Kegiatan rutin tahunan selama bulan Ramadhan ini sudah dimulai di Kabupaten Sedang Bedagai, Deliserdang, Medan dan daerah lainnya.
Ketua Majelis Dakwah PW Al Washliyah SUMUT, Ustadz Alexander Zulkarnaen, M.Pd., C.QM., mengatakan bahwa Ramadhan sebagai Syahrud Dakwah sangat relevan melakukan Safari menyemangati umat beribadah, terutama di daerah-daerah pedalaman dan perbatasan yang sangat butuh bimbingan dan pendampingan.
Baca Juga:"Ramadhan sebagai Syahrud Dakwah selalu punya spirit dan nilai sejarah besar terutama bagi Al Washliyah yang memulai dakwah ke pedalaman sejak kali pertama organisasi ini berdiri pada bulan Ramadhan untuk terus dilanjutkan bimbingan dan pendampingan intensif bagi umat Islam." Ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa Safari Ramadhan sekaligus pembinaan Da'i dan para Muallaf di desa minoritas pedalaman ini merupakan agenda prioritas Al Washliyah bahkan sudah dirintis sejak tahun 1988 khusus di kecamatan Laubaleng dan Mardingding yang merupakan kecamatan terjauh di Kabupaten Karo.
"Al Washliyah sudah mengirimkan Da'i nya ke Tanah Karo sejak tahun 1936 dan di tahun 1938 berdiri dengan resmi ormas Islam terbesar di sumatera Utara ini di Bumi Turang. Hanya saja pengiriman da'i dari Medan masih di desa-desa sekitaran Brastagi dan Kabanjahe." Jelasnya.
Sementara itu, Ustadz Ngantar Ginting, S.Ag bersama Da'i asli Karo lainnya mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas kegiatan Safari Ramadhan sekaligus pembinaan dan penguatan dakwah oleh Al Washliyah di daerah minoritas perbatasan Karo ini.
"Kami sudah mengenal Ustadz Alex sejak tahun 2006 , beliau dari lajang sudah berdakwah di kampung kami. Alhamdulillah meski beliau sudah berdomisili di Medan, namun tetap tak lupa sama kami. Beliau rutin minimal sebulan sekali berkunjung dan menyemangati kami dalam berdakwah. Jujur, kami sangat merasakan manfaat dan semakin semangat membimbing umat Islam di sini setelah secara rutin beliau mentarbiyah kami." Akunya.
Baca Juga:Safari Ramadhan diakhiri dengan Kajian Shubuh, Sholat Sunnah Syuruq dan pembagian Kurma dan kain sarung.