MEDAN | Garda.id
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Manajemen Festival V2 dan sekaligus mendukung program Literasi dan Inklusi Keuangan Bank Sumut yang menargetkan pembentukan ekosistem finansial berkelanjutan di Sumatera Utara.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 oleh OJK dan BPS menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun baru mencapai 51,70%. Rendahnya literasi tersebut, ditambah mudahnya akses transaksi digital dan fenomena FOMO, dinilai dapat memicu perilaku konsumtif di kalangan remaja.
Baca Juga:Untuk menjawab tantangan itu, Bank Sumut menghadirkan praktisi sekaligus Key Opinion Leader, Siti Hawarina Simbolon Mulia, dalam sesi bertajuk "Hedon? Untuk Apa?". Sebanyak 300 mahasiswa menerima pemaparan mengenai manajemen risiko keuangan pribadi, pentingnya pengendalian gaya hidup konsumtif, hingga strategi mengoptimalkan teknologi digital untuk perencanaan finansial jangka panjang.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Sumut, Suwandi, menegaskan bahwa program literasi keuangan ini merupakan upaya strategis perusahaan dalam membangun ketahanan finansial generasi muda.
> "Kolaborasi dengan UINSU ini kami lakukan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dalam setiap keputusan finansial," ungkapnya.
Acara juga dihadiri oleh jajaran Dekanat FEBI UINSU, termasuk Dr. Marliyah, M.Ag, selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk lebih mandiri secara finansial sejak usia muda.
PT Bank Sumut menegaskan akan terus menghadirkan program edukasi keuangan yang inklusif dan berdampak nyata sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.Rel
Baca Juga: