Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi pengusaha di Sumatera Utara sekaligus terhubung dengan agenda KADIN Indonesia di tingkat nasional melalui peluncuran sejumlah program strategis secara daring.
Ketua Panitia Rapimprov KADIN Sumut, Andi Atmoko Panggabean, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Baca Juga:Menurut Andi, dukungan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menyukseskan Rapimprov sekaligus memperkuat hubungan antara KADIN dengan dunia usaha, lembaga keuangan, pemerintah dan organisasi pengusaha.
"Terima kasih kepada seluruh mitra KADIN yang telah memberikan dukungan. Terutama Bank Himbara, Bank Sumut, Hiswana Migas, Gakopti, organisasi pengusaha, BPS, Bappeda, OJK dan seluruh undangan yang hadir," ujar Andi.
Ia menyebut dukungan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KADIN tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum KADIN Sumut Firsal Dida Mutyara, yang juga menjabat Komisaris Utama Bank Sumut, menegaskan pentingnya Rapimprov sebagai ruang memperkuat komunikasi internal organisasi sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan pemerintah dan dunia usaha.
"Pengusaha tidak bisa berjalan sendiri. KADIN harus menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha, pemerintah daerah dan para investor," kata Firsal.
Baca Juga:Menurutnya, KADIN Sumut akan terus mendorong agar organisasi pengusaha tersebut mampu memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Utara.
Rangkaian acara turut dihadiri sejumlah tokoh Sumatera Utara, perwakilan pemerintah daerah, pihak Polda Sumut, Bank Himbara, Bank Sumut, Bank Permata, OJK, perusahaan daerah, PDAM Tirtanadi dan PT. PSU.
Hadir pula berbagai organisasi himpunan dan asosiasi pengusaha serta jajaran kepengurusan KADIN dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Selain agenda daerah, Rapimprov KADIN Sumut terhubung dengan peluncuran sejumlah program KADIN Indonesia yang dilakukan secara daring.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie memimpin peluncuran program yang diikuti kepengurusan KADIN dari 38 provinsi se-Indonesia.
Baca Juga:Sejumlah program yang diluncurkan antara lain Satgas KDMP, Satgas Protein, KADIN Indonesia Golf Club, KADIN Peduli Bencana, program Pendidikan, LPK KADIN, Platform BES Eksyar melalui isec.id, White Paper Kesehatan serta KADIN Apps.
Peluncuran program tersebut memperlihatkan bagaimana agenda KADIN di tingkat pusat dikoneksikan dengan kepengurusan daerah.
*Pemprov Sumut Dorong Sinergi dengan Dunia Usaha*
Timur menilai komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan dukungan sektor swasta.
"Pemerintah tentu membutuhkan dunia usaha sebagai mitra dalam menggerakkan perekonomian. Karena itu komunikasi dan sinergi seperti ini perlu terus dibangun," ujar Timur.
Dialog Ekonomi dan Sidang Pleno
Setelah rangkaian seremoni dan peluncuran program, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif yang dipandu Ade Sandrawati Purba.
Forum dialog menjadi ruang bertukar pandangan antara pemerintah, statistik, dunia usaha dan sektor kepelabuhanan mengenai kondisi serta tantangan perekonomian Sumatera Utara.
Selanjutnya, agenda Rapimprov berlanjut pada Sidang Pleno RAPIMPROV KADIN Sumatera Utara sebagai bagian dari agenda internal organisasi.
Firsal Dida Mutyara menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya acara, tetapi juga dari terbentuknya komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
"Harapannya, Rapimprov ini tidak berhenti sebagai forum organisasi, tetapi menghasilkan komunikasi dan program yang dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha dan perekonomian Sumatera Utara," pungkasnya.