Jumat, 27 Februari 2026
Marhaban ya Ramadhan

Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman

Nas - Selasa, 21 Januari 2025 14:57 WIB
Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman
Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman


Simalungun – Aktivitas galian tanah urug di Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, menuai keluhan dari warga sekitar. Kegiatan yang dilakukan untuk kebutuhan penimbunan pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar ini dinilai mengganggu lingkungan dan meresahkan masyarakat.


Boru Siahaan, seorang pemilik warung, mengungkapkan bahwa sisa tanah dari penggalian kerap jatuh di badan jalan, menimbulkan debu yang beterbangan hingga masuk ke dalam rumah dan warung warga. "Debu yang masuk membuat warga merasa tidak nyaman. Kami sudah meminta pengusaha menyiram jalan, tapi penyiraman hanya sesekali dilakukan," ujarnya, Minggu (19/1).


Hal serupa disampaikan Boru Simanjuntak, yang menilai bahwa gundukan tanah yang berserakan di jalan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. "Tanah yang jatuh dibiarkan begitu saja, sehingga jalan menjadi becek saat disiram. Kondisi ini menyulitkan pengendara," katanya.


Selain itu, Marga Parna, salah seorang warga, menilai keberadaan tambang tanah urug di tengah pemukiman masyarakat sangat mengkhawatirkan. "Setiap hari puluhan dump truck parkir dan bermanuver di tepi jalan, menyebabkan kemacetan. Lokasi tambang ini tidak layak berada di dekat pemukiman," tegasnya.


Warga menyebut bahwa beberapa minggu terakhir, mereka telah menggelar aksi damai dan melayangkan surat keberatan kepada pihak pengusaha tambang. Namun, hingga kini, aktivitas tambang tetap berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan signifikan.


"Sudah ribuan kubik tanah dikeruk dari lokasi tambang ini. Kami meminta instansi terkait untuk meninjau ulang izin tambang dan memastikan bahwa aktivitas tersebut memenuhi aturan yang berlaku," harap Marga Parna.


Sementara itu, pengusaha tambang M. Purba saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah berupaya meminimalkan dampak lingkungan. "Kami sudah menugaskan pekerja untuk membersihkan sisa tanah di jalan, dan kendaraan kami tutupi dengan terpal," katanya melalui sambungan telepon.


Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan pihak berwenang untuk menertibkan tambang tersebut demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.


(Es)


Editor
: Nas
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Kapolda Sumsel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers dalam Momentum Ramadan
Prabowo Minta Evaluasi Ulang, Izin Tambang Emas Martabe Berpeluang Dipulihkan
DPW PKB Sumut Konsolidasi ke Dairi, Karo dan Pakpak Barat
Berkah Ramadhan 1447 H/2026, PKB Sumut Berbagai Takjil kepada Ratusan Pengemudi Ojol
RAMADHAN KESEMBILAN, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI MEDAN MAIMUN
GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace
 
Komentar