Selasa, 13 Oktober 2026

Bahlil Merusak Soliditas Golkar Sumut

Nas - Sabtu, 20 Desember 2025 13:55 WIB
Bahlil Merusak Soliditas Golkar Sumut
Istimewa


Medan - Pencopotan Musa Rajeckshah (Ijeck) dari jabatannnya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut semakin membenarkan dugaan tentang rendahnya kualitas dan karakter kepemimpinan Bahlil Lahadalia di dalam memimpin Partai Golkar. Sebab, pencopotan Ijeck tersebut berarti membuang kader berprestasi demi memenuhi 'permintaan' fihak luar yang tak ada kaitannya dengan kepentingan Partai Golkar.

Kader Senior Golkar Sumut, Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti, MAP., menegaskan hal tersebut, berkaitan dengan kebijakan DPP Golkar yang mencopot Ijeck dan menggantikannya dengan Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut.

Hardi Mulyono menyebutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari bebeberapa sumber di DPP Golkar, bahwa pencopotan tersebut dikarena Ijeck tidak mau melaksanakan Musda Golkar Sumut dengan calon tunggal Hendriyanto Sitorus, Ketua Golkar Kabupaten Labuhanbatu Utara yang juga Bupati. Sebagaimana difahami masyarakat Sumut, munculnya nama Hendriyanto itu diduga kuat merupakan usulan dari Bobby Nasution yang kini menjabat sebagai Gubernur Sumut.

Dengan demikian, "Sangat kuat dugaan, pencopotan Ijeck tersebut atas permintaan dari Bobby Nasution," ujar Sekretaris Dewan Pertimbangan Golkar Sumut priosde 2020-2025, yang mengundurkan diri setahun lalu.

Baca Juga:
Karenanya, Hardi Mulyono menyimpulkan, pencopotan Ijeck tersebut semakin membenarkan dugaan banyak orang tentang rendahnya kualitas dan karakter kepemimpinan Bahlil Lahadalia di dalam memimpin Partai Golkar. "Bahlil mencopot kader Golkar berprestasi, semata untuk memenuhi permintaan orang luar. Sangat memalukan," ujar Hardi, Sekretaris Golkar Sumut priode 2009-2012 tersebut.

Sebagaimana diketahui, Golkar Sumut dibawah kepemimpinan Ijeck berhasil menjadi partai pemenang pada Pileg 2024. Untuk DPRRI, Golkar Sumut meraih delapan kursi atau meningkat seratus persen dibanding Pileg 2019 yang henya memperoleh empat kursi. Jumlah ini menjadikan Golkar Sumut sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak di DPRRI.

Sedangkan untuk DPRD Sumut, Golkar Sumut meraih 22 kursi dan berhak menduduki kursi Ketua DPRD Sumut. Jumlah ini jauh meningkat dibanding pileg sebelumnya yang hanya memperoleh 15 kursi. Sedangkan untuk DPRD di 33 kab/kota se Sumut, Golkar Sumut meraih 208 kursi dan jauh dibandingkan perolehan pada Pileg sebelumnya sebanyak 184 kursi.

"Semua prestasi Golkar Sumut itu, berkat kualitas kepemimpinan Ijeck yang mumpuni di dalam memimpin Golkar Sumut. Jujur mesti diakui, bahwa Ijeck adalah kader Golkar terbaik di Sumut sepanjang belasan tahun saya di Golkar," tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut tahun 2014-2019, yang juga Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan tahun 2018-2023 tersebut.

Ditegaskan Hardi, Keputusan Bahlil Lahadalia mencopot Ijeck dengan jelas telah mengancam soliditas Golkar Sumut yang selama ini telah terbangun secara baik. Apalagi alasan pencopotan tersebut sungguh sangat tidak bisa diterima akal sehat para kader Golkar di Sumatera Utara. "Bahlil telah merusak soliditas Golkar Sumut, sekaligus membunuh akal sehat para kader Golkar di Sumut," tegas Hardi Mulyono. Rel

Baca Juga:

Editor
: Nas
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
DPD Golkar Sumut Tunjuk Alfan Sihombing Plt Ketua Golkar Toba, Revitalisasi 16 PK Dikebut
Romadon Nasution Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Labusel, Bidik Kemenangan Pileg 2029
Andar Amin Harahap Ajak Kader Golkar Rangkul Semua Potensi di Kabupaten Labusel
Sabam Sibarani Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Dairi, Viktor Silaen Tekankan Konsolidasi hingga Tingkat Basis
Golkar Sumut Mulai Panaskan Mesin, Target Menguningkan Sumatera Utara
Ini Daftar Nama 186 Pengurus DPD Golkar Sumut Periode 2026–2031
 
Komentar