Medan - Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai GOLKAR Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, menyebut Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Bahlil Lahadalia, sebagai pengkhianat Partai GOLKAR.
"Ijeck dengan Partai GOLKAR adalah instrumen demokrasi yang tidak terkalahkan di Pileg dan Pilgubsu mendatang. Maka, untuk mengalahkan GOLKAR, Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatanya sebagai ketua. Lalu, majukan figur lemah yang bisa dijadikan boneka sebagai pengganti Ijeck untuk melemahkan GOLKAR di Sumut," kata Riza kepada wartawan di Medan.
Menurut Riza, pemberhentian Ijeck dari ketua, bukan untuk kepentingan GOLKAR, tetapi untuk mengamankan kepentingan Bobby Nasution. Tokoh senior Partai GOLKAR ini menjelaskan posisi Bobby yang beririsan dengan dua Parpol yang berambisi memenangkan GOLKAR di Sumut, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto dan PSI yang dipimpin Kaesang Pangareb, putra Jokowi dan ipar Bobby. Bobby sendiri adalah anggota Partai Gerindra.
Baca Juga:Riza mengatakan, ini skenario melemahkan GOLKAR di Sumut. Kalau berhasil di Sumut, lanjutnya, maka akan berhasil di seluruh Indonesia. GOLKAR bakal tenggelam secara nasional. Dalam hal ini, ada tiga orang terlibat dan paling bertangungjawab, Ketua Umum Bahlil, Sekjen Muhammad Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
"Bahlil, Sarmuji dan Doli, adalah pengkhianat GOLKAR. Saat ini, kerja politik mereka bukan untuk kepentingan GOLKAR, tapi untuk kepentingan Parpol lain. Mereka adalah orang paling bertangungjawab dalam pelemahan GOLKAR. Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan GOLKAR. Mereka pengkhianat. Harus disingkirkan dari kepemimpinan GOLKAR," ujar Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut itu.
Menurut Riza, di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi GOLKAR sangat rawan dan berbahaya. GOLKAR terancam degradasi pada Pemilu mendatang. Oleh sebab itu, Riza mengimbau para sesepuh, senior dan mantan ketua umum, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setia Novanto dan Airlangga Hartarto menunjukkan keprihatinannya atas kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji di DPP Partai GOLKAR. Sedangkan Doli, adalah figur yang hanya memanfaatkan momentum ketika Bahlil dan Sarmuji berada dalam tekanan Jokowi.
Dengan memberhentikan Ijeck, maka Bahlil, Sarmuji dan Doli telah berkonspirasi mengkhianati kepentingan GOLKAR di Sumut. Oleh karenanya, Riza mengimbau agar Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setia Novanto dan Airlangga Hartarto turun gunung untuk menyelamatkan GOLKAR.
"Jangan anggap sepele pemberhentian Ijeck. Kasus Ijeck di Sumut bisa berimplikasi secara nasional. Kalau misi di Sumut berhasil, maka skenario melemahkan GOLKAR secara nasional akan mudah," ujar Riza.
Baca Juga: