Minggu, 19 April 2026

Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan

Garda.id - Sabtu, 19 Juli 2025 12:15 WIB
Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan
Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan

 

USTAD H AHMAD MULYADI.IST

Jakarta — Ustadz H Ahmad Mulyadi, Kasubid Penyuluhan dan Bantuan Keagamaan Masyarakat Khusus di Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), secara rutin memberikan ceramah keagamaan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta dan sekitarnya.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan rohani serta membangkitkan semangat spiritual para warga binaan. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Ustadz Ahmad Mulyadi berharap kehadirannya dapat menjadi bagian dari proses pembinaan mental dan moral, sekaligus menumbuhkan kesadaran baru dalam diri para narapidana.


“Ceramah-ceramah ini bukan sekadar menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis, tetapi juga mengajak warga binaan untuk merenungi perjalanan hidup mereka dan membuka lembaran baru dengan penuh harapan,” ujar Ustadz Ahmad usai memberikan tausiah di salah satu lapas di Jakarta Timur, Jumat (18/7/2025).


Program penyuluhan keagamaan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengelola lapas dan tokoh masyarakat. Menurut Ahmad, keberadaan ceramah seperti ini penting untuk mengisi kekosongan spiritual yang kerap dirasakan oleh warga binaan.


“Kami ingin Masjid Istiqlal hadir bukan hanya sebagai simbol keagamaan di pusat kota, tetapi juga menjadi cahaya yang menembus tembok-tembok penjara, memberikan harapan dan makna baru dalam hidup,” tambahnya.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi BPMI untuk memperluas jangkauan dakwah sosial ke kalangan masyarakat khusus, termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan, rumah rehabilitasi, hingga komunitas marginal lainnya.


Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad kerap mengangkat tema-tema relevan seperti taubat, pengampunan, makna kesabaran, serta pentingnya memperbaiki diri. Warga binaan pun menyambut kegiatan ini dengan antusias.


"Alhamdulillah, saya merasa lebih tenang dan semangat untuk berubah jadi lebih baik," ungkap Rudi (bukan nama sebenarnya), seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan itu.


Dengan pendekatan yang inklusif dan membumi, ceramah-ceramah ini diharapkan dapat membantu proses reintegrasi sosial para mantan narapidana kelak setelah mereka bebas, serta mengurangi angka residivisme.red

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan Transformasi
Tiga Dosen Medan Raih Juara Turnamen Pingpong Ketupat Halal Bihalal PTM Eksekutif Sumut
Tiga Dosen Raih Juara Turnamen Pingpong Ketupat Halalbihalal PTM Eksekutif Sumut
Plt Kadiskes Aceh Besar Picu Sorotan, Penunjukan Dinilai Janggal dan Perlu Klarifikasi
Memanusiakan Narapidana: Menagih Asta Cita di Balik Tembok Penjara
Wali Kota Tanjungbalai Melayat ke Rumah Duka Istri Mantan Wali Kota Waris Thalib
 
Komentar