Jumat, 30 Januari 2026

Di Retreat JMSI Kaltim, Faisal Tekankan Peran Jurnalis di Tengah Disrupsi Media

Nas - Rabu, 21 Januari 2026 19:17 WIB
Di Retreat JMSI Kaltim, Faisal Tekankan Peran Jurnalis di Tengah Disrupsi Media
Retreat JMSI Kaltim 2026 diikuti 25 peserta dari Kutai Kartanegara dan Samarinda, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki.red

KUKAR — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, menegaskan jurnalis saat ini menghadapi tantangan besar di tengah disrupsi media digital, di mana arus informasi bergerak sangat cepat dan semua orang dapat menjadi produsen berita.


Menurut Faisal, media profesional kini tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga dengan akun media sosial, buzzer, hingga news influencer yang mampu menyebarkan informasi dalam hitungan detik tanpa selalu mengindahkan kaidah jurnalistik.
Hal tersebut disampaikan Faisal saat membuka secara resmi kegiatan Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Tahun 2026, Rabu (21/1/2026).

Ia hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya retreat jurnalis pertama di Kaltim.
"Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi media. Bagaimana media yang legal, kompeten, dan beretika tetap relevan serta dipercaya di tengah banjir informasi instan," ujar Faisal.


Ia menilai tema retreat "Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah" sangat relevan dengan kondisi saat ini. Perkembangan teknologi, katanya, menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara bertahan bagi insan pers.

Baca Juga:

Faisal menekankan retreat bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi ruang refleksi dan introspeksi bagi jurnalis untuk menata kembali arah dan peran profesinya. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta dinilai penting agar kegiatan berjalan maksimal.


Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya hubungan yang sehat antara media, pemerintah, dan swasta. Menyampaikan informasi positif tentang daerah, kata Faisal, bukan berarti menjadi corong kekuasaan, melainkan bagian dari membangun ekosistem informasi dan ekonomi yang seimbang.
"Jika daerah terus diberitakan negatif tanpa keseimbangan, investasi bisa enggan masuk dan ekonomi melemah. Pada akhirnya media juga yang terdampak," jelasnya.


Ia berharap Retreat JMSI Kaltim 2026 mampu melahirkan jurnalis yang lebih adaptif, berpikir jernih, serta memiliki daya tahan di tengah tantangan zaman.


Retreat JMSI Kaltim 2026 diikuti 25 peserta dari Kutai Kartanegara dan Samarinda, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki.red

SHARE:
 
Tags
Di
 
Berita Terkait
Adies Kadir Mundur dari Partai Sebelum Diangkat Jadi Hakim MK
Di Hari Ulang Tahunnya, Andar Amin Harahap Didukung Tampil sebagai Ketua Golkar Sumatera Utara
Dicari Mitra Se-Indonesia! Antarmobil Buka Pendaftaran HUB Logistik, Syarat Mudah Cuma Modal Lahan
Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho Resmi Pimpin Polda Sumsel, Bawa Visi Baru untuk Keamanan dan Pelayanan Publik
Di Tengah Bencana Banjir, Dugaan Penimbunan Tenda Belajar dan Dana Bantuan BPMP Aceh Mencuat
Dirancang untuk Intensitas Grand Slam, New Balance Rilis Australian Open Apparel Collection 2026
 
Komentar