Asahan | Garda.id
Pulahan masyarakat dari Desa Panca Arga dusun 7, 8 dan 9 Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan Datangi kantor DPRD Kabupaten Asahan yang langsung Di trima ketua DPRD Asahan Baharudin Harahap SH MH.
dalam pertemuan tersebut ketua DPRD asahan meminta agar langsung di Rapat kan Di Bangar biar pak Wagini yang bicara memwakilai masarakat Desa Panca arga
dari Praks Partai GARINDA Supaya di Pasilitasi ke PU PR untuk membahas jalan ini biar dirapat kan kita usahan kan semoga tahun 2023 ini akan Di kerjakan ucapannya
Sementara Kadis PUTR Agus Jaka Putra Ginting, SH, MH. Pasalnya jalan utama di dusun mereka saat ini kondisinya rusak parah dan sudah 25 tahun lebih tidak pernah diperbaiki oleh Pemkab Asahan
Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR ) Asahan Agus Jaka Putra Ginting, SH, MH didampingi Kabid Jalan dan Jembatan Haris Rambe, ST, dalam kesempatan tersebut memohon maaf kepada warga yang mendatanginya. " Mohon maaf mungkin selama ini terabaikan, namun permasalahan ini akan menjadi perhatian dan prioritas bagi kami di tahun depan, Selasa ( 15/11/2022 ) pukul 13.00 Wib di kantin kantor DPRD Asahan
Dinas PUTR Kabupaten Asahan akan mengusahakan tentang permasalahan jalan yang rusak di dusun 7,8 dan 9 ini agar menjadi agenda pembahasan di tahun depan. Karena semua pekerjaan tetap menggunakan sumber anggaran dari dana APBD Asahan
Dalam waktu dekat dinas PUTR Kabupaten Asahan secepatnya akan segera turun kelapangan untuk melihat langsung kondisi jalan utama yang rusak. Sabar, semua butuh proses dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, janji Agus Jaka kepada warga
Sementara itu salah seorang warga dusun 7 amol ( 56) kepada Wartawan mengatakan, sudah hampir 25 tahun lamanya jalan utama di dusun 7, 8 dan 9 tidak pernah tersentuh perbaikan. Padahal setiap rapat Musrenbang berulang kali sudah kami usulkan dan dibahas, namun hasilnya tidak juga terealisasi
Hampir 3 kilometer jalan yang menghubungkan desa Rawang Panca Arga yang menuju Kabupaten Batu Bara kondisinya rusak parah dan berlobang lobang serta berlumpur. Akibatnya aktivitas masyarakat dalam mengangkut hasil bumi padi dan sawit dari desa kami menjadi terhambat, ujar amul dengan nada kesal
Sambil menangis, hal senada juga disampaikan Tutik ( 31 ) warga dusun 8, sudah hampir 2 Minggu ini anak anak kami tidak dapat bersekolah, hal tersebut disebabkan oleh karena jalan di dusun kami rusak parah. Jangankan Kenderaan roda 2 dan 4, berjalan kaki saja sangat sulit untuk dilalui
Apalagi bila dilihat jarak tempuh antara rumah dan sekolah anak kami yang mencapai hampir 8 kilometer, cukup sedih bila melihat anak anak sekolah pada saat berjalan kaki dijalan yang rusak sambil meninting sepatu sekolahnya. Untuk itu kami berharap kepada Bupati Asahan dan Kadis PUTR untuk dapat segera memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut. Kami gak butuh janji janji dari pemerintah, kami butuh jalan didesa kami segera diperbaiki, tegas Tutik dengan geram.(ES)