Jogja | Garda.id
Wahyudi menyatakan, pencalonannya kali ini merupakan bagian dari kesinambungan roadmap pembinaan sepak bola Sleman yang telah berjalan selama 12 tahun terakhir. Ia menargetkan penyempurnaan program jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam kerangka 15 tahun pembangunan sepak bola daerah.
"Hari ini perjalanan itu telah memasuki tahun ke-12. Artinya, masih ada tiga tahun strategis yang harus kita optimalkan bersama agar fondasi yang telah dibangun benar-benar kokoh dan berkelanjutan," ujarnya.
"Sepak bola harus dikelola dengan visi dan misi yang jelas, melalui tahapan pengembangan yang terukur. Ada strategi dan target yang dirujuk dari Statuta FIFA, PSSI, serta RPJMD Kabupaten Sleman, kemudian disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Ia menyebut ekosistem sepak bola Sleman harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari klub, sekolah sepak bola (SSB), sekolah, sponsor, hingga pemerintah daerah.
Ia menambahkan, kepemimpinan bukan hanya soal figur, tetapi kesinambungan visi dan kesiapan regenerasi. Pengurus ke depan, menurutnya, harus memahami potensi, kultur, dan karakter sepak bola Sleman.
Dalam pencalonannya, Wahyudi memaparkan sejumlah program prioritas apabila kembali dipercaya memimpin, di antaranya menjaga ekosistem sepak bola tetap kondusif, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, digitalisasi administrasi ASKAB dan klub, serta memprioritaskan pembinaan usia dini dan grassroots.