Acara juga dirangkai dengan Malam Anugerah Award 2025, sebuah penghargaan bagi para pelaku media dan tokoh masyarakat yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur H Surya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur yang harus tetap siaga karena kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah. Ia mengaku datang langsung dari lapangan, mewakili unsur Forkopimda Kota Medan yang sejak sore fokus menangani situasi darurat akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga:Gubernur Titip Pesan: Media Siber Harus Menjadi Mitra Strategis Publik
Membacakan sambutan resmi Gubernur, Wagub menyampaikan bahwa keberadaan JMSI sebagai wadah media berbadan hukum dan terverifikasi adalah bagian penting dalam menjaga kualitas informasi di era digital.
"Sumatera Utara sejak tahun 1930-an sudah dikenal sebagai daerah yang maju dalam dunia pers. Dulu, Medan mampu menjadi pusat media besar karena kekuatan ekonomi tembakau Deli. Kejayaan itu harus kita bangkitkan kembali melalui sinergi pemerintah dan media," ujarnya.
Sumut Pernah Jadi Barometer Pers Nasional
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar JMSI Pusat, Hendrik C Bangun, mengingatkan bahwa Sumatera Utara pernah menjadi pusat media paling produktif di Indonesia. Pada era kejayaan tembakau Deli, Medan bahkan mampu menghadirkan klub sepak bola dengan pemain nasional Belanda—sesuatu yang kala itu hanya bisa dilakukan kota besar berkelas dunia.
Baca Juga:"Media besar seperti Sinar Deli lahir dari kekuatan ekonomi masyarakat Sumut. Sekarang JMSI punya tugas untuk menghidupkan kembali marwah itu," tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa GMSI adalah satu-satunya organisasi media yang mensyaratkan anggota berbadan hukum pers yang sah dan terverifikasi, sehingga layak menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kualitas pemberitaan.
Tokoh Masyarakat dan Akademisi Hadir
Wagub berharap kepengurusan JMSI yang baru dapat memperkuat ekosistem informasi yang sehat, melawan disinformasi, dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.rel
Baca Juga: