Selasa, 06 Oktober 2026

Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Dipersoalkan, Pengendara Terperosok ke Lubang dan Spesifikasi Dipertanyakan

Nas - Senin, 05 Oktober 2026 16:40 WIB
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Dipersoalkan, Pengendara Terperosok ke Lubang dan Spesifikasi Dipertanyakan

DELISERDANG — Pekerjaan pengecoran beton pada bahu jalan atau rigid pavement di Jalan Pancasila, Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dikeluhkan masyarakat.

Proyek yang semestinya memperkuat struktur tepi jalan, mencegah bahu jalan mudah ambles sekaligus membantu mengarahkan aliran air drainase tersebut justru dinilai menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pekerjaan yang berada di sisi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terlebih ketika melintas di sekitar titik pekerjaan.

Baca Juga:
Sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui adanya lubang atau bagian jalan yang sedang dikerjakan.

"Seharusnya ada petugas yang mengatur kendaraan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena masuk ke lubang pekerjaan," keluh warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menduga pekerjaan pengecoran bahu jalan itu belum tentu dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.


Masyarakat meminta pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan secara serius. Jangan sampai proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut hanya mengejar penyelesaian pekerjaan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi.

"Kalau memang sudah sesuai spesifikasi, silakan dibuktikan. Yang penting jangan sampai kualitasnya dipertanyakan dan masyarakat justru dirugikan," ujar warga.

Masyarakat juga berharap selama pekerjaan berlangsung dipasang rambu-rambu, pembatas serta petugas pengatur lalu lintas pada titik yang berpotensi membahayakan pengendara.

Baca Juga:
Sebab, pekerjaan infrastruktur bukan semata-mata soal mengejar target fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran serta langkah pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi.

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Proyek BRT Mebidang Mulai Dikerjakan, Target Rampung Akhir 2027
Pj Sekdaprovsu Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba “Menelikung” Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
Kejatisu Diminta Usut Dugaan Bagi-Bagi dan Jual Beli Proyek PL di Perumda Tirtanadi Sumut, Diduga Libatkan Kadiv Umum
Kajatisu Diminta Periksa Manajemen Tirtanadi, Diduga Ada Monopoli Proyek dan Kerugian Ratusan Miliar
Diduga Proyek Siluman Berkeliaran di Dinas Pendidikan Tapsel, SD Negeri Panaungan Jadi Sorotan
 
Komentar