Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan promosi jabatan strategis di tingkat Kepolisian Daerah (Polda). Memasuki periode 2026, jajaran Kapolda di seluruh wilayah Indonesia diisi oleh perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) dengan latar belakang dan pengalaman penugasan yang beragam.
Penempatan para Kapolda ini merupakan hasil keputusan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri, yang mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, serta kebutuhan organisasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Wilayah Sumatra
Di Pulau Sumatra, sejumlah Polda dipimpin oleh perwira senior lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) awal 1990-an. Polda Aceh, misalnya, dipimpin Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang berlatar belakang Sumber Daya Manusia dan mulai menjabat sejak 19 Agustus 2025. Sementara itu, Polda Sumatera Utara dipimpin Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dari Korps Reserse, yang sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri.
Kepemimpinan serupa juga terlihat di Polda Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Lampung, yang mayoritas diisi perwira dengan pengalaman reserse dan jabatan strategis di tingkat Mabes Polri.
Jawa dan Bali
Wilayah dengan tingkat kompleksitas keamanan tinggi, seperti Polda Metro Jaya, dipimpin oleh Irjen Pol. Asep Edi Suheri sejak Agustus 2025. Ia sebelumnya menjabat Wakabareskrim Polri. Di Pulau Jawa, Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta dipimpin oleh perwira berpengalaman yang pernah bertugas di KPK, Divpropam, hingga SSDM Polri.
Adapun Polda Bali yang menjadi etalase pariwisata nasional dipimpin Irjen Pol. Daniel Adityajaya sejak Juli 2024, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara.
Nusa Tenggara dan Kalimantan
Di kawasan Nusa Tenggara, Polda NTB dan NTT masing-masing dipimpin oleh perwira berlatar belakang SDM Polri. Sementara itu, wilayah Kalimantan diisi oleh Kapolda dengan pengalaman panjang di bidang reserse, penindakan, hingga penugasan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti Irjen Pol. Endar Priantoro di Kalimantan Timur.
Sulawesi, Maluku, dan Papua
Wilayah timur Indonesia juga mengalami penyegaran signifikan. Sejumlah Kapolda di Sulawesi berasal dari Korps Reserse dan pernah menduduki jabatan penting di Bareskrim maupun KPK. Di Maluku dan Papua, beberapa Polda dipimpin oleh perwira berlatar belakang Brimob dan Intelijen, menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan tantangan keamanan yang dihadapi.
Polda Papua, sebagai salah satu wilayah dengan perhatian khusus, dipimpin Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin sejak September 2024, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Papua.
Dinamika Organisasi Polri
Keseluruhan data ini menunjukkan dinamika mutasi dan promosi di tubuh Polri sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan profesionalisme institusi. Setiap perwira yang dipercaya menjabat Kapolda telah melalui proses seleksi ketat dan diharapkan mampu menjalankan tugas pembinaan, operasional, serta pelayanan publik secara optimal.
Namun demikian, Polri menegaskan bahwa daftar Kapolda ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Kapolri. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi melalui saluran komunikasi dan media nasional guna memperoleh data kepemimpinan Polri yang paling mutakhir.rd