Senin, 13 Juli 2026

Diakhir Jabatan Zarnawi Copot Sejumlah Pejabat, DRPD Duga Ada Mafia Jabatan

Garda.id - Senin, 08 Januari 2024 05:01 WIB
Diakhir Jabatan Zarnawi Copot Sejumlah Pejabat, DRPD Duga Ada Mafia Jabatan
Diakhir Jabatan Zarnawi Copot Sejumlah Pejabat, DRPD Duga Ada Mafia Jabatan

Kebijakan Plt Bupati Padanglawas Ahmad Zarnawi Pasaribu .ist




Padanglawas | gardi.id


Kebijakan Plt Bupati Padanglawas Ahmad Zarnawi Pasaribu  melakukan pencopotan sejumlah pejabat dan Kepala Sekolah baru-baru ini menuai protes keras dari anggota DPRD.



Malah anggota dewan menilai  pencopotan sejumlah pejabat patut diduga ada permainan mafia jabatan. Apalagi sisa masa jabatan Zarnawi tinggal satu bulan lagi.



" Pergantian kepala sekolah dan  pejabat lainnya  patut diduga dicampur-tangani  mafia jabatan dan dipengaruhi oleh perasaan like or dislike," kata M Ike Taken Hasibuan anggota DPRD Padanglawas Senin (8/1). 



Ike menyebutkan, kebijakan mencopot sejumlah pejabat, baik camat, kepala bidang dan kepala sekolah  kurang etis jika mereka  yang diberhentikan itu saat  fokus kerja dan ada yang menjelang pensiun.



Mestinya  kata Ike sangat pantas jika  mereka yang hendak pensiun diberi rasa bangga ketika dia pensiun  sedang menjjabat. " Bukan diberhentikan beberapa saat sebelum pensiun," sebut Ike.



Politisi Partai Amanat Nasional ( PAN) ini mengatakan, pencopotan para kepala sekolah juga dinilai menaprak Permendikbud No.40/2021. Sehingga kebijakan pencopotan itu terkesan asal ganti tanpa melihat kualifikasi dan persyaratan kepala sekolah. 



"Atau jangan jangan mereka tidak  mengetahui peraturan," tegas Ike.



Informasi  diperoleh, para kepala sekolah yang dicopot sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Mereka hanya ditelpon dan disuruh untuk datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk mengambil Surat Perintah Tugas ( SPT.


" Gak ada pemberitahuan sebelumnya, tiba tiba saya ditelpon Kasubag untuk datang mengambil SPT ke Dinas Pendidikan. Saya tanya SPT apa ?, tidak dikasih tahu, eh rupanya pencopotan jabatan," ujar salah seorang kepala sekolah di Kecamtan Barumun.



Alasan pencopotan dirinya katanya sampai saat ini tidak jelas. Apakah karena ada kesalahan yang fatal atau bagaimana ia sendiri tidak tahu.



" Mestinya kabar kabarilah, kaget juga kita begini caranya," kata kepala sekolah ini.



Nasib yang sama juga katanya dirasakan oleh kawan kawanya kepala sekolah yang lain. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya hanya disuruh datang mengambil SPT ke Dinas Pendidikan.



" Apa lagi yang mau kita bilang, pasrah sajalah, tapi paling tidak maunya jangan semena mena gjtu, adalah maunya pemberitahuan," ungkap kepala sekolah yang dikenal berprestasi itu.( as)




Teks foto : Plt Bupati Padanglawas Ahmad Zarnawi Pasaribu  Istimewa

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara
Tahun Ajaran Baru Dimulai, MAS TPI Plus Keterampilan Medan Bekali Siswa dengan Ilmu dan Keterampilan
Awali Tahun Ajaran 2026/2027, TPI Medan Perkuat Pendidikan Berkarakter melalui Tradisi Marhaban dan Tepung Tawar
SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi
Boyong 4 Emas di Lampung, Taekwondo Sumut Dapat Wild Card di Indonesia Open
BREAKING NEWS: Konglomerat Properti Tan Kian Diamankan Polisi, Diperiksa sebagai Saksi dalam Pengembangan Kasus Eks Jampidsus
 
Komentar