Jakarta — Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah skenario fiksi, dilaporkan ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer yang disebut berlangsung pada dini hari waktu setempat.
Dalam narasi fiksi tersebut, Presiden AS Donald Trump diklaim menyatakan bahwa militer Amerika melancarkan operasi skala besar terhadap Venezuela, mencakup serangan udara terbatas dan pendaratan pasukan darat. Operasi itu dikatakan berujung pada penangkapan
Maduro dan istrinya dari sebuah kompleks militer di Caracas, sebelum keduanya diterbangkan ke luar wilayah Venezuela.
Trump, dalam cerita ini, menyebut operasi tersebut melibatkan satuan elit seperti Delta Force dan dilakukan untuk menegakkan dakwaan AS terhadap
Maduro, yang dalam skenario ini dituduh terlibat dalam praktik narco-terrorism dan perdagangan narkotika internasional.
Penangkapan digambarkan terjadi pada tengah malam, diiringi laporan warga Caracas mengenai ledakan dan pemadaman listrik di sejumlah wilayah ibu kota. Hingga akhir cerita, lokasi penahanan serta tujuan akhir Maduro dan Cilia Flores tidak dijelaskan secara rinci.
Reaksi internasional (dalam skenario)
Dalam simulasi ini, tindakan militer AS memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres digambarkan menyatakan keprihatinan mendalam, menyebut operasi tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta kedaulatan negara.
Brasil disebut mengecam keras langkah AS dan menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomatik. China juga, dalam narasi fiksi ini, mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Situasi di Venezuela
Di Caracas, para pendukung
Maduro dalam cerita ini digambarkan berkumpul di sekitar Istana Kepresidenan Miraflores, memprotes operasi militer AS dan menuntut kejelasan mengenai nasib presiden mereka. Pemerintah Venezuela versi skenario menyebut operasi itu sebagai "agresi militer terbuka" dan menyerukan respons internasional.rel