Setibanya di Kualanamu, tanpa jeda panjang, Kepala Negara langsung menuju helikopter yang telah disiapkan untuk menembus wilayah terdampak yang hingga kini masih sulit dijangkau melalui jalur darat.
Presiden menggunakan Helikopter H-2223, didampingi dua helikopter TNI AU lainnya—HT-7202 dan H-2215—yang memperkuat operasi penerbangan ke wilayah yang terdampak paling parah.
"Banyak jalur masih terputus, tapi kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami," tegas Presiden.
Salah satu kendala paling krusial adalah terbatasnya pasokan BBM yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan alat berat, kendaraan evakuasi, hingga distribusi logistik. Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil langkah taktis untuk memulihkan akses dan memastikan kebutuhan logistik terpenuhi.
Pesawat Hercules TNI AU terus dikerahkan setiap hari, mengangkut kebutuhan pokok dan logistik penyelamatan ke titik-titik yang masih memungkinkan untuk didarati.
"Sekarang masalah BBM tadi, kita kapal besar sudah bisa merapat di Sibolga. Hercules juga terus kita kerahkan, mungkin tiap hari di beberapa titik yang bisa didaratkan," ujar Prabowo.
"Saya kira saya terima kasih sama semua instansi, TNI Polri, PU, BNPB, juga bekerja dengan baik," tuturnya.
Menurut Presiden, kekompakan dan koordinasi seluruh unsur merupakan faktor penentu dalam mempercepat pemulihan di wilayah bencana.