Selasa, 13 Oktober 2026

Bupati Pakpak Bharat Pastikan Data NON ASN Yang Valid Ke Menpan RB

Garda.id - Minggu, 25 September 2022 16:20 WIB
Bupati Pakpak Bharat Pastikan Data NON ASN Yang Valid Ke Menpan RB
Bupati Pakpak Bharat Pastikan Data NON ASN Yang Valid Ke Menpan RB
Bupati Pakpak Bharat Pastikan Data NON ASN Yang Valid Ke Menpan RB / ist


PAKPAK BHARAT | garda.id

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri rapat Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB), Abdullah Azwar Anas serta seluruh Bupati se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Puri Agung Convention Hall, Hotel Sahid Jakarta.  Rapat ini sengaja dilaksanakan oleh pihak Kementerian PAN-RB RI untuk menyatukan persepsi serta mencari jalan tengah penyelesaian tenaga non-aparatur sipil negara (ASN).

Dalam rapat ini, Menteri Anas meminta dengan tegas agar Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melakukan audit terhadap kebenaran data  dan mengirimkan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) kepada BKN.

Abdullah Azwar Anas juga menegaskan bahwa focus pengadaan ASN tahun ini adalah tenaga guru dan Kesehatan. Pemerintah tetap memprioritaskan pengadaan ASN tahun ini untuk pelayanan dasar, yaitu guru dan kesehatan, tetapi tidak mengenyampingkan jabatan lainnya,” ujar Menteri Anas dalam Rapat ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan bahwa pihaknya turut menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan pengawasan terhadap data yang diajukan Pemerintah Daerah. Akan ada audit data untuk memastikan data tenaga non-ASN yang dikirimkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuannya,  tegas dia kemudian.

Sementara itu Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Alex Denni menyampaikan bahwa  permasalahan tenaga non-ASN telah menjadi salah satu perioritas untuk diselesaikan. Menurutnya salah satu persoalan SDM bukan hanya sekedar jumlah ataupun kualitas, melainkan distribusinya. 

Tidak sedikit ASN yang baru bekerja satu tahun di Daerah meminta pindah ke Kota, sehingga formasi di Daerah menjadi kosong,” jelasnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Kementerian PANRB bersama BKN dan Pemerintah Daerah tengah merumuskan Peraturan untuk mengunci ASN di Daerah agar tidak bisa mutasi ke Kota dalam batas waktu tertentu.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengikuti program dan kebijakan Pemerintah melalui Kementerian PAN-RB terkait tenaga Non-ASN ini.

Akan kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Daerah, baik dari sisi kebutuhan maupun ketersediaan anggaran kita, ubgkap Bupati di Jakarta.(rbm)

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
DPD Golkar Sumut Tunjuk Alfan Sihombing Plt Ketua Golkar Toba, Revitalisasi 16 PK Dikebut
*Skandal Perampokan Aset Perguruan Tinggi Al-Hikmah, Warga NU Minta PWNU Pasang Badan Seret Pelaku!
Romadon Nasution Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Labusel, Bidik Kemenangan Pileg 2029
Andar Amin Harahap Ajak Kader Golkar Rangkul Semua Potensi di Kabupaten Labusel
Kepala KUA Medan Denai Tekankan Pelayanan Ramah, Transparan, dan Profesional, Termasuk Bimbingan bagi Calon Pengantin
LAPAS YANG MEMULIHKAN, NEGARA YANG MELINDUNGI
 
Komentar