MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Bank Sumut tumbuh lebih progresif di bawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) yang baru. Hal ini dinilainya penting mengingat dinamika kondisi global, di mana sektor keuangan menjadi salah satu pondasi utama sebuah negara.
Pesan tersebut, menurut Bobby Nasution, juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Sektor keuangan disebut sebagai salah satu strategi negara dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Untuk mempercepat pertumbuhan Bank Sumut, Bobby Nasution juga meminta manajemen dilakukan secara ketat dan profesional. Ia menekankan pentingnya pengelolaan bank yang disiplin, terlebih Bank Sumut kini dipimpin oleh sosok yang telah lama berkarier di internal bank tersebut, yakni Heru Mardiansyah.
"Program konsolidasi yang bapak susun, beri waktu enam bulan, jangan lama-lama, kalau tidak bisa dikonsolidasi gilas aja Pak. Apalagi bapak orang yang dilahirkan Bank Sumut, karena selama ini Dirutnya dari luar, bapak pasti lebih cinta dan paham betul dengan Bank Sumut," kata Bobby Nasution.
Target program tersebut antara lain perbaikan profil risiko Bank Sumut, diversifikasi ke ekosistem bisnis, perbaikan bisnis, peningkatan digital maturity, serta penurunan non performing loan (NPL).
"Budaya (kerja) Bank Sumut bisa bersatu, meng-create budaya kinerja, eksekusi dan berbasis hasil, kami tidak ingin Bank Sumut terkotak-kotak, kemudian transformasi budaya dan digital sehingga memberikan layanan maksimal seperti bank lainnya," kata Heru Mardiansyah.