Jumat, 28 Agustus 2026

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

Nas - Minggu, 18 Mei 2025 04:18 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

 

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap 



Medan– Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih stagnan dan belum menunjukkan kemajuan berarti. Pola penanganan yang diterapkan masih konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tanpa ada inovasi pengelolaan yang berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan oleh praktisi lingkungan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap, kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/5).


“Penanganan sampah di Kota Medan belum menunjukkan progres atau peningkatan. Masih menerapkan pola dan kebiasaan lama, menjalankan kebijakan yang terkesan stagnan tanpa terobosan untuk mengurai benang kusut persoalan sampah,” tegas Marwan yang juga pernah menjadi tim penilai Adipura untuk Kota Medan.


Menurut Marwan, jika pola lama terus dipertahankan, maka target pengurangan sampah sebesar 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang tidak akan tercapai.


“Sudah saatnya Pemko Medan meninggalkan cara lama. Penanganan sampah seharusnya bergeser dari sekadar membuang ke arah pengelolaan, sehingga sampah dapat dimanfaatkan secara ekonomi maupun ekologis,” ujarnya.


Ia juga menyoroti kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping tanpa proses pengolahan. Fasilitas Pengolahan Sampah Skala Kota (FPSSK) disebut minim aktivitas, dan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) juga masih sangat terbatas jumlahnya.


“Seyogianya setiap kecamatan memiliki TPS 3R agar sampah dapat disortir, dipilah, dan diolah lebih dulu. Hanya residu yang tidak bermanfaat yang dibuang ke TPA dengan pengolahan agar ramah lingkungan,” lanjutnya.


Marwan juga menyayangkan belum optimalnya upaya pengurangan sampah di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan permukiman. Meskipun ada fasilitas yang tersedia, namun belum dimanfaatkan maksimal.


“Predikat Medan sebagai kota metropolitan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan perlu dipertanyakan. Jangan sampai hanya simbolis tanpa sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan,” pungkasnya.rel




Editor
: Nas
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
JMSI Sumut Dukung Penuh Program Irigasi Bobby Nasution, Pastikan Air Mengalir ke Lahan Petani
Siap Hadapi Musim Baru, JNE kembali mendukung Tim Cosmo JNE FC di Liga Futsal Profesional 2026/2027
Dosen UNPAB Raih Top 3 Sinta Score Overall (SSO) 2026
Muktamar ke-35 NU Dimulai, Prabowo: NU Institusi Bersejarah yang Berjasa Besar bagi Indonesia
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Ranperda P-APBD 2026 ke DPRD, Fokus Infrastruktur dan Pemulihan Pascabencana
Pemprov Sumut Optimalkan 21 Daerah Irigasi, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut Gibson Panjaian :  Lahan Pertanian Produktif Ditargetkan Capa
 
Komentar