| Akankah TikTok Pantas Menjadi Sumber Utama Berita? / ist |
garda.id
Banyaknya berita dan isu membuat semua orang tertarik untuk mencari informasi. Informasi yang dicari terdiri dari beberapa caranya masing-masing. Platform paling mudah dijangkau salah satunya yaitu media sosial. Kebanyakan, setiap orang dari kalangan orang tua, remaja, dan bahkan anak-anak memiliki setidaknya satu akun media sosial baik untuk mencari maupun mendapatkan informasi. Kini, media sosial yang ramai diperbincangkan adalah Aplikasi TikTok.
TikTok merupakan aplikasi yang sudah dirilis lama namun nama dan aplikasinya semakin marak digunakan di era digital ini. Aplikasi ini merilis berbagai informasi dalam bentuk video yang berdurasi pendek sehingga mudah mendapatkan informasi dengan waktu yang singkat.
Namun, studi menyatakan tak sedikit orang yang menyalahgunakan aplikasi ini untuk menyebar informasi yang tak benar (hoax) sehingga menarik untuk diperbincangkan dan membuat banyak asumsi dari berbagai orang. Studi ini ditulis oleh NewsGuard yaitu perusahaan yang meneliti informasi tak benar yang beredar dan ramai di internet.
Studi tersebut menemukan hasil penelitian bahwa hampir 1 dari 5 video TikTok yang secara otomatis disarankan oleh platform berisi informasi penting yang salah seperti Covid-19, krisis iklim, retas informasi, aborsi, dan Pemilu mengandung sejumlah informasi tak benar. Untuk terhindar dari hasil laporan yaitu informasi yang salah, para peneliti men-install ulang (reinstall) aplikasi TikTok, yang bertujuan untuk memastikan informasi yang diedarkan tidak terpengaruh oleh aktivitas pengguna sebelumnya.
Founder NewsGuard, Steven Brill mempertanyakan apakah upaya Bytedance (perusahaan induk TikTok) sudah cukup untuk menahan arus informasi yang tak benar atau apakah sengaja membiarkan informasi janggal beredar di platform mereka.
“Apakah
karena ketidakmampuan atau sesuatu yang lebih buruk,” kata Brill di The
Associated Press.
Mendengar NewsGuard membicarakan aplikasi TikTok ini, perusahaan TikTok merilis pernyataan sebagai tanggapan atas laporan NewsGuard yang mencatat bahwa pedoman komunitasnya melarang kesalahan informasi yang berbahaya dan berfungsi untuk mempromosikan konten resmi tentang topik penting.
“TikTok sudah menghapus dan mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran hoaks, untuk lebih melindungi komunitas, platform tersebut akan mulai menghapus peringatan yang mengkhawatirkan,” tulis TikTok.
TikTok juga mengambil langkah lain dimaksudkan untuk mengarahkan pengguna ke sumber yang dapat dipercaya. Berkerja sama dengan pemeriksa fakta yang kredibel untuk meningkatkan konten otoritatif terkait topik kesehatan, masyarakat, dan (telah) bermitra dengan organisasi pemeriksa data yang membantu kami menilai keakuratan konten.
“Kami meluncurkan proyek global untuk lebih memahami keterlibatan anak muda dengan tantangan dan tipuan yang berpotensi membahayakan.” tambah TikTok. (b)