Sabtu, 28 Februari 2026
Marhaban ya Ramadhan

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

Nas - Minggu, 18 Mei 2025 04:18 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

 

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap 



Medan– Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih stagnan dan belum menunjukkan kemajuan berarti. Pola penanganan yang diterapkan masih konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tanpa ada inovasi pengelolaan yang berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan oleh praktisi lingkungan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap, kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/5).


“Penanganan sampah di Kota Medan belum menunjukkan progres atau peningkatan. Masih menerapkan pola dan kebiasaan lama, menjalankan kebijakan yang terkesan stagnan tanpa terobosan untuk mengurai benang kusut persoalan sampah,” tegas Marwan yang juga pernah menjadi tim penilai Adipura untuk Kota Medan.


Menurut Marwan, jika pola lama terus dipertahankan, maka target pengurangan sampah sebesar 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang tidak akan tercapai.


“Sudah saatnya Pemko Medan meninggalkan cara lama. Penanganan sampah seharusnya bergeser dari sekadar membuang ke arah pengelolaan, sehingga sampah dapat dimanfaatkan secara ekonomi maupun ekologis,” ujarnya.


Ia juga menyoroti kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping tanpa proses pengolahan. Fasilitas Pengolahan Sampah Skala Kota (FPSSK) disebut minim aktivitas, dan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) juga masih sangat terbatas jumlahnya.


“Seyogianya setiap kecamatan memiliki TPS 3R agar sampah dapat disortir, dipilah, dan diolah lebih dulu. Hanya residu yang tidak bermanfaat yang dibuang ke TPA dengan pengolahan agar ramah lingkungan,” lanjutnya.


Marwan juga menyayangkan belum optimalnya upaya pengurangan sampah di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan permukiman. Meskipun ada fasilitas yang tersedia, namun belum dimanfaatkan maksimal.


“Predikat Medan sebagai kota metropolitan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan perlu dipertanyakan. Jangan sampai hanya simbolis tanpa sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan,” pungkasnya.rel




Editor
: Nas
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Kapolda Sumsel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers dalam Momentum Ramadan
Prabowo Minta Evaluasi Ulang, Izin Tambang Emas Martabe Berpeluang Dipulihkan
DPW PKB Sumut Konsolidasi ke Dairi, Karo dan Pakpak Barat
Berkah Ramadhan 1447 H/2026, PKB Sumut Berbagai Takjil kepada Ratusan Pengemudi Ojol
RAMADHAN KESEMBILAN, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI MEDAN MAIMUN
GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace
 
Komentar