SIBOLGA | Garda.id - Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melalui program hibah Kemdiktisaintek tanggap darurat dengan kegiatan pendampingan psikososial fase tanggap darurat penanganan pasca bencana di Kota Sibolga dan sekitarnya, pada 13 sampai 30 Desember 2025.
Menurut Meri Susanti, kegiatan Tim difokuskan pada: Asesmen awal, koordinasi lintas sektor, Psychological First-Aid (PFA), berupa pendampingan Psikososial dan Trauma Healing, layanan mobile clinic, community resilience dan penyaluran bantuan logistik.
Tim beranggotakan Dr. dr. Ira Aini Dania, M. Ked (KJ), Sp. Kj, dr. Aulia Novasyra M. Kes., beserta mahasiswa, serta tenaga kependidikan FK UISU. Ruang lingkup wilayah kerja yang dijangkau adalah kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan yang menjadi wilayah terdampak terparah bencana.
Baca Juga:

Meri Susanti menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintahan Kota Sibolga dalam hal ini Walikota Sibolga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ketua komisi VIII DPR RI, Dinas Kesehatan Kota Sibolga, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Setelah melakukan koordinasi bersama pihak pemerintah dan berbagai temuan kasus, kegiatan yang awalnya berfokus ke kota Sibolga di perluas ke berbagai daerah terdampak di sekitar kota Sibolga seperti kab. Tapteng dan kab. Tapsel," ujar Meri Susanti.
Koordinasi di lapangan pada saat melakukan skrining dan penemuan kasus psikologis bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Aek Habil, Pustu Aek Manis, dan Puskesmas Aek Parombunan. Kegiatan berupa skrining, dan penemuan kasus terkait kesehatan mental dan psikologis. Beberapa kasus dijumpai berupa, grief, reaksi stres akut, simtom ansietas dan depresi, dan PTSD.
"Namun ada kasus menarik yang bisa kita angkat menjadi pembelajaran bersama, bahwa salah satu faktor keberhasilan penyintas juga dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual yang yang dianut sehingga mempercepat proses pemulihan dan penerimaan," ujar Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU Meri Susanti.

Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan Community resilience bergotomng royong membersihakn sekolah di SDN 158498 Aek Tolang.(Foto: Istimewa)
Di kesempatan yang sama Ira Aini Dania menambahkan perlunya melakukan monitoring dan evaluasi serta pengobatan berkelanjutan bagi mereka yang sebelum nya telah memiliki masalah gangguan mental diperparah dengan kondisi bencana yang telah terjadi.
Kebutuhan mendesak bagi warga Desa Lopian, Kab. Tapteng adalah perlu dibentuk posko bantuan di beberapa titik di wilayah Kec. Badiri dalam penyaluran bantuan sembako, pakaian, dan makanan siap saji. Untuk saat ini bantuan disalurkan hanya di Desa Lopian. Karena desa Lopian sebagai tempat lalu lintas penyaluran bantuan menuju Desa Garoga, Kec. Batang Toru kab. Tapsel. Saat ini hanya ada satu posko bantuan di Desa Kebun Pisang, lokasinya lebih masuk ke dalam sehingga tidak semua warga terdampak dapat mengakses.
"Secara umum penanggulangan bencana difase tanggap darurat dalam program pendampingan psikososial sudah berjalan dan terkoordinir oleh pihak terkait, diperlukan monitoring dan evaluasi terkait dengan kasus psikologis secara berkelanjutan," tambah Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU.(Agus S)