Medan,Wali Kota Medan Rico Waas berharap para guru tidak hanya meningkatkan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga memperkuat pendekatan emosional serta pemahaman terhadap karakter anak-anak masa kini.
Rico Waas menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik sekaligus pembentuk karakter. Menurutnya, kedekatan emosional antara guru dan murid merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran.
"Peserta didik adalah manusia, bukan robot. Guru adalah figur pengganti orang tua di sekolah. Karena itu, pendekatan emosional dan komunikasi langsung harus tetap dibangun," tegasnya.
Baca Juga:Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini telah memasuki era modern yang sangat berbeda dibandingkan masa lalu. Penilaian terhadap peserta didik tidak lagi semata-mata berbasis akademik, tetapi juga mencakup minat, bakat, kompetensi, serta kondisi mental. Metode pembelajaran pun terus berkembang seiring dengan tuntutan zaman dan kemajuan teknologi.
Seiring pesatnya perkembangan tersebut, Rico Waas menyebut Pemerintah Kota Medan telah mulai menerapkan pembelajaran berbasis digital, salah satunya melalui peluncuran kelas digital di SMP Negeri 11 serta sejumlah sekolah lainnya di Kota Medan. Pemanfaatan smart class, smartboard, dan perangkat digital dinilai mampu membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan kolaboratif.
Meski demikian, Rico Waas mengingatkan agar pemanfaatan teknologi dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan ketergantungan, terutama pada anak-anak. Ia juga menyoroti peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah agar komunikasi langsung dan interaksi sosial dalam keluarga tetap terjaga.
Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas juga secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada 146 guru yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di dunia pendidikan. Selain itu, Wali Kota Medan turut menyerahkan bantuan kepada guru-guru yang terdampak bencana banjir sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kota Medan.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Medan Periode 2025–2030, Andi Yudhistira, menegaskan bahwa organisasi yang selama ini bergerak dalam ranah profesi dan perjuangan akan mulai menggeser fokusnya pada pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan.