Medan — Nasabah Bank Central Asia (BCA) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan resmi perbankan, Selasa 10 Febriari 2026 Seorang nasabah mengaku menjadi korban penipuan bermula dari kesalahan transfer ke bank lain, yang kemudian berujung pada hilangnya dana.
Belakangan diketahui, nomor tersebut bukan merupakan layanan resmi bank.
Korban kemudian melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Cabang BCA Unit Jalan Sekip, Medan. Menurut pengakuan Amran, pihak bank mengakui bahwa nomor pengaduan yang muncul di mesin pencari Google memang ada, namun bukan akun resmi milik BCA. "Pihak cabang mengakui nomor itu bukan akun resmi BCA," ujar Amran.
"Petugas bilang, 'Ya kami proses, tapi uang tidak bisa kembali.' Yang membuat saya heran, uang saya ditransfer dari rekening BCA ke rekening BCA, tapi kok bisa dibayarkan ke GoPay," katanya dengan nada kecewa.
Menurutnya, kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem keamanan serta perlindungan konsumen di perbankan nasional, khususnya bank besar seperti BCA.
Kekecewaan juga disampaikan oleh Anto, jurnalis senior, yang menyebut dirinya mungkin hanya satu dari banyak korban yang belum terungkap ke publik.
"Saya jelas kecewa. Mungkin saya hanya satu contoh. Ini harus menjadi perhatian serius Menteri Keuangan dan otoritas terkait. Manajemen dan pengawasan perbankan kita masih rawan," ujar Anto dengan nada tegas.