Selasa, 14 April 2026

Menyedihkan Medan Tanah Melayu Deli, Perlahan Digerus Identitasnya

Garda.id - Jumat, 14 Oktober 2022 09:24 WIB
Menyedihkan Medan Tanah Melayu Deli, Perlahan Digerus Identitasnya
Menyedihkan Medan Tanah Melayu Deli, Perlahan Digerus Identitasnya

  

Sebut Azhari A. M Sinik selaku Direktur Eksekutif LIPPSU dan Ketua Yayasan Daun Sirih Indonesia/ist


MEDAN | GARDA.ID

Medan ini Tanah Deli, dulu dan sampai saat ini masih dihuni etnis kultur Melayu, dan etnis Melayu sebagai tuan rumah di Kota ini.

Sebut Azhari A. M Sinik selaku Direktur Eksekutif LIPPSU dan Ketua Yayasan Daun Sirih Indonesia Jumat, (14/10).



Saat ini masyarakat Medan telah bertambah dengan berbagai kultur etnis dan menjadikan Medan, Kota yang berkultur Heterogen. Begitulah ramahnya masyarakat Melayu Deli di Kota Medan, Jelasnya lagi. 



Yang anehnya,  kita tidak tahu apa maksud Walikota Medan Boby Nasution ingin menghilangkan identitas Kota ini dari kultur Melayu, dengan diruntuhkannya Ornanen Melayu sebagai pintu masuk k

Kota Medan. Ini sama saja menghilangkan kultur etnis Melayu Deli di Tanah Deli Kota Medan dan merupakan penghinahan terhadap Masyarakat Melayu Deli. Apa beliau tidak sadar dan paham tentang peradaban budaya di Negeri ini, khususnya Medan tanah Melayu Deli ini,  yang memiliki nilai nilai sejarah. Sementara Kota ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang,  dari sebelum masuknya kolonial Belanda di kawasan tanah Melayu Deli ini. Kata Azhari Sinik. 



Sebelum datangnya kolonial Belanda sampai masuknya etnis kultur masyarakat  Indonesia lainnya dan sudah beratus tahun. Tidak ada satupun masyarakat etnis lain yang ingin merubah kultur etnis Melayu di kota ini ataupun menghilangkannya. Jelas Azhari Sinik. 



Sekarang kita perhatikan, dengan secara perlahan digerus identitasnya Melayu Deli.  Ini berbahaya buat peradaban kultur masyarakat etnis Melayu Deli di kota ini.   

Kata Sinik menambakan. 



Sementara Irwansyah,  anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS sudah mengingatkan Walikota Medan,  untuk tidak menghilangkan Identitas maupun ornamen Melayu yang mengiyasi wajah Kota Medan. Namun bila Walikota tetap bersikeras ingin menggusur nilai nilai kultur peradaban  maupun ornamen etnis Melayu yang mengiasi wajah kota ini, lebih baik Boby mundur jadi Walikota Medan,  karena ini berdampak menimbulkan sara atas masyarakat kota ini. Jelas Azhari Sinik. 



Boby selaku Walikota harus lebih memahami kultur peradaban yang ada di Kota Medan ini. Jangan hanya menerima masukan dari orang orang yang tidak paham dan kurang memahami peradaban kultur etnis Melayu dikota ini, walaupun dia itu konsultan maupun ahli sejarah yang tidak paham tentang peradaban budaya daerah,  tegas Ari Sinik.rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Fosad Gelar Acara Diskusi dan Doa  Peringatan 100 Hari Wafatnya Jaya Arjuna
Pemko Medan dan Forkopimda Komitmen Tutup Semua Celah Narkoba
Penahanan 3 Warga Dinilai Malprosedur, Kuasa Hukum Ajukan  Prapid Terhadap Polres Palas.
Kajati Sumut Harli Siregar Dipromosikan Inspektur III  ke Kejagung, Digantikan Kajati Sumbar
UNPAB Hadiri Pembukaan MTQ ke-59 Kota Medan, Tegaskan Komitmen Dukung Syiar Al-Qur’an
UNPAB Hadiri Pelepasan Siswa Kelas XII MAN 3 Medan, Perkuat Sinergi Pendidikan
 
Komentar