MENDUNG di Kota Minneapolis Selatan, mengantar kepergian seorang penyair wanita Amerika Serikat, Rabu (7/1/26) siang. Penyair bernama Renee Nicole Good itu, ditembak mati petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) setempat. Dia berlumuran darah dalam mobil SUV yang dikemudikannya, meski sempat membela diri dengan kata-kata yang lebih mirip puisi.
Seorang petugas ICE menembak Renee Nicole (37), melalui jendela mobil. Insiden mematikan ini langsung memicu kemarahan publik dan memperkeruh situasi di tengah operasi pengetatan imigrasi. Akibatnya, Amerika Serikat bergolak dan dipenuhi para demonstran di beberapa negara bagian hingga Minggu pagi ini. Bahkan Presiden Donald Trump di negara bagian Minnesota itu, mendapat caci maki yang dahsyat dengan spanduk yang kasar dan kata olok-olok.
Kini kasus itu terulang kembali. Seorang wanita yang menyebut diri sebagai penyair dan baru saja mendapat penghargaan sastra, juga tewas ditembak dengan menggenaskan. Renee baru pindah ke Minneapolis pada tahun lalu dari Kansas City.
Minnesota Star Tribunemelaporkan, dia pernah menjadi pembawa acara podcast bersama suami keduanya, Tim Macklin, yang meninggal pada 2023. "Mereka memiliki seorang putra, yang sekarang berusia enam tahun," kata ayah Tim Macklin kepada surat kabar tersebut.
Ibu Renee mengatakan kepadaMinnesota Star Tribune, putrinya "bukan bagian dari apa pun" yang melibatkan penentangan terhadap agen ICE. Ibu Donna Ganger, menjelaskan, putrinya mungkin ketakutan saat bersitegang dengan aparat imigrasi yang melihatnya. Renee kemudian ditembak hingga mati.
Sang ibu menambahkan, anaknya itu merupakan salah satu orang paling baik yang pernah dia kenal dan rasakan. "Dia sangat penyayang dan baik dengan banyak orang. Dia tetangga yang paling familiar. Sahabatnya juga banyak," ujar Ganger kepada surat kabar harian tersebut.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, berkata bahwa Renee telah menguntit dan menghalangi pekerjaan mereka, sepanjang hari dengan "memblokir mereka" dengan mobilnya dan meneriaki mereka. "Renee mempersenjatai kendaraannya," kata Noem kepada wartawan, dan kemudian mencoba menabrak salah satu petugas dalam upaya untuk membunuh atau melukai.
Kenapa petugas menghilangkan nyawa Renee? Menurut Noem, petugas imigrasi federal AS, juga takut kehilangan nyawanya. Makanya petugas melepaskan tembakan guna membela diri. Mereka mendapat laporan, bahwa Renee berada di lokasi penggerebekan petugas imigrasi ICE, sebagai pengamat hukum —seorang relawan yang memantau aktivitas polisi dan pasukan keamanan dalam unjuk rasa serta berbagai operasinya.
Namun walikota kota Menniapolis mengatakan, petugas imigrasi yang menembak Renee telah bertindak sembrono. "Setelah melihat videonya, saya ingin mengatakan kepada semua orang secara langsung: itu omong kosong," kata Walikota Jacob Frey.
Penembak itu, jelas walikota, adalah seorang petugas yang menyalahgunakan kekuasaan secara sembrono yang mengakibatkan seseorang meninggal, terbunuh. Dan Renee tinggal hanya beberapa blok dari tempat dia dibunuh. Lokasi kejadian, tambah Pak Walikota, berjarak sekitar satu mil dari tempat George Floyd dibunuh pada 2020 oleh seorang petugas polisi kota.
#Penghargaan Sastra#
Renee Nicole Good, dikenal oleh teman-temannya sebagai pecinta seni dan kebudayaan. Dia juga diketahui sebagai penulis dan tokoh sastra di kalangan anak muda. Dia seorang penulis kreatif di Old Dominion University, Norfolk, Virginia. Bahkan sebagian orang menggelarinya penyair, setelah memperhatikan dan mendengarkan dia membaca puisi .
Selain penulis kreatif, Renee sering diminta menjadi pembicara dalam pertemuan sastra dan kebudayaan di kampus atau di komunitas kesenian. Dia juga hobi menonton film secara maraton dan membuat karya seni bersama putri dan kedua putranya. Dia juga sering menulis catatan harian di biografinya.
Renee lulus dari Fakultas Seni dan Sastra, Old Dominion University, Norfolk, Virginia, dengan gelar di bidang Sastra Iggris. Karena itu, iya selalu melahirkan karya-karya yang banyak mendapat pujian dan kritikan dari para sastrawan besar di Amerika.
"Semoga kehidupan Renee menjadi pengingat tentang apa yang menyatukan kita: Kebebasan, cinta, dan perdamaian," tulis Presiden Universitas Old Dominion, Brian.
Begitulah! Itulah yang dihadapi Renee.Nicole Good. Kematiannya, benar-benar membuat Amerika bergolak dimana-mana, bahkan kini hampir di sebagian besar negara bagian Amerika. Kita hanya bisa mengamati dan hanya bisa nenebak-nebak, apakah Renee seorang sarjana sastra atau seorang teroris? Entahlah! ***