MEDAN — Garda.id
Khamozaro dikenal sebagai hakim yang tegas dan berintegritas. Ia sebelumnya memerintahkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai saksi dalam kasus yang menyeret sejumlah pejabat dan kontraktor terkait proyek jalan senilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Namun, sehari setelah perintah itu mencuat ke publik, rumahnya di kawasan Medan dilalap api pada Selasa (4/11) pagi saat ia sedang memimpin persidangan di PN Medan. Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya teror terhadap penegakan hukum.
Baca Juga:Kepada wartawan, Khamozaro menyatakan bahwa insiden itu tidak akan menggoyahkan semangatnya untuk menegakkan keadilan.
> "Saya tidak akan mundur. Hidup ini hanya sementara. Selama Tuhan izinkan, saya akan jalankan tugas sesuai amanah hukum," ujarnya dengan tenang.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki motif dan pelaku di balik pembakaran rumah hakim tersebut. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi.
Kejadian ini menambah panjang daftar ancaman terhadap aparat penegak hukum yang tengah menangani kasus korupsi besar di Sumatera Utara. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan perlindungan terhadap hakim yang berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.red
Baca Juga: