Rabu, 22 Juli 2026

Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan

Garda.id - Sabtu, 19 Juli 2025 12:15 WIB
Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan
Ceramah Ustadz Ahmad Mulyadi di Lapas: Bawa Pencerahan dan Harapan bagi Warga Binaan

 

USTAD H AHMAD MULYADI.IST

Jakarta — Ustadz H Ahmad Mulyadi, Kasubid Penyuluhan dan Bantuan Keagamaan Masyarakat Khusus di Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), secara rutin memberikan ceramah keagamaan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta dan sekitarnya.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan rohani serta membangkitkan semangat spiritual para warga binaan. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Ustadz Ahmad Mulyadi berharap kehadirannya dapat menjadi bagian dari proses pembinaan mental dan moral, sekaligus menumbuhkan kesadaran baru dalam diri para narapidana.


“Ceramah-ceramah ini bukan sekadar menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis, tetapi juga mengajak warga binaan untuk merenungi perjalanan hidup mereka dan membuka lembaran baru dengan penuh harapan,” ujar Ustadz Ahmad usai memberikan tausiah di salah satu lapas di Jakarta Timur, Jumat (18/7/2025).


Program penyuluhan keagamaan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengelola lapas dan tokoh masyarakat. Menurut Ahmad, keberadaan ceramah seperti ini penting untuk mengisi kekosongan spiritual yang kerap dirasakan oleh warga binaan.


“Kami ingin Masjid Istiqlal hadir bukan hanya sebagai simbol keagamaan di pusat kota, tetapi juga menjadi cahaya yang menembus tembok-tembok penjara, memberikan harapan dan makna baru dalam hidup,” tambahnya.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi BPMI untuk memperluas jangkauan dakwah sosial ke kalangan masyarakat khusus, termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan, rumah rehabilitasi, hingga komunitas marginal lainnya.


Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad kerap mengangkat tema-tema relevan seperti taubat, pengampunan, makna kesabaran, serta pentingnya memperbaiki diri. Warga binaan pun menyambut kegiatan ini dengan antusias.


"Alhamdulillah, saya merasa lebih tenang dan semangat untuk berubah jadi lebih baik," ungkap Rudi (bukan nama sebenarnya), seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan itu.


Dengan pendekatan yang inklusif dan membumi, ceramah-ceramah ini diharapkan dapat membantu proses reintegrasi sosial para mantan narapidana kelak setelah mereka bebas, serta mengurangi angka residivisme.red

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Monthly Upgrade Academy Perkuat Pemahaman Sejarah dan Nilai Luhur UNPAB sebagai Fondasi Kemajuan Institusi
All Indonesia: Dari Aplikasi Kedatangan Menjadi Wajah Pertama Negara
Kaderisasi Jadi Kunci Regenerasi, El Adrian Shah: SAPMA PP Adalah Laboratorium Pemimpin Masa Depan Pemuda Pancasila
Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ir. H. Muhammad Irwan Ritonga, M.Si
PBTI Bidik Dominasi Asia! Indonesia Open Taekwondo 2026 Jadi Ajang Pembuktian Prestasi dan Kepercayaan Dunia di Era Letjen Richard Tampubolon
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris: Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
 
Komentar