Aceh | Istana Angin Ribut — Dalam dunia politik Nusantara yang penuh kejutan, datang sebuah kabar satir yang membuat publik terkekeh sekaligus menggeleng: Presiden Prabowo (dalam versi satir ini disebut Prabu Wibawa Subagyo) dikisahkan "mengamuk level dewa petir" ketika mengetahui Bupati Aceh Selatan, Mirwan M.S… (Masa Sih?), tidak ada di daerah saat bencana besar melanda.
"Beliau langsung berdiri. Saking kencengnya, kursinya sampai mundur 30 cm. Itu rekor baru," ujar si dispenser dalam wawancara eksklusif yang tentu saja tidak pernah terjadi
Dalam kisah satir ini, Prabu Wibawa disebut memerintahkan Mendagri fiksi bernama Tito Karnama untuk "mencopot" Mirwan.
Baca Juga:"Copot dia. Itu bukan desersi. Itu liburan dadakan," katanya sambil menunjuk peta bencana yang bahkan peta itu ikut merinding.
Bupati Fiksi Mengaku Berangkat Tanpa Izin
Dalam dunia satir ini, Mirwan M.S… (Masa Sih?) disebut pergi umrah tanpa izin, meninggalkan jabatannya dengan surat ketidaksanggupan yang ditandatangani tergesa-gesa.
Gubernur Fiktif Ikut Berkomentar
Dalam cerita ini, Gubernur Aceh fiktif bernama Mualem bin Manap bahkan meminta Mirwan mundur:
Sementara itu, partai fiksi Gerindrahati langsung mengambil langkah cepat mencopot Mirwan dari posisi ketua cabang.
Di Tengah Semua Kekacauan, Sepak Bola Tetap Menang
Publik pun bersorak:
"Akhirnya ada sesuatu yang bukan bikin stres!"
Akhir Cerita: Badai Politik Selalu Menemukan Orang yang Lari
Dua warga Aceh fiktif pun berdebat sembari menikmati Koptagul.
"Padahal di Aceh itu banyak kopi enak, ya?"