Sabtu, 28 Februari 2026
Marhaban ya Ramadhan

Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri

Garda.id - Selasa, 19 Agustus 2025 10:06 WIB
Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri
Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri

 

TAKENGON – Di tengah semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Polri Aceh menunjukkan peran yang tak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga merawat persatuan. Lewat program Merah Putih Pondok, Tim Pencegahan Satgaswil Aceh berkolaborasi dengan Yayasan Markaz Al-Gurobah Takengon serta Kemenag Aceh Tengah, menggelar kegiatan Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, Ahad (18/8/2025).


Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi Markaz Al-Gurobah Takengon, karena untuk pertama kalinya pesantren tersebut merayakan hari kemerdekaan bersama Densus 88.


Sekitar 300 peserta hadir, mulai dari santri, wali murid, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah daerah. Suasana kegiatan kental dengan nuansa kebangsaan, sekaligus menjadi momentum menepis stigma yang selama ini kerap melekat pada sebagian pondok pesantren.


Kasatgaswil Densus 88 Aceh Kombes Pol Fadli Widitanto SIK SH MH melalui Katim Pencegahan, IPDA Said Martunis SH, menegaskan bahwa kehadiran Densus 88 bukan hanya sebatas menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga merajut kembali kepercayaan masyarakat.


“Kami mengajak seluruh pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon dan masyarakat sekitar untuk memaknai kemerdekaan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap NKRI. Citra positif hanya bisa diraih jika pondok ini benar-benar berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” kata IPDA Said.


Ia menambahkan, kemerdekaan yang dirasakan hari ini adalah buah perjuangan para ulama dan pendiri bangsa. Karena itu, menurut dia, merawatnya merupakan tanggung jawab bersama lewat semangat kebhinekaan dan persatuan.


Pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon, Ustad Sayuti Ambia, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan, lembaganya siap menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan paham intoleransi dan radikalisme berbasis kekerasan (IRET).


“Program ini momentum penting bagi kami untuk berbenah, membangun citra positif pesantren, serta berperan aktif dalam menyuarakan bahaya paham IRET,” ujar Ustad Sayuti.


Tak sekadar seremoni, kegiatan berlangsung penuh warna. Lomba antar-santri hingga penyuluhan ideologi kebangsaan mengisi acara, menjadikannya lebih hidup dan edukatif.


Program Merah Putih Pondok ini menegaskan wajah baru pendekatan Densus 88—dari yang dulu dikenal keras, kini juga hadir dalam balutan humanis dan persuasif. Kolaborasi aparat keamanan, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan ideologi bangsa bisa diperkuat dengan kebersamaan. (R/M)

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Narsum Dialog Publik, Dr Asren Nasution, MA: Rencana Kontinjensi Jadi Kunci Strategis Pengurangan Risiko Bencana
Kapolda Sumsel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers dalam Momentum Ramadan
Prabowo Minta Evaluasi Ulang, Izin Tambang Emas Martabe Berpeluang Dipulihkan
DPW PKB Sumut Konsolidasi ke Dairi, Karo dan Pakpak Barat
Berkah Ramadhan 1447 H/2026, PKB Sumut Berbagai Takjil kepada Ratusan Pengemudi Ojol
RAMADHAN KESEMBILAN, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI MEDAN MAIMUN
 
Komentar