Jakarta | Garda.id
Pianis dan komponis terkemuka Indonesia,
Dwiki Dharmawan, kembali menegaskan posisinya di panggung musik dunia melalui album terbarunya berjudul Anagnorisis. Karya ini merupakan sebuah proyek musik transkultural yang merefleksikan dialog lintas budaya, lintas bangsa, dan lintas tradisi melalui bahasa musik yang bersifat universal.
Direkam secara live pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, Anagnorisis melibatkan para musisi dari beragam latar belakang budaya dan kebangsaan. Album ini dirilis secara internasional oleh MoonJune Records dan mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran dan diplomasi budaya Indonesia di ranah global.
Secara artistik, Anagnorisis berangkat dari sensitivitas melodi dan ritme Asia Tenggara yang menjadi akar musikal
Dwiki Dharmawan. Unsur tersebut kemudian berdialog secara organik dengan improvisasi jazz, nuansa musikal Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional. Perpaduan ini tidak dimaksudkan sebagai representasi budaya tertentu secara eksklusif, melainkan sebagai ruang pertemuan yang setara, terbuka, dan saling menghargai antartradisi.
Judul Anagnorisis—yang bermakna "pengenalan" atau "kesadaran"—mencerminkan gagasan utama album ini: bahwa seni, khususnya musik, dapat menjadi medium untuk saling mengenali, memahami, dan membangun empati lintas identitas. Di tengah dunia global yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan kultural, album ini menawarkan pendekatan dialogis melalui ekspresi artistik.
Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovics bersama
Dwiki Dharmawan, sejalan dengan visi MoonJune Music yang secara konsisten mendorong kolaborasi lintas budaya dan kebebasan berekspresi dalam seni. Keterlibatan musisi internasional dalam proyek ini mencerminkan semangat kerja sama, kepercayaan, serta dialog antarmanusia dari latar budaya yang berbeda.
"Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya," ujar
Dwiki Dharmawan. "Melalui musik, saya berupaya menyampaikan pesan-pesan universal mengenai perdamaian, toleransi, dan saling menghormati sebagai nilai bersama umat manusia."
Sementara itu, produser MoonJune Records Leonardo Pavkovics menyampaikan apresiasinya terhadap karya ini. "Anagnorisis benar-benar album yang luar biasa, dengan atmosfer ala ECM. Saya sangat gembira bisa kembali ke Indonesia untuk merayakan musik ini bersama para musisi dan sahabat-sahabat saya yang luar biasa," ujarnya.
Rilis dan Tur Indonesia 2026
Setelah dirilis secara global pada November 2025 oleh MoonJune Records, Anagnorisis resmi hadir di Indonesia pada 2026 melalui Musikita Records untuk format digital serta DeMajors untuk format fisik CD dan vinyl.
Perilisan di Indonesia dirangkaikan dengan Anagnorisis Indonesia Tour 2026, menampilkan
Dwiki Dharmawan Band feat. Gilad Atzmon. Tur ini digelar di sejumlah kota sebagai berikut:
Jakarta – deConcert Room, Deheng House (20 Januari 2026)
Jakarta – Artoz Bar (21 Januari 2026)
Bandung – Mirten Lounge, The Papandayan Hotel (22 Januari 2026)
Yogyakarta – IFI (Institut Français d'Indonésie) (23 Januari 2026)
Bali – Reef Beach Club, The Apurva Kempinski (25 Januari 2026)
Dalam tur ini,
Dwiki Dharmawan didampingi oleh sejumlah musisi ternama, yakni Dewa Bujana (gitar), Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), dan Kelvin Andreas (drum).
Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Farabi Music Education Center, PAPPRI LIVE, dan MoonJune Music, dengan dukungan berbagai institusi budaya, venue seni, serta komunitas musik dan jazz di Indonesia, antara lain Deheng House, Artoz Bar, TP Jazz Universe, The Papandayan Hotel, IFI Yogyakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, Ubud Village Jazz Festival, Reef Beach Club – The Apurva Kempinski Bali, serta mitra budaya lainnya.
Penutup
Melalui Anagnorisis,
Dwiki Dharmawan kembali menegaskan peran seni musik sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif—mampu membangun pemahaman lintas bangsa, memperkuat dialog antarbudaya, serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal yang sejalan dengan semangat kebudayaan Indonesia di tingkat global.red