Senin, 20 April 2026

Upacara Sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul

Garda.id - Minggu, 06 Oktober 2024 15:42 WIB
Upacara Sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul
Upacara Sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul

 

Ist


SURAKARTA | Garda.id

Pada tanggal 6 Oktober 2024, Abdi Dalem Keraton Surakarta menggelar upacara sesaji yang megah sebagai bentuk penghormatan kepada Kanjeng Ratu Kidul, penguasa Samudera Selatan. Upacara ini dilaksanakan di lingkungan yang terkenal mistis dan magis, di mana keindahan alam dan tradisi bertemu dalam harmoni, 6 Oktober 2024 , Lokasi: Istana Laut, Samudera Selatan.



Pahargyan Istana Laut


Upacara ini dilaksanakan di Istana Soko Domas Bale Kencono, yang konon berada di dasar samudera, terbuat dari emas, intan, dan permata yang berkilauan. Para peserta upacara memanjatkan doa dan harapan, berharap untuk mendapatkan berkah dari Kanjeng Ratu Kidul. Lingkungan sekeliling dipenuhi dengan suasana khidmat, diiringi aroma kembang wangi yang menyegarkan.


Rangkaian Acara


Dalam upacara ini, terdapat beragam persembahan, termasuk suguhan makanan khas, seperti ketan biru, yang merupakan favorit Ratu Kidul. Abdi Dalem dengan penuh dedikasi memasak berbagai hidangan lezat, menambah nuansa syukur dan penghormatan. Busana yang dikenakan oleh prajurit dan peserta upacara juga menggambarkan keanggunan dan kekayaan budaya Jawa.


Sejarah Kanjeng Ratu Kidul


Kanjeng Ratu Kidul, yang dikenal sebagai Dewi Ratna Suwida, memiliki latar belakang sejarah yang kaya. Dalam Babad Pasundan, ia diceritakan sebagai putri Raja Pajajaran yang memiliki daya magis. Setelah mengalami berbagai ujian, ia bertransformasi menjadi penguasa laut yang dihormati, menjadikan Istana Soko Domas Bale Kencono sebagai kediamannya.


Masyarakat Jawa mengaitkan keberadaan Kanjeng Ratu Kidul dengan berbagai cerita rakyat, termasuk pertemuannya dengan Sutawijaya, pendiri Mataram, yang mengakui keberadaannya sebagai pelindung.


Penutupan Upacara


Upacara ini diakhiri dengan doa bersama, di mana semua yang hadir berharap agar Kanjeng Ratu Kidul senantiasa menjaga dan melindungi tanah Jawa. Dengan penuh rasa syukur, peserta meninggalkan lokasi upacara dengan harapan dan berkah yang baru, meneruskan tradisi yang telah ada sejak lama.


Keberlangsungan upacara sesaji ini menunjukkan pentingnya tradisi dalam kehidupan masyarakat, mengingatkan kita akan kekuatan budaya dan spiritualitas yang ada di dalamnya. Upacara ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan simbol persatuan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Oleh Purwadi / red

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
UNPAB Berikan 15 Kuota Beasiswa untuk Pemenang MTQ ke-59 Kota Medan, Wujud Nyata Dukungan Pendidikan dan Syiar Al-Qur’an
NPAB Satukan Tokoh Nasional dalam Halal Bihalal 2026, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Sosial
Imigrasi yang Berdaulat: Menjaga Gerbang, Mengelola Peradaban
Dendam Lama Berujung Maut, Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan Transformasi
 
Komentar