Pantauan di sejumlah SPBU di Kota Medan pada Rabu pagi, seperti di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Brigjen Katamso, menunjukkan BBM jenis Solar dan Pertaminadex masih kosong. Antrean panjang terus terjadi, bukan akibat kepanikan, melainkan karena stok BBM benar-benar terbatas. Karena itu, menurut DPD PDI Perjuangan, pernyataan sejumlah kepala daerah yang mengklaim stok BBM aman adalah "asbun alias bohong".
Bantuan Pangan Terhambat Karena Tak Ada Solar
Baca Juga:Ironisnya, kelangkaan solar telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Tiga unit truk colt diesel yang direncanakan membawa bantuan pangan dari DPD PDI Perjuangan Sumut ke Tapanuli Tengah terpaksa batal berangkat karena sopir tidak mendapat jatah solar di SPBU Medan. Mereka khawatir kehabisan BBM di perjalanan, terutama ketika harus melintas Aceh Singkil.
Akibatnya, kendaraan partai yang biasa diperuntukkan mengangkut orang, kini terpaksa difungsikan sebagai pengangkut logistik darurat.
Pemerintah Pusat Diminta Ambil Alih Pengendalian BBM
Kementerian ESDM dan Pertamina sebelumnya mengklaim kelangkaan terjadi akibat gelombang tinggi di perairan Belawan yang membuat kapal tanker tidak bisa bersandar. Namun, hanya 30 truk BBM dikirim dari Riau melalui jalur darat—jumlah yang dianggap jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Sumut.
Kelangkaan serupa juga terjadi di Taput, Karo, Mandailing Natal, dan hampir seluruh kabupaten/kota di Sumut. Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak mendapat perlakuan setara, sementara para pejabat yang berwenang tetap berada di Jakarta.
Baca Juga:Satgas Nasional Harus Dibentuk dan Berkantor di Sumut
Menurut Sutrisno Pangaribuan, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut, penetapan Keadaan Darurat Bencana Nasional diperlukan agar Kepala Operasi Penanggulangan Bencana bisa ditempatkan langsung di Sumut, bukan dikoordinasikan dari Jakarta seperti saat ini.
"Sumut membutuhkan Satgas Nasional Penanggulangan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi yang berkantor di Sumut. Bukan rapat-rapat di Jakarta sementara rakyat di sini kesusahan," tegas Sutrisno.
Kelangkaan BBM Picu Harga Meroket
Di berbagai desa dan kecamatan di Sumut, harga eceran pertalite telah meroket menjadi Rp 25.000 hingga Rp 35.000 per liter, menambah tekanan bagi warga yang sudah terdampak bencana.
Baca Juga:Seruan untuk Presiden Prabowo
DPD PDI Perjuangan Sumut kembali menyerukan agar Presiden Prabowo segera:
1. Menetapkan status Keadaan Darurat Bencana Nasional untuk Sumut.
3. Memastikan pasokan BBM stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:"Bahlil sebagai Menteri ESDM perlu datang ke Sumut, bawa motor, ikut antre di SPBU. Biar tahu rasanya jadi warga Sumut hari ini," sindir Sutrisno.rel