KUKAR — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, menegaskan jurnalis saat ini menghadapi tantangan besar di tengah disrupsi media digital, di mana arus informasi bergerak sangat cepat dan semua orang dapat menjadi produsen berita.
Ia hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya retreat jurnalis pertama di Kaltim.
"Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi media. Bagaimana media yang legal, kompeten, dan beretika tetap relevan serta dipercaya di tengah banjir informasi instan," ujar Faisal.
Ia menilai tema retreat "Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah" sangat relevan dengan kondisi saat ini. Perkembangan teknologi, katanya, menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara bertahan bagi insan pers.
Baca Juga:
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya hubungan yang sehat antara media, pemerintah, dan swasta. Menyampaikan informasi positif tentang daerah, kata Faisal, bukan berarti menjadi corong kekuasaan, melainkan bagian dari membangun ekosistem informasi dan ekonomi yang seimbang.
"Jika daerah terus diberitakan negatif tanpa keseimbangan, investasi bisa enggan masuk dan ekonomi melemah. Pada akhirnya media juga yang terdampak," jelasnya.
Ia berharap Retreat JMSI Kaltim 2026 mampu melahirkan jurnalis yang lebih adaptif, berpikir jernih, serta memiliki daya tahan di tengah tantangan zaman.