Proyek yang semestinya memperkuat struktur tepi jalan, mencegah bahu jalan mudah ambles sekaligus membantu mengarahkan aliran air drainase tersebut justru dinilai menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pekerjaan yang berada di sisi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terlebih ketika melintas di sekitar titik pekerjaan.
Baca Juga:Sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui adanya lubang atau bagian jalan yang sedang dikerjakan.
"Seharusnya ada petugas yang mengatur kendaraan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena masuk ke lubang pekerjaan," keluh warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menduga pekerjaan pengecoran bahu jalan itu belum tentu dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
"Kalau memang sudah sesuai spesifikasi, silakan dibuktikan. Yang penting jangan sampai kualitasnya dipertanyakan dan masyarakat justru dirugikan," ujar warga.
Masyarakat juga berharap selama pekerjaan berlangsung dipasang rambu-rambu, pembatas serta petugas pengatur lalu lintas pada titik yang berpotensi membahayakan pengendara.
Baca Juga:Sebab, pekerjaan infrastruktur bukan semata-mata soal mengejar target fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran serta langkah pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi.