Medan — Aroma panas di lingkaran elite Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menyeruak ke publik. Proyek pembangunan gedung senilai fantastis Rp484 miliar mendadak menjadi polemik besar setelah disebut-sebut memicu kemarahan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Mereka di antaranya Sulaiman yang kini menjabat Kepala Inspektorat sekaligus dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provsu, Yuda yang menjabat Kadis Perhubungan Sumut sekaligus Plt Kadis Pariwisata Sumut, hingga Candra Dalimunte selaku Kadis PU Bina Marga Sumut dan Alex Sinulingga selaku Kadisdik Sumut.
Sumber internal di Kantor Gubernur Sumut menyebutkan, proyek bernilai hampir setengah triliun rupiah itu berkaitan dengan pembangunan gedung Rumah Sakit Haji Medan. Di tengah proses yang berjalan, muncul dugaan adanya permainan proyek yang dilakukan secara tertutup tanpa sepengetahuan penuh gubernur.
Baca Juga:"Ini yang bikin suasana memanas. Proyek sebesar itu kok enggak pernah dipaparkan secara jelas ke gubernur. Tiba-tiba sudah minta diteken saja. Wajar kalau gubernur marah besar," ungkap sumber kepada Sumut24 Group, Jumat (23/5), sembari meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut sumber tersebut, kemarahan Bobby bukan tanpa alasan. Sebab, proyek dengan nilai fantastis Rp484 miliar itu disebut-sebut sudah bergerak pada tahap pembahasan teknis tanpa melalui proses pemaparan terbuka kepada gubernur maupun tim evaluasi Pemprov Sumut.
"Kesannya seperti ada yang main belakang. Ini yang membuat gubernur merasa dikadali oleh orang-orang dekat sendiri," lanjut sumber itu.
Kondisi ini disebut mulai memicu ketegangan internal di tubuh Pemprov Sumut. Hubungan antara Bobby dengan sejumlah pejabat kepercayaannya dikabarkan mulai tidak harmonis.
"Padahal selama ini Sulaiman sudah diberi kewenangan besar dan posisi strategis. Tapi sekarang justru muncul persoalan seperti ini," ujar sumber lainnya.
Di tengah isu yang semakin liar berkembang, Gubernur Sumut Bobby Nasution akhirnya buka suara. Dengan nada tegas, Bobby mengaku menolak proyek pembangunan gedung tersebut karena tidak pernah dipresentasikan secara jelas kepada dirinya.
"Gedungnya enggak pernah dipaparkan, enggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak," tegas Bobby.
Pengamat menilai, polemik ini bisa menjadi ujian serius bagi soliditas pemerintahan Bobby Nasution di Sumatera Utara. Jika benar ada kelompok internal yang bermain proyek tanpa koordinasi yang jelas, maka bukan tidak mungkin persoalan ini akan melebar menjadi konflik politik dan birokrasi yang lebih besar.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Sekda Provsu Sulaiman belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang berkembang. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi juga belum mendapatkan jawaban.