Kamis, 25 Juni 2026

Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri

Garda.id - Selasa, 19 Agustus 2025 10:06 WIB
Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri
Pertama Kali, Ponpes Al-Gurobah Takengon Meriahkan HUT RI Bareng Densus 88 AT Polri

 

TAKENGON – Di tengah semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Polri Aceh menunjukkan peran yang tak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga merawat persatuan. Lewat program Merah Putih Pondok, Tim Pencegahan Satgaswil Aceh berkolaborasi dengan Yayasan Markaz Al-Gurobah Takengon serta Kemenag Aceh Tengah, menggelar kegiatan Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, Ahad (18/8/2025).


Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi Markaz Al-Gurobah Takengon, karena untuk pertama kalinya pesantren tersebut merayakan hari kemerdekaan bersama Densus 88.


Sekitar 300 peserta hadir, mulai dari santri, wali murid, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah daerah. Suasana kegiatan kental dengan nuansa kebangsaan, sekaligus menjadi momentum menepis stigma yang selama ini kerap melekat pada sebagian pondok pesantren.


Kasatgaswil Densus 88 Aceh Kombes Pol Fadli Widitanto SIK SH MH melalui Katim Pencegahan, IPDA Said Martunis SH, menegaskan bahwa kehadiran Densus 88 bukan hanya sebatas menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga merajut kembali kepercayaan masyarakat.


“Kami mengajak seluruh pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon dan masyarakat sekitar untuk memaknai kemerdekaan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap NKRI. Citra positif hanya bisa diraih jika pondok ini benar-benar berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” kata IPDA Said.


Ia menambahkan, kemerdekaan yang dirasakan hari ini adalah buah perjuangan para ulama dan pendiri bangsa. Karena itu, menurut dia, merawatnya merupakan tanggung jawab bersama lewat semangat kebhinekaan dan persatuan.


Pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon, Ustad Sayuti Ambia, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan, lembaganya siap menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan paham intoleransi dan radikalisme berbasis kekerasan (IRET).


“Program ini momentum penting bagi kami untuk berbenah, membangun citra positif pesantren, serta berperan aktif dalam menyuarakan bahaya paham IRET,” ujar Ustad Sayuti.


Tak sekadar seremoni, kegiatan berlangsung penuh warna. Lomba antar-santri hingga penyuluhan ideologi kebangsaan mengisi acara, menjadikannya lebih hidup dan edukatif.


Program Merah Putih Pondok ini menegaskan wajah baru pendekatan Densus 88—dari yang dulu dikenal keras, kini juga hadir dalam balutan humanis dan persuasif. Kolaborasi aparat keamanan, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan ideologi bangsa bisa diperkuat dengan kebersamaan. (R/M)

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
APEKSI XVIII Menggema di Medan, PWPM Siap Jadi Corong Potensi Kota ke Panggung Nasional
PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80
10 Propinsi Berlaga di Sumut Nasional Taekwondo Championship
JMSI Sumut dan Sumut 24 Group Mendukung Kota Medan menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Rakernas APEKSI XVIII
Ketum PWI Pusat akan Hadiri FG PWI Sumut, Farianda Ingatkan Panitia Maksimalkan Pelayanan
JMSI Kecam Keras Hilangnya Akun Instagram Hendri Satrio, Sebut Upaya Pembungkaman dalam Demokrasi
 
Komentar