dominan sejak awal pertandingan dengan menguasai penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Swiss. Gol pembuka membuat Albiceleste bermain lebih percaya diri, namun Swiss sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol penyeimbang yang membuat pertandingan kembali terbuka.</p><p>Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Kombinasi permainan cepat dari lini tengah dan depan berhasil membongkar pertahanan Swiss. Dua gol tambahan memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengakhiri perlawanan wakil Eropa tersebut.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/10106/jersey-prancis-dan-sepak-bola-sebagai-miniatur-kehidupan/">Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Kemenangan ini membawa Argentina melangkah ke semifinal dan menjaga asa meraih gelar juara dunia. Sementara itu, perjuangan Swiss harus terhenti setelah tampil impresif sepanjang turnamen hingga mencapai delapan besar. </p><p>Jalannya Pertandingan<br>Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit-menit awal. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Swiss lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.</p><p>Swiss beberapa kali mampu mengancam melalui transisi cepat, namun lini belakang Argentina tampil disiplin. Setelah skor sempat imbang, Argentina berhasil mengambil alih kendali permainan dan mencetak dua gol tambahan yang memastikan kemenangan 3-1.</p><p><div>[adsense]</div>Di sisa waktu pertandingan, Swiss berupaya memperkecil ketertinggalan, tetapi pertahanan Argentina tetap kokoh hingga peluit panjang dibunyikan. </p><p>Argentina Tantang Inggris di Semifinal<br>Dengan hasil ini, Argentina berhak melaju ke semifinal dan dijadwalkan menghadapi Inggris, yang sebelumnya menyingkirkan Norwegia di babak perempat final. Pertemuan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling dinanti dalam perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026. </p><p>Hasil Perempat Final Piala Dunia 2026:</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/sport/8564/kapolres-humbahas-ajak-pelajar-junjung-sportivitas-di-kejuaraan-sepakbola-smpmts-2025-2/">Kapolres Humbahas Ajak Pelajar Junjung Sportivitas di Kejuaraan Sepakbola SMP/MTs 2025</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Argentina 3-1 Swiss<br>Spanyol 2-1 Belgia<br>Prancis 2-0 Maroko<br>Inggris 2-1 Norwegia *(SS68)*</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/e00da03b685a0dd18fb6a08af0923de0_img20260712wa0016.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/sport/10132/argentina-bungkam-swiss-31-albiceleste-melaju-ke-semifinal-piala-dunia/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mubeslub MKGR Berakhir, Dr. Wihaji Resmi Nahkodai DPP Ormas MKGR</guid>
            <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mubeslub MKGR Berakhir, Dr. Wihaji Resmi Nahkodai DPP Ormas MKGR]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA  Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) resmi berakhir. Forum ]]></description>
            <content><![CDATA[<p>JAKARTA &ndash; Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) resmi berakhir. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menandai babak baru kepemimpinan di tubuh MKGR.</p><p><div>[adsense]</div>Dalam Mubeslub tersebut, Dr. Wihaji resmi mendapat amanah sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas MKGR. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan adaptif dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai gotong royong.<br>Mubeslub juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen seluruh keluarga besar MKGR dalam meningkatkan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.<br>Ucapan selamat dan sukses turut disampaikan kepada Dr. Wihaji atas amanah yang diterima. Harapannya, di bawah kepemimpinannya, MKGR semakin berkembang sebagai organisasi yang mampu melahirkan berbagai gagasan konstruktif, memperkuat kolaborasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<br>Semangat gotong royong yang terus dijaga dinilai menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui peran aktif organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional.Red</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/eb160de1de89d9058fcb0b968dbbbd68_fb_img_1783829457020.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10131/mubeslub-mkgr-berakhir-dr-wihaji-resmi-nahkodai-dpp-ormas-mkgr/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Raih Peringkat 3 Anugerah Humas Diktisaintek 2026 Kategori Media Sosial Tingkat LLDikti Wilayah I</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 22:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Raih Peringkat 3 Anugerah Humas Diktisaintek 2026 Kategori Media Sosial Tingkat LLDikti Wilayah I]]></title>
            <description><![CDATA[UNPAB Raih Peringkat 3 Anugerah Humas Diktisaintek 2026 Kategori Media Sosial Tingkat LLDikti Wilayah I]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>Medan &ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi UNPAB kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang komunikasi publik. UNPAB berhasil meraih Peringkat 3 Kategori Media Sosial pada Rekomendasi Anugerah Humas Diktisaintek 2026 untuk Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi LLDikti Wilayah I.</p><p>Penghargaan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Rekomendasi Nomor 1718/DST/LL1/HM.00.00/2026 tertanggal 10 Juli 2026. Rekomendasi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan tinggi yang dinilai memiliki komitmen, dedikasi, serta inovasi dalam pengelolaan komunikasi publik melalui media sosial.</p><p>Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi UNPAB dalam menghadirkan informasi yang edukatif, inspiratif, dan mudah diakses masyarakat melalui berbagai platform digital. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, media sosial menjadi salah satu sarana strategis bagi perguruan tinggi untuk membangun kepercayaan publik, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat citra institusi.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/10117/unpab-perkuat-komitmen-melestarikan-budaya-melayu-melalui-dialog-kebangsaan-ismi-edisi-iv/">UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UNPAB dalam mendukung transformasi digital pendidikan tinggi melalui pengelolaan media sosial yang profesional, kreatif, dan berdampak. Berbagai informasi mengenai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, hingga kolaborasi nasional dan internasional terus disampaikan secara aktif kepada masyarakat sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.</p><p>Masuknya UNPAB sebagai salah satu perguruan tinggi yang direkomendasikan pada Anugerah Humas Diktisaintek 2026 menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi kelembagaan serta memperkuat peran humas sebagai jembatan informasi antara universitas dan masyarakat.</p><p>Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Pembangunan Panca Budi untuk terus berinovasi dalam menyampaikan informasi yang berkualitas, membangun reputasi institusi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia melalui komunikasi publik yang efektif dan berdampak.</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/149e9677a5989fd342ae44213df68868_img20260711wa0105.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/news/10130/unpab-raih-peringkat-3-anugerah-humas-diktisaintek-2026-kategori-media-sosial-tingkat-lldikti-wilayah-i/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BREAKING NEWS! Baru Mundur Sehari, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU*</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 16:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BREAKING NEWS! Baru Mundur Sehari, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU*]]></title>
            <description><![CDATA[BREAKING NEWS! Baru Mundur Sehari, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div><br>JAKARTA - Jagat hukum Indonesia diguncang kabar besar. Hanya berselang satu hari setelah secara resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah (FA), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.</p><p></p><p>Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mengumumkan status hukum Febrie dalam konferensi pers bersama jajaran Komisi III DPR RI yang digelar langsung di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Sabtu (11/7/2026) siang.</p><p><div>[adsense]</div></p><p>Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, menegaskan bahwa Febrie diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini berkaitan dengan proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam perkara megakorupsi PT Asabri, korupsi batu bara, serta Krakatau Steel.</p><p></p><p><div>[adsense]</div>"Berdasarkan gelar perkara, kita sudah menetapkan dua tersangka. Kita juga sudah menetapkan saudara FA (Febrie Adriansyah) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan atau TPPU dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri dan atau tindak pidana korupsi lainnya," ujar Irjen Pol. Totok Suharyanto dalam konferensi pers resmi di Jakarta.</p><p></p><p></p><p><div>[adsense]</div>*Poin Utama &amp; Fakta Hukum dari Konferensi Pers Resmi:*</p><p> </p><p>*Alat Bukti Kuat:* Status tersangka ini ditetapkan setelah penyidik memeriksa secara maraton 15 orang saksi, meminta keterangan dari 2 orang ahli, serta melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi.</p><p><div>[adsense]</div></p><p> *Tersangka Lain Ditahan:* Selain Febrie, Polri juga menetapkan seorang pihak swasta berinisial DR (Don Ritto) sebagai tersangka TPPU. Tersangka DR saat ini telah resmi ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.</p><p></p><p><div>[adsense]</div> *Pasal Berlapis:* Mantan bos Gedung Bundar tersebut dijerat dengan Pasal 12 e dan Pasal 12B UU Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 3 dan 4 UU TPPU (atau Pasal 607 ayat 1 huruf a dan b dalam KUHP baru).</p><p></p><p> *Sinergi dan Pelimpahan Kasus:* Plt.Jampidsus yang baru ditunjuk, Rudi Margono, menyatakan bahwa Kejaksaan Agung secara formil akan menerima penyerahan penanganan perkara ini dari kepolisian demi percepatan, profesionalisme, dan sinergi antarlembaga.</p><p><div>[adsense]</div></p><p>Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang turut mengawal jalannya konferensi pers membenarkan bahwa pengumuman ini menjawab teka-teki publik. "Apa yang dinanti masyarakat sudah gamblang diberitakan," tuturnya. Kasus ini menjadi ironi besar mengingat Febrie Adriansyah selama ini dikenal sebagai figur yang memimpin pengusutan berbagai kasus korupsi kakap di tanah air.*(SS68)*</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/903ce9225fca3e988c2af215d4e544d3_img20260711wa0055.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10129/breaking-news-baru-mundur-sehari-eks-jampidsus-febrie-adriansyah-resmi-jadi-tersangka-korupsi-dan-tppu/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JAM PMII Apresiasi Transparansi BNNP Sumut, Hasan Basyri Simanjuntak Ajak Publik Hormati Proses Hukum</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 11:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JAM PMII Apresiasi Transparansi BNNP Sumut, Hasan Basyri Simanjuntak Ajak Publik Hormati Proses Hukum]]></title>
            <description><![CDATA[JAM PMII Apresiasi Transparansi BNNP Sumut, Hasan Basyri Simanjuntak Ajak Publik Hormati Proses Hukum]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>Medan &ndash; Koordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAM PMII), Hasan Basyri Simanjuntak, menyampaikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara atas langkah terbuka dan transparan dalam memberikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang mengenai dugaan ketidaksesuaian barang bukti narkotika seberat 1,5 kilogram.</p><p>Hasan Basyri Simanjuntak menilai, penjelasan resmi yang disampaikan oleh Kepala BNNP Sumut beserta jajaran merupakan bentuk tanggung jawab institusi kepada publik dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.</p><p>"Kami mengapresiasi sikap terbuka BNNP Sumut yang telah memberikan penjelasan secara resmi kepada masyarakat. Transparansi seperti ini penting agar tidak berkembang informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah publik," ujar Hasan.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/9786/ikatan-alumni-pmii-deli-serdang-sesalkan-penempatan-ketua-mui-di-acara-deklarasi-damai-pilkades-oleh-kadis-pmd/">Ikatan Alumni PMII Deli Serdang Sesalkan Penempatan Ketua MUI di Acara Deklarasi Damai Pilkades Oleh Kadis PMD</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Menurutnya, pemberantasan narkotika merupakan tugas yang tidak mudah dan membutuhkan integritas serta profesionalisme yang tinggi dari seluruh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja sesuai mekanisme hukum yang berlaku.</p><p>Hasan juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak terburu-buru menggiring opini sebelum adanya fakta dan keputusan berdasarkan proses hukum yang sah. Ia menegaskan bahwa apabila terdapat dugaan pelanggaran, penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>"Kita semua tentu menginginkan penegakan hukum yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Namun, mari kita sama-sama menghormati asas praduga tak bersalah serta memberikan kesempatan kepada lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan setiap persoalan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.</p><p><div>[adsense]</div>JAM PMII juga memberikan apresiasi kepada Kepala BNNP Sumut beserta seluruh jajaran yang selama ini konsisten melakukan berbagai upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara. Menurut Hasan, kerja keras aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba patut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.</p><p>Ia menambahkan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, kalangan pemuda, akademisi, dan seluruh komponen bangsa.</p><p>"Kami berharap BNNP Sumut terus menjaga integritas, profesionalisme, dan keterbukaan dalam menjalankan tugas. JAM PMII siap mendukung setiap langkah positif dalam upaya pemberantasan narkotika demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba," tutup Hasan Basyri Simanjuntak.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/Berita/9356/pkc-pmii-dan-ika-pmii-sumut-gelar-diskusi-publik-dan-buka-puasa-bersama-bahas-efektivitas-program-mbg/">PKC PMII dan IKA PMII Sumut Gelar Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama, Bahas Efektivitas Program MBG</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/73278a4a86960eeb576a8fd4c9ec6997_img20260711wa0027.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/news/10128/jam-pmii-apresiasi-transparansi-bnnp-sumut-hasan-basyri-simanjuntak-ajak-publik-hormati-proses-hukum/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kelola Media Sosial Secara Kolaboratif,  Dinas Kominfo Sumut Dorong OPD Bangun Komunikasi Publik yang Responsif</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 11:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kelola Media Sosial Secara Kolaboratif,  Dinas Kominfo Sumut Dorong OPD Bangun Komunikasi Publik yang Responsif]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong seluruh pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) un]]></description>
            <content><![CDATA[<p>MEDAN &ndash; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong seluruh pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun komunikasi publik yang informatif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Melalui sinergi tersebut, informasi mengenai pembangunan dan pelayanan publik diharapkan dapat tersampaikan lebih cepat, menjangkau masyarakat lebih luas, serta mudah diakses.</p><p><div>[adsense]</div> </p><p>Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial OPD Provinsi Sumut di Aula Transparansi Kantor Dinas Kominfo Sumut, Medan, Jumat (10/7/2026).</p><p> </p><p><div>[adsense]</div>&quot;Media sosial saat ini bukanlah sekadar kanal komunikasi, melainkan telah menjadi ruang layanan publik dan media komunikasi pemerintah dengan masyarakat secara real time. Media sosial juga menuntut respons yang cepat, akurat dan terukur, terutama ketika masyarakat menyampaikan pertanyaan, aspirasi maupun keluhan,&quot; kata Erwin.</p><p> </p><p>Menurutnya, konten yang dipublikasikan pemerintah tidak hanya harus menarik, tetapi juga akurat, bermanfaat, sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengelola media sosial OPD perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi, menangani isu-isu strategis, dan mengantisipasi penyebaran disinformasi.</p><p><div>[adsense]</div> </p><p>&quot;Marilah kita kolaborasi, sehingga apa yang menjadi program kerja Pemprov Sumut dapat diketahui oleh seluruh masyarakat. Jangan hanya kegiatan OPD masing-masing. Marilah kita berinovasi,&quot; ajaknya.</p><p> </p><p><div>[adsense]</div>Bimtek tersebut juga menghadirkan pegiat media sosial Toga Nainggolan sebagai narasumber. Ia memberikan materi mengenai pengelolaan media sosial secara komprehensif, mulai dari strategi menghadapi tren digital hingga membangun interaksi yang organik dengan publik. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh bekal yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing instansi.</p><p> </p><p>Dalam paparannya, Toga memaparkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan media sosial dibandingkan media cetak. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sebanyak 88,9% penduduk usia dewasa (18 tahun ke atas) menggunakan media sosial sehingga platform digital menjadi kanal komunikasi publik yang sangat strategis. Selain itu, rata-rata masyarakat menghabiskan waktu 21 jam 50 menit per minggu atau sekitar tiga jam setiap hari untuk mengakses media sosial.</p><p><div>[adsense]</div> </p><p>Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai konten ringan dibandingkan konten resmi pemerintah. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi cara kerja otak manusia yang secara biologis cenderung mencari informasi yang mudah dipahami, memberikan kepuasan instan, menghindari kelelahan kognitif, serta menjadi sarana pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.</p><p> </p><p><div>[adsense]</div>&quot;Terdapat perubahan perilaku masyarakat dalam berkomunikasi. Masyarakat ingin cepat dan tidak mau tahu soal teknis. Kemudian penyampaian yang disampaikan sederhana, yang penting masalah selesai. Masyarakat juga lebih menyukai visual, sudah tidak kuat dengan teks panjang, dan dialog tidak bisa lagi komunikasi satu arah. Publik tak hanya menilai bagaimana pemerintah bekerja tetapi juga bagaimana berkomunikasi,&quot; ucapnya.r</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/07e1cd7dca89a1678042477183b7ac3f_foto-pelatihan-pengelolaan-media-sosial-opd-provinsi-sumut--3jpg.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/daerah/10127/kelola-media-sosial-secara-kolaboratif-dinas-kominfo-sumut-dorong-opd-bangun-komunikasi-publik-yang-responsif/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Apresiasi Dedikasi Mitra, Maxim Sibolga Anugerahkan Penghargaan Best Driver Bulan Juni</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 11:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Apresiasi Dedikasi Mitra, Maxim Sibolga Anugerahkan Penghargaan Best Driver Bulan Juni]]></title>
            <description><![CDATA[SIBOLGA  Sebagai bentuk komitmen dalam mengapresiasi loyalitas dankinerja luar biasa dari para mitranya, Maxim Sibolga suksesmenyelenggar]]></description>
            <content><![CDATA[<p>SIBOLGA &ndash; Sebagai bentuk komitmen dalam mengapresiasi loyalitas dan<br>kinerja luar biasa dari para mitranya, Maxim Sibolga sukses<br>menyelenggarakan program Best Driver. Penghargaan ini diberikan secara<br>khusus kepada mitra pengemudi Maxim Bike dan Maxim Car yang berhasil<br>mencatatkan performa terbaik dalam melayani pengguna setia Maxim.<br>Berdasarkan penilaian performa yang ketat selama satu bulan penuh, dua<br>mitra pengemudi berhasil keluar sebagai pemenang utama. Untuk kategori<br>Maxim Car, penghargaan diraih oleh Zogi Tri Gultom, sementara<br>penghargaan kategori Maxim Bike berhasil disabet oleh Taufik Rahman.<br>Atas pencapaian tersebut, kedua pemenang berhak membawa pulang hadiah<br>berupa uang tunai serta suvenir eksklusif langsung dari Maxim Sibolga.<br>Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar bentuk penghargaan,<br>melainkan juga pemantik semangat bagi seluruh mitra pengemudi di Sibolga<br>untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka.<br>"Kami senang bisa memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi terbaik<br>yang telah berdedikasi tinggi dalam memenuhi pesanan dari penumpang.<br>Semoga dapat memotivasi mitra pengemudi lainnya," ujar Mas Adi Susilo,<br>Head of Subdivision Maxim Sibolga.<br>Kebahagiaan dan rasa bangga juga terpancar dari para pemenang. Bagi<br>mereka, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan<br>dedikasi di jalanan mendapatkan perhatian besar dari pihak manajemen.<br>"Semoga Maxim Sibolga semakin jaya, terima kasih atas apresiasi yang<br>telah diberikan," ungkap Taufik Rahman, pemenang kategori Maxim Bike<br>dengan penuh syukur.<br>Program penghargaan Best Driver ini bukan pertama kalinya diadakan.<br>Secara nasional, inisiatif ini telah dilaksanakan di lebih dari 50 kota<br>layanan Maxim di seluruh Indonesia. Hal ini menegaskan langkah konsisten<br>Maxim dalam mengedepankan kesejahteraan, apresiasi, serta penghargaan<br>terhadap dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan oleh mitra pengemudi di<br>seluruh penjuru negeri.rr</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/cedebb6e872f539bef8c3f919874e9d7_maxim_sibolga-2.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/ekonomi/10126/apresiasi-dedikasi-mitra-maxim-sibolga-anugerahkan-penghargaan-best-driver-bulan-juni/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemnaker dan bank bjb Jalin Kerja Sama Pengembangan Kompetensi SDM dan Layanan Perbankan</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 11:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemnaker dan bank bjb Jalin Kerja Sama Pengembangan Kompetensi SDM dan Layanan Perbankan]]></title>
            <description><![CDATA[BandungKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Bandung&mdash;Kementerian Ketenagakerjaan (<a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a>) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan layanan perbankan. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat pelaksanaan program ketenagakerjaan yang semakin adaptif, produktif, dan berdaya saing.</p><p><div>[adsense]</div>Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal <a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> Cris Kuntadi dan Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna di Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026).</p><p>Sekretaris Jenderal <a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> Cris Kuntadi mengatakan kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam menjawab kebutuhan pembangunan ketenagakerjaan yang terus berkembang.</p><p>"Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan kedua institusi, tetapi juga menghadirkan layanan yang semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Cris.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/10009/kemnaker-buka-pendaftaran-pelatihan-vokasi-nasional-batch-3-targetkan-20-ribu-peserta/">Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Menurut Cris, dinamika dunia kerja yang terus berubah menuntut kolaborasi lintas sektor agar setiap institusi mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan kebutuhan pembangunan. Karena itu, kemitraan antara <a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> dan bank bjb diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p><p>Ruang lingkup ke rja sama meliputi peningkatan kapasitas dan pengembangan kompetensi SDM di lingkungan <a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a> maupun bank bjb. Pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan berbagai program pengembangan lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing institusi.</p><p>Selain itu, kedua pihak sepakat memanfaatkan berbagai produk dan layanan perbankan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan <a href="https://www.garda.id/tag/kemnaker/" target="_blank">Kemnaker</a>.</p><p><div>[adsense]</div>"Pemanfaatan layanan perbankan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel," ujar Cris.</p><p>Kesepahaman Bersama tersebut juga mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki kedua institusi guna mendukung pelaksanaan program dan kegiatan yang disepakati bersama.</p><p>Cris menjelaskan implementasi kerja sama akan dituangkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disusun oleh pejabat berwenang dari kedua pihak. PKS tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari K esepahaman Bersama yang telah ditandatangani.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9846/kemnaker-dan-huawei-indonesia-perkuat-kemitraan-pengembangan-sdm-dan-program-magang-2/">Kemnaker dan Huawei Indonesia Perkuat Kemitraan Pengembangan SDM dan Program Magang</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Ia berharap kolaborasi dengan bank bjb dapat memperluas sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam mendukung pengembangan SDM serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.</p><p>"Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya pembangunan ketenagakerjaan yang produktif, adaptif, dan berdaya saing," tuturnya.r</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/7ef605fc8dba5425d6965fbd4c8fbe1f_whatsapp-image-20260710-at-185448.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/lipsus/10125/kemnaker-dan-bank-bjb-jalin-kerja-sama-pengembangan-kompetensi-sdm-dan-layanan-perbankan/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KORNAS JAM PMII: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Bersihkan PBNU dari Konflik Internal</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 11:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KORNAS JAM PMII: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Bersihkan PBNU dari Konflik Internal]]></title>
            <description><![CDATA[KORNAS JAM PMII Muktamar NU Harus Jadi Momentum Bersihkan PBNU dari Konflik Internal]]></description>
            <content><![CDATA[<p><br></p><p><div>[adsense]</div><br>MEDAN &ndash; Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026, Koordinator Nasional Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KORNAS JAM PMII), Hasan Basyri Simanjuntak, menyampaikan kritik tajam terhadap dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).<br>Menurut Hasan, muktamar seharusnya menjadi momentum konsolidasi dan pembenahan organisasi setelah berbagai dinamika kepemimpinan yang dinilainya menimbulkan kegaduhan di tubuh PBNU dan berdampak hingga ke tingkat daerah.<br>"NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang selama ini menjadi teladan dalam menjaga persatuan, moderasi, dan kedamaian. Karena itu, konflik internal yang terus dipertontonkan kepada publik sangat disayangkan," ujar Hasan dalam keterangannya, Sabtu (11/7).<br>Ia menilai kepemimpinan PBNU periode saat ini tidak layak untuk dilanjutkan apabila tidak mampu menciptakan soliditas organisasi. Hasan menyoroti polemik penentuan jadwal dan lokasi Muktamar yang menurutnya mencerminkan lemahnya konsolidasi internal.<br>Hasan juga menyinggung Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa. Menurutnya, terdapat dugaan adanya upaya pergantian kepemimpinan di internal PBNU yang pada akhirnya tidak berhasil dan berujung pada proses islah.<br>"Kami melihat adanya dinamika yang mengarah pada upaya perubahan kepemimpinan, namun akhirnya tidak berhasil dan diselesaikan melalui islah. Ke depan, para tokoh NU harus lebih mengedepankan persatuan daripada kepentingan kelompok," katanya.<br>Ia berharap seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia serta para kiai dapat menggunakan Muktamar NU ke-35 sebagai momentum memilih kepemimpinan yang mampu menghadirkan suasana rukun, damai, dan menjaga marwah organisasi.<br>"Kami berharap para peserta muktamar benar-benar memilih figur yang memiliki kapasitas menyatukan organisasi, bukan figur yang justru menjadi bagian dari konflik internal. NU harus kembali menjadi rumah besar umat yang meneduhkan dan menjadi rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Hasan.rel</p><p></p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/9732/mencari-calon-ketua-umum-pbnu-yang-bersih-dan-berakhlak/">Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/045117b0e0a11a242b9765e79cbf113f_img20260711wa0027.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10124/kornas-jam-pmii-muktamar-nu-harus-jadi-momentum-bersihkan-pbnu-dari-konflik-internal/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Langit Biru Bertemu Tobat Ekologis, Abdullah Rasyid Dorong Agenda Lingkungan Jadi Fondasi Pembangunan Nasional</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 09:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Langit Biru Bertemu Tobat Ekologis, Abdullah Rasyid Dorong Agenda Lingkungan Jadi Fondasi Pembangunan Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[Langit Biru Bertemu Tobat Ekologis, Abdullah Rasyid Dorong Agenda Lingkungan Jadi Fondasi Pembangunan Nasional]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p><div>[adsense]</div>MEDAN &ndash; Wacana pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dinilai memasuki babak baru dengan munculnya dua gerakan besar yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kesadaran ekologis. Hal itu disampaikan Abdullah Rasyid, Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN, Pendiri GREAT Institute, sekaligus Deputy BRAINS Partai Demokrat, dalam artikel opininya berjudul "Ketika <a href="https://www.garda.id/tag/langit/" target="_blank">Langit</a> Biru Bertemu Tobat Ekologis".</p><p>Menurut Abdullah, Gerakan Nasional <a href="https://www.garda.id/tag/langit/" target="_blank">Langit</a> Biru Indonesia Asri yang diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Gerakan Tobat Ekologis yang digagas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, merupakan dua inisiatif yang lahir dari pendekatan berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan lingkungan dan memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.</p><p>Ia menjelaskan, Gerakan <a href="https://www.garda.id/tag/langit/" target="_blank">Langit</a> Biru membawa semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga kualitas udara, pantai, sungai, dan ruang hidup masyarakat. Sementara Gerakan Tobat Ekologis mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap alam, dari objek eksploitasi menjadi warisan yang harus dijaga bersama.</p><p><div>[adsense]</div>"<a href="https://www.garda.id/tag/langit/" target="_blank">Langit</a> Biru memberi gerakan, sedangkan Tobat Ekologis memberi kedalaman. Yang satu menggerakkan tangan untuk bertindak, yang lain menggugah hati agar manusia memperbaiki hubungan dengan alam," tulis Abdullah.</p><p>Ia menilai selama ini kebijakan lingkungan sering berjalan sendiri-sendiri. Di satu sisi terdapat gerakan sosial yang penuh semangat namun sering berhenti pada kegiatan seremonial. Di sisi lain, terdapat regulasi dan kebijakan yang kuat di atas kertas, tetapi belum mampu menyentuh kesadaran masyarakat secara luas.</p><p>Karena itu, Abdullah mendorong agar kedua gerakan tersebut dipadukan menjadi fondasi politik lingkungan nasional yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh lagi diposisikan berhadapan dengan upaya pelestarian lingkungan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan melalui konsep infrastruktur hijau yang memperhatikan daya dukung lingkungan, rendah emisi, hemat energi, tangguh terhadap perubahan iklim, serta memberi manfaat langsung kepada masyarakat.</p><p>Ia juga menegaskan bahwa Tobat Ekologis tidak boleh berhenti sebagai seruan moral semata. Pemerintah, katanya, harus berani memperkuat penegakan hukum lingkungan, membenahi tata kelola sampah, memulihkan ekosistem, serta memastikan pihak yang merusak lingkungan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.</p><p>Dalam artikelnya, Abdullah mengingatkan adanya risiko greenwashing, yakni ketika isu lingkungan hanya dijadikan alat pencitraan tanpa perubahan nyata dalam kebijakan maupun praktik pembangunan.</p><p><div>[adsense]</div>"Gerakan membersihkan pantai akan kehilangan makna apabila sampah terus mengalir dari hulu. Penanaman pohon hanya menjadi angka administratif jika bibit tidak dirawat. Lingkungan tidak boleh menjadi bahasa baru bagi pencitraan lama," tegasnya.</p><p>Untuk itu, ia mengusulkan agar keberhasilan gerakan lingkungan diukur melalui indikator yang jelas dan terukur, seperti jumlah sampah yang berhasil dikurangi dari sumber, luas kawasan mangrove yang dipulihkan, proyek infrastruktur rendah karbon yang dibangun, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi sirkular.</p><p>Abdullah juga mendorong penerapan collaborative governance dalam pengelolaan lingkungan. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, organisasi keagamaan, partai politik, dan masyarakat harus menjadi bagian dari satu ekosistem kerja yang saling mendukung.</p><p><div>[adsense]</div>Ia menambahkan, partai politik memiliki tanggung jawab untuk menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari pendidikan politik, penyusunan kebijakan, legislasi, hingga pengawasan anggaran.</p><p>Menutup tulisannya, Abdullah menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan bangsa menjaga kelestarian alam.</p><p>"Indonesia membutuhkan langit yang tetap biru, sungai yang jernih, hutan yang lestari, laut yang sehat, serta generasi yang tidak mewarisi utang ekologis. Di situlah Gerakan <a href="https://www.garda.id/tag/langit/" target="_blank">Langit</a> Biru dan Tobat Ekologis menemukan makna bersama, yaitu membangun Indonesia tanpa kehilangan alam yang menjadi rumahnya," pungkasnya.</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_img20260711wa0019.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10123/langit-biru-bertemu-tobat-ekologis-abdullah-rasyid-dorong-agenda-lingkungan-jadi-fondasi-pembangunan-nasional/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 08:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA  Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pid]]></description>
            <content><![CDATA[<p>JAKARTA &ndash; <a href="https://www.garda.id/tag/jaksa/" target="_blank">Jaksa</a> Agung ST Burhanuddin resmi menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai <a href="https://www.garda.id/tag/jaksa/" target="_blank">Jaksa</a> Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Sabtu (11/7/2026).<br>Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan pengunduran diri tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas penegakan hukum di tengah proses hukum yang sedang ditangani penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia.<br>Menurut Anang, Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan seluruh tugas serta penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai mekanisme yang berlaku.<br>"Kejaksaan Agung juga mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata Anang.<br>Sebelumnya, pada Jumat (10/7/2026), Febrie Adriansyah masih menyatakan tetap menjalankan tugas sebagai Jampidsus dan menerima arahan dari pimpinan Kejaksaan Agung.<br>Nama Febrie belakangan menjadi sorotan setelah penyidik Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi tata kelola batu bara di PT PLN. Dalam proses penyidikan tersebut, penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi dan menyita berbagai barang bukti yang saat ini masih didalami.<br>Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum mengumumkan sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Febrie Adriansyah untuk memimpin Jampidsus.rel</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/65b9eea6e1cc6bb9f0cd2a47751a186f_fb_img_1783732851850.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/hukum-kriminal/10122/jaksa-agung-terima-pengunduran-diri-febrie-adriansyah-sebagai-jampidsus/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 08:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA, Kemanusiaan sudah sepatutnya menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Ini artinya bagi masyarakat pers nasional mengusung si]]></description>
            <content><![CDATA[<p>JAKARTA, Kemanusiaan sudah sepatutnya menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Ini artinya bagi masyarakat pers nasional mengusung sisi kemanusiaan bukan sekadar pilihan, melainkan salah satu prinsip utama.</p><p><div>[adsense]</div>Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, dalam acara bedah buku berjudul &quot;Jurnalisme untuk Kemanusiaan&quot; karya Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah, Dr. Roni Tabroni, di PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.</p><p>Pembedah lain dalam diskusi ini adalah Pemimpin Redaksi CNN Titin Rosmasari, Direktur tvMu Dr. Makroen Sanjaya, dan Ketua Lazismu Ahmad Mujadid Rais. Adapun Ketua PP Muhammadiyah Dadang Rahmad membuka diskusi ini.</p><p>Dalam kesempatan itu, Teguh memberikan apresiasi tinggi kepada Roni Tabroni atas peluncuran buku tersebut. Teguh menilai karya ini sebagai sebuah pengalaman intelektual yang sangat berarti.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9749/berbicara-di-depan-content-creator-teguh-santosa-bandingkan-empat-pemimpin-besar-indonesia/">Berbicara di Depan Content Creator, Teguh Santosa Bandingkan Empat Pemimpin Besar Indonesia</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote><a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> menduga, judul &quot;Jurnalisme untuk Kemanusiaan&quot; digunakan penulis karena prihatin pada praktik jurnalisme yang dirasa menjauh dari tema kemanusian. Sementara, sesungguhnya jurnalisme tidak dapat dipisahkan dengan aspek kemanusiaan. </p><p>Lalu dengan nada bercanda yang khas <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> menyarankan agar dalam cetakan berikutnya, sang penulis menambahkan kata &quot;memang&quot; pada judul buku sehingga menjadi &quot;Memang Jurnalisme untuk Kemanusiaan&quot;.</p><p>Dalam pandangan <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a>, jurnalisme seharusnya bekerja dari &quot;hulu ke hilir&quot;. Artinya, jurnalisme secara ideal harusnya juga berperan memitigasi persoalan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Tidak cukup kita hanya bergerak untuk membantu korban kerusakan lingkungan. Ada hal di hulu yang harus kita lakukan untuk memitigasi jatuhnya korban. Misalnya dengan mengawal kebijakan tata kelola lingkungan sehingga tidak merusak alam dan kebijakan pembangunan tidak malah menciptakan ketimpangan yang ekstrem, yang menciptakan persoalan-persoalan kemanusiaan,&quot; ujar <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a>.</p><p>Intinya, <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> menganalogikan, jurnalisme tidak sekadar menjadi &quot;pemadam kebakaran&quot;. Namun mencegah akar kebakaran tidak terjadi.</p><p>Pada bagian lain, Teguh juga menyoroti tantangan era digital yang kerap membuat jurnalisme terjerembab dalam perangkap algoritma, sehingga hanya membicarakan hal-hal yang superfisial dan artifisial. Karena itu perlu kesadaran kolektif di kalangan masyarakat pers untuk mencegah praktik jurnalisme menjadi &quot;budak algoritma&quot; yang justru dapat menjauhkan jurnalisme dari isu-isu kemanusiaan yang substansial.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/nasional/9695/ideologi-pembangunan-prabowo-membawa-indonesia-lebih-aktif-dan-tidak-jadi-sitting-duck/">Ideologi Pembangunan Prabowo Membawa Indonesia Lebih Aktif dan Tidak Jadi Sitting Duck</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>Pada akhir pernyataannya, <a href="https://www.garda.id/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> berharap diskusi ini menjadi momentum bagi para pengelola media untuk kembali meneguhkan komitmen pada tugas suci jurnalisme, yaitu bekerja untuk kemanusiaan. </p><p>Panduan Jurnalisme Filantropi</p><p>Dr. Roni Tabroni dalam sambutannya mengatakan bahwa buku ini hadir sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya yang lebih berorientasi pada aspek teoretik. Tawaran gagasan di dalam buku ini lahir dari konteks sosial-budaya Indonesia yang unik.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Berangkat dari dua realitas besar yang selama ini berjalan beriringan namun jarang dipertemukan secara sistematis, yakni dunia jurnalisme yang tengah kehilangan relevansi sosialnya di era disrupsi digital, dan Indonesia sebagai negara dengan masyarakat paling dermawan di dunia,&quot; ujarnya.</p><p>Buku ini juga menawarkan sebuah paradigma baru, yakni jurnalisme yang tidak sekadar melaporkan realitas sosial, tetapi juga turut bergerak sebagai katalisator perubahan.</p><p>Dia menambahkan, secara sistematis dan komprehensif, buku ini menguraikan fondasi filosofis hingga teknik operasional, mulai dari framework tiga zona Merah-Kuning-Hijau dan framework P3 (Penyadaran&ndash;Pemberdayaan&ndash;Perubahan) sebagai kontribusi orisinal, hingga panduan teknis liputan berbasis data dan narasi.</p><p><div>[adsense]</div>
			<blockquote>
      		<div class="clear pd5"></div>
      		<b>Baca Juga:</b>
      		<ul>
      		<li>
      		<a href="https://www.garda.id/news/9691/hari-kebebasan-pers-dunia-menjadi-suluh-dan-lokomotif-bangsa/">Hari Kebebasan Pers Dunia: *Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa*</a>
      		</li>
      		</ul>
	      	</blockquote>&quot;Buku ini dirancang untuk dapat dipraktikkan oleh lembaga atau individu. Dengan demikian, dapat dijadikan pegangan oleh kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi media, aktivis filantropi, dan konten kreator yang ingin menjadikan karya mereka bukan sekadar produk informasi, melainkan sebuah instrumen perubahan sosial yang nyata,&quot; katanya lagi.</p><p>Roni Tabroni adalah Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) yang aktif dalam bidang komunikasi, media, dan kebijakan publik. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner KPID Jawa Barat (2020&ndash;2024) dan saat ini menjadi Ketua Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik UMBandung.</p><p>Di lingkungan Muhammadiyah, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah periode 2022&ndash;2027. Selain aktif di dunia akademik, ia terlibat dalam berbagai organisasi profesi, antara lain Pengurus Pusat Aspikom, Pengurus Wilayah ISKI Jawa Barat, Ikatan Jurnalis Indonesia (Ikaji), serta Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ. REL</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://cdn.garda.id/https://www.garda.id/cdn/uploads/images/2026/07/084b6fbb10729ed4da8c3d3f5a3ae7c9_motion_photo_5805308754898738259.jpg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.garda.id/nasional/10121/ketum-jmsi-jurnalisme-beperan-memitigasi-persoalan-kemanusiaan/</link>
            <author><![CDATA[nas]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>