MEDAN, GARDA.ID – Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang kini memasuki tahap implementasi dan konstruksi awal. Proyek yang didukung pendanaan Bank Dunia melalui Program Mass Transit Project (Mastran) tersebut merupakan salah satu program prioritas nasional di sektor transportasi perkotaan.
Menurutnya, sistem transportasi massal tersebut dirancang melayani 12 koridor, terdiri dari 10 koridor di wilayah Kota Medan dan dua koridor yang menghubungkan Medan dengan Binjai serta Deli Serdang.
"Proyek BRT Mebidang saat ini telah memasuki tahap implementasi dan konstruksi awal sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal terintegrasi di kawasan Mebidang," ujar Irsan, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga:Saat ini Pemerintah Kota Medan telah mengoperasikan sekitar 60 unit bus yang melayani lima koridor. Seiring pengembangan BRT, jumlah armada akan ditingkatkan hingga mencapai 273 unit bus untuk mendukung operasional seluruh koridor yang direncanakan.
Tidak hanya armada, Kementerian Perhubungan juga tengah melaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari jalur khusus BRT, Depo Amplas, Depo Pinang Baris, hingga halte naik dan turun penumpang di sejumlah koridor.
Irsan menjelaskan, pembangunan tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah yang terlibat dalam proyek. Kehadiran BRT Mebidang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan metropolitan Medan.
Dengan cakupan layanan yang menghubungkan tiga daerah sekaligus, BRT Mebidang diharapkan menjadi tulang punggung transportasi massal modern di Sumatera Utara. Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, proyek ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui konektivitas yang lebih baik dan efisien.
(Garda.id)
Baca Juga: