| PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberikan bantuan kepada 40 penyintas di Wilayah Sumatera Utara.isy |
BATUBARA l SUMUT24.co
Sebagai bentuk dukungan pemberantasan tindak pidana terorisme, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberikan bantuan kepada 40 penyintas di Wilayah Sumatera Utara.
Penyerahan bantuan berupa dana pendidikan, pengembangan usaha total 100 juta rupiah, berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI dan Forum Silaturahmi Penyintas (Forsitas) Provinsi Sumatera Utara.
"Bantuan ini merupakan komitmen Inalum dalam mendukung pemberantasan terorisme dan usaha perusahaan dalam memulihkan korban terorisme di Indonesia khususnya di Sumatera Utara,"ujar
Vice President CSR Inalum Ali Hasian, Jum'at (9/6/23).
Disebutkan, bantuan itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan penyintas terorisme di Sumatera Utara, dengan harapan bisa berguna untuk para penyintas untuk mempercepat pemulihan psikologis dan mental para penyintas.
“Komitmen perusahaan bisa menjadi bagian dari pemulihan korban aksi terorisme dengan berbagai cara, salah satunya berkolaborasi dengan BNPT. Semoga ini bisa menjadi cahaya harapan baru dalam kegelapan yang dihadapi para korban Penyintas untuk dapat kembali beraktivitas, berkarya, dan berkontribusi kepada Indonesia,”ucap Ali.
Melalui kolaborasi antara Inalum, BNPT dan Forsitas diharapkan seluruh korban tindak pidana terorisme serta masyarakat untuk bisa menjaga perdamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa, juga menyamakan visi misi, bahwa terorisme merupakan musuh bersama yang harus diperangi.
Diharapkan Forum silaturahmi penyintas ini menciptakan kemitraan strategi antara BNPT dan Penyintas dalam penanggulangan terorisme, khususnya penyebaran pesan perdamaian di lingkungan masyarakat, untuk terwujudnya rasa saling menguatkan dan saling memotivasi diantara sesama Penyintas untuk bangkit dan berkontribusi di masyarakat serta terimplementasi peran negara dalam rangka memberi pendampingan dan pemulihan kepada warga negara pasca aksi terorisme.
"Bantuan Rp 100 juta yang diberikan kepada 40 orang penyintas ini ditujukan untuk dipergunakan sebagai bantuan dana pendidikan, pengembangan usaha serta sebagai bentuk dukungan Inalum dalam pemulihan psikologi penyintas,"tutup Ali.(Jo)