Biografi PAKU BUWANA XI
A. Jasa dan Perjuangan
Paku Buwana XI memiliki banyak jasa dan perjuangan. Pada hari Minggu Pon, tanggal 7 Desember 2025 diadakan peringatan surud dalem Paku Buwana XI. Bertempat di gedung kasentanan Karaton Surakarta. Saat untuk mengenang jasa dan perjuangan. Nitik perjalanan Sinuwun Paku Buwana XI yang penuh tepa palupi.
Sejak masa muda Sinuwun Paku Buwana XI aktif dalam berbagai organisasi. Tahun 1904 merancang berdirinya Dewan Kraton. Lembaga ini bertugas untuk membuat paugeran tata praja. Kelak pada tahun 1905 Hangabehi Paku Buwana XI memimpin lembaga legislatif.
Perguruan tinggi Mambaul Ulum juga atas prakarsa Hangabehi Paku Buwana XI. Berdiri tahun 1905. Kahar Muzakir, Mukti Ali dan Munawir Zadzali adalah alumni Mambaul Ulum yang tangguh.
Lahirnya Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908 atas bantuan Hangabehi Paku Buwana XI. Beliau mengutus KRT Tirtakusuma untuk membawa bantuan keuangan.
Sarikat Islam berdiri di Solo pada tahun 1911. Ketuanya H Samanhudi. Bertindak dewan penasihat adalah Hangabehi Paku Buwana XI. Berdirinya Muhammadyah pada tahun 1912 juga berkat bantuan Hangabehi Paku Buwana XI. Bahkan beliau menunjuk Patih Sasradiningrat untuk menjadi ketua daerah Muhammadyah Surakarta.
Taman Siswa yang berdiri tahun 1923 juga mendapat bantuan dari Hangabehi Paku Buwana XI. Gedung gedung Karaton Surakarta digunakan untuk ruang belajar. Siswa yang kurang mampu diberi beasiswa. Tahun 1926 Nadhatul Ulama didirikan oleh KH Hasyim Asyari. Hangabehi Paku Buwana XI pun turut memberi bantuan dana. Wajar jika cucu pendiri NU, KH Abdurrahman Wahid kelak mendapat gelar dari Sinuwun Paku Buwana XII tahun 2001.
B. Membentuk BPUPKI.
BPUPKI dibentuk atas jasa Sinuwun Paku Buwana XI. Sumbangan kraton nusantara pada awal berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia sangat besar. Semangan kebersamaan tumbuh dengan kesadaran tinggi. Kraton nusantara itu menyumbangkan harta, jiwa, gagasan, dan tenaga kepada pemerintah Republik Indonesia.
Utusan Karaton Surakarta Hadiningrat yang menjadi anggota BPUPKI bekerja sepenuh hati.
1. KRT Dr. Radjiman Widyadiningrat
3. KRMA Wuryaningrat
4. KGPH Suryahamijoyo
6. Prof. Dr. Mr. Supomo
7. Mr. KRT Wongsonagoro
9. Mr. RP Suroso
10. Prof. Dr. H. Djajadiningrat
12. R. Roeslan Wongso Kusumo
13. Mr. KRT Sastro Mulyono
15. RMA Purbonagoro
Daftar anggota BPUPKI itu bekerja atas SK Sinuwun Paku Buwana XI. Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau BPUPKI. Anggota BPUPKI di atas dirintis secara resmi oleh Kraton Surakarta Hadiningrat.
Laksamana Maeda dijamu makan siang di Sasana Handrawina, dengan gamelan kehormatan Carabalen. Tak lupa Prajurit Nyutra dengan busana warna warni. Pendek kata, Laksamana Maeda merasa terhormat berkunjung ke Kraton Surakarta. Dari hubungan pribadi yang amat erat ini, Paku Buwono XI titip agar anak buahnya bisa terlibat aktif dalam BPUPKI.
Para utusan Kraton Surakarta, terutama KGPH Suryohamijoyo usul supaya Kooti atau Swapraja diakomodir oleh NKRI. Jangan sampai pemerintah RI mengabaikan sejarah. Fakta bahwa negara republik yang didukung oleh swapraja hidupnya lebih makmur dan tertata.
Sidang kedua BPUPKI atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai dimulai lagi tanggal 10 Juli 1945. Tempat di Gedung Tyuroo Songi In (Departemen Luar Negeri), membicarakan tentang bentuk negara, wilayah negara.
Tanggal 11 – 16 Juli 1945 BPUPKI membicarakan persiapan penyusunan rancangan Undang Undang Dasar dan Pembentukan Panitia Perancang Undang Undang Dasar. Pada tanggal 18 Juli 1945 BPUPKI membuat laporan untuk PYM Gunseikan Kakka. Semua anggota BPUPKI utusan Kraton Surakarta bekerja dengan sebaik baiknya.
Sidang BPUPKI dipimpin oleh KRT Dr. Radjiman Widyodiningrat. Saat itu sedang hangat hangatnya membicarakan dasar dan falsafah negara. Tiba tiba Laksamana Maeda mendekati pimpinan sidang. Beliau beserta dengan KRMA Sosrodiningrat, KRMA Wuryaningrat dan KGPH Suryohamijoyo.
Hadirin para peserta sidang kaget melihat KRT Dr. Radjiman Widyodiningrat merunduk sambil sesenggukan menahan tangis. Matanya mbrebes mili.
Tuan tuan Yang Mulia. Berita duka bahwa Kanjeng Sri Susuhunan Paku Buwono XI telah dipanggil Allah SWT.
Berita mangkatnya Raja Surakarta ini secara resmi diumumkan oleh Tuan Sosrodiningrat. Kita semua merasa kehilangan seorang raja yang selalu mendukung pergerakan nasional Indonesia.
Mereka selalu ingat bantuan Hangabehi PB XI sejak jaman Budi Utomo lahir sampai terbentuknya BPUPKI. Sinuwun Paku Buwono XI surud ing kasedan jati pada hari Sabtu Kliwon, 21 Jumadil Akhir tahun Ehe 1876 Saka. Wafatnya Paku Buwono XI bersamaan dengan hari kelahiran Pancasila, yaitu 1 Juni 1945.
D. Anggota BPUPKI
Lahir 11 Agustus 1906 di Binjai Sumatera Utara. Tamat Rechthoge School 1938. Pernah menjadi residen Lampung.
2. Dr. M. Amir
3. Mas Aris
Lahir 2 Januari 1901 di Kebumen. Lulus MLS tahun 1924. Pernah menjadi mantri kehutanan di Bogor.
Lahir 1908 di Surabaya. Mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI). Pernah menjabat sebagai Menteri Muda Penerangan dan anggota Konstituante.
5. BPH Bintoro
6. P.F. Dahler
Lahir 21 Februari 1883 di Semarang. Tahun 1929-1930 menjadi anggota volksraad mewakili Insulinde.
Lahir 25 Agustus 1905 di Sulu, Jolo, Manila, Filipina. Bersekolah di Singapura. Pemimpin pabrik tenun Kancil Mas.
8. Ki Hadjar Dewantara
9. Prof. Dr. KPH Husein Djajadiningrat
Lahir 8 Desember 1886 di Kramat Watu Serang Banten. Lulus dari Universiteit Leiden tahun 1913. Menikah dengan KRAy. Partini putri KGPAA Mangkunegoro VII.
Lahir 16 Mei 1894 di Purbalingga. Lulus OSVIA 1911. Pendiri BNI 1946. Aktif dalam gerakan koperasi Indonesia.
11. Ki Bagoes Hadikoesoemo
12. KH. Abdul Halim
Lahir 17 Juni 1887 di Majalengka. Pendiri Perikatan Ulama Indonesia dan perikatan Umat Islam 1943.
Lahir 25 Pebruari 1909 di Rantau Kalimantan Selatan. Lulus dari ELS Samarinda. Aktif sebagai wartawan.
14. Parada Harahap
15. KH Abdul Fatah Hasan
Lahir di Bojonegara Cilegon Banten. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum di Al Azhar Kairo Mesir.
Lahir 4 April 1906 di Pidie Aceh. Menempuh pendidikan di Universitas Leiden. Menjabat sebagai Gubernur Sumatera pertama.
17. KH. Wachid Hasjim
18. Drs. Mohammad Hatta
Lahir 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi Sumatra Barat. Pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School). Menjabat sebagai Wakil Presiden RI I.
Lahir 31 Desember 1908 di Gunem Rembang. Lulus dari Rechts Hoogeschool diploma 1936. Menjabat sebagai Ketua Gaspi.
20. R. Oto Iskandardinata
21. R. Abdul Kadir
Lahir 6 Juni 1906 di Binjai Sumatra. Pendidikan OSVIA 1926. Menjabat sebagai Ambtenaar Inlandsch Bestuur Jatinegara.
Lahir di 14 Mei 1913 di Sampang Madura. Pendidikan MULO 1929. Pekerjaan sebagai commandant 2 compagnie Barisan I di Bangkalan.
23. Mas Soetardjo Karto Hadikoesoemo
24. RAA Soemitro Poerbonegoro Kolopaking
Lahir 14 Juni 1887 di Papringan Banyumas. Pendidikan di Universiteit Leiden. Menjabat Wedana Sumpiuh.
Lahir 7 Juni 1891 di Mononjaya Tasikmalaya. Pendidikan di Universiteit Leiden. Menjabat sebagai Pemimpin Rumah Sakit Umum Negeri Jakarta.
26. Dr. R. Soeleiman Effendi Koesoema Atmadja
27. Mr. Johannes Latuharhary
Lahir 6 Juli 1900 di Saparua Ambon. Pendidikan di Universiteit Leiden. Menjabat sebagai Advoc R.v.J. Surabaya.
Lahir 1896 di Banjarmasin. Pendidikan Sekolah Hukum di Jakarta. Pekerjaan sebagai Ketua Dewan direksi Pewarta Surabaya.
29. R.Ng. Siti Soekaptinah Soenarjo Mangoen Poespito
30. KH. Mas Mansoer
Lahir 25 Juni 1896 di Surabaya. Pendidikan Al Azhar Mesir. Menjabat sebagai pengurus besar Muhammadiyah Yogyakarta.
Lahir 20 Juni 1897 di Manado Sulawesi. Sekolah di Universitas Leiden 1931. Menjabat sebagai advocaat di Semarang.
32. Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
33. Mr. Mas Besar Marto Koesoemo
Lahir 8 Juli 1893 di Brebes. Sekolah di Universitas Leiden. Pekerjaan sebagai pegawai pada Landraad Pekalongan.
Lahir 30 Desember 1902 di Singasari Malang. Menjabat sebagai Rois'aam PB Syuriah NU.
35. Sayuti Melik
36. Ir. R. Ashar Soetedjo Moenandar
Lahir 30 April 1914 di Siluwak Sawangan (Batang). Sekolah di HBS tahun 1932. Bekerja pada Jawatan Pekerjaan Umum Kerajaan Mangkunegoro.
Lahir 16 April 1907 di Gading Yogyakarta. Pendidikan di Madrasah Da'roel Oelam al oeliyaa di Kairo.
38. R. Asikin Natanegara
39. Ir. KP Mohammad Noor
Lahir 24 Juli 1901 di Martapura Banjarmasin. Sekolah di MULO. Pekerjaan sebagai Hoofd kantor irigatie afdeling.
Lahir 1893 di Jakarta. Menjabat sebagai Direktur Hong Po dari 1936-1942.
41. Tjong Hauw Oey
42. KP. Andi Pettarani
Lahir 14 April 1903 di Gowa. Pendidikan OSVIA. Menjabat sebagai Kepala Onder afdeling Bone.
Lahir 10 Juni 1898 di Sumenep. Sekolah di Bestuurschool 1929. Menjabat sebagai Asisten Wedono Pesongsongan.
44. Mr. I Gusti Ketut Pudja
45. BPH Poeroebojo
Lahir 25 Juli 1906 di Yogyakarta. Sekolah di ELS. Pekerjaan : Giin Tyuuoo Sangi-in Jakarta.
Lahir 5 Nopember 1898 di Tondano Minahasa. Sekolah di ELS. Menjabat sebagai penasehat wisk, Bank Denis dan perseroan pertanggungan jiwa Indonesia.
47. H. Agoes Salim
48. Mr. R. Samsoedin
Lahir 1 Januari 1908 di Sukabumi. Sekolah di AMS Bandung. Bekerja sebagai Volontair Algemene Secretarie Bogor 1938.
Lahir: 18 September 1888 di Cantayan Sukabumi. Menempuh pendidikan di pondok pesantren. Pekerjaan sebagai pengarang buku Agama Islam.
50. Mr. RAy. Maria Ulfah Santoso
51. Mr. RM Sartono
Lahir 5 Agustus 1900 di Wonogiri. Sekolah di Universitas Leiden. Menjabat sebagai Ambtenaar ter beschikking.
Lahir 13 Maret 1894 di Solo. Sekolah HIS. Sebagai anggota pengurus Partai Nasional Indonesia di Bandung.
53. Mr. R. Sastromoeljono
54. Mr. R. Panji Singgih
Lahir 17 Oktober 1894 di Malang. Sekolah di Universitas Leiden. Pekerjaan advoc. Surabaya.
Lahir 25 Pebruari 1908 di Kalirejo Purworejo. Pendidikan di STOVIA. Bekerja sebagai guru MULO.
56. Mr. R. Ahmad Soebardjo
57. R. Soedirman
Lahir 24 Desember 1890 di Semarang. Pendidikan di Diploma Groot notaris II. Bekerja di Dinas Bea dan Cukai.
Lahir 6 Juni 1901 di Surabaya. Pendidikan di HLS 1921. Menjabat sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia.
59. Mr. R. Iwa Koesoema Soemantri
60. Prof. Dr. Mr. Soepomo
Lahir 22 Januari 1903 di Sukoharjo. Pendidikan di Universitas Leiden. Bekerja sebagai a.t.b landr Yogyakarta.
Lahir 9 Juli 1895 di Magetan. Sekolah di OSVIA. Menjabat sebagai Bupati Magetan.
62. Ir. R. Rooseno Soerjohadikoesoemo
63. KGPH Soerjohamidjojo
Lahir 13 Oktober 1905 di Solo. Sekolah MULO 1923. Menjabat sebagai pelindung PPBBS (Perikatan Perusahaan Batik Boemi Poetra Soerakarta).
Lahir 3 Nopember 1893 di Porong Sidoarjo. Sekolah Kweekschool. Bekerja sebagai pegawai kantor irrigatie Probolinggo.
65. Mr. R. Soewandi
66. Drs. KRMH Sosrodiningrat
Lahir 1 Desember 1902 di Solo. Pendidikan di Universitas Leiden. Menjabat Patih Kraton Surakarta.
Lahir 1907 di Semarang. Sekolah di HBS 1925. Sebagai anggota BPUPKI.
68. Mr. Mas Soesanto Tirtoprodjo
69. Ir. RMP Soerachman Tjokroadisoerjo
Lahir 30 Agustus 1894 di Wonosobo. Sekolah di HBSV 1915. Menjabat sebagai asistent pada afdeling Nijverheid Hanel.
Lahir 15 Juni 1897 di Ponorogo. Sekolah di Polytechnisch Institut verklaring 1923. Menjabat sebagai pimpinan Sarekat Islam 1917-1919.
71. Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat
72. RAA Wiranatakoesoema
Lahir 8 Agustus 1888 di Bandung. Sekolah di OSVIA. Bekerja sebagai Juru Tulis Wedana Tanjungsari.
Lahir 5 Juni 1903 di Kasugihan Cilacap. Sekolah di Procureur Raad van Justitie Surabaya. Menjabat sebagai Pemimpin Surat Kabar Asia Raya.
74. Dr. Soekiman Wirjosandjojo
75. R. Roeslan Wongsokoesoemo
Lahir 15 Oktober 1901 di Tanah Merah Sampang Madura. Sekolah di BAS (Burgelijk Avond School). Menjabat sebagai pengurus besar Parindra.
Lahir 20 April 1897 di Solo. Pendidikan di Rechtshorge School 1939. Menjabat sebagai Komisaris pengurus pusat Parinda.
77. Mr. KRMT Woerjaningrat
78. Mr. Muhammad Yamin
Lahir 23 Agustus 1903 di Sawahlunto Sumatra Barat. Besan Mangkunegoro VIII dan menjabat sebagai Menteri Kehakiman.
Lahir 31 Oktober 1910 di Solo. Tamat dari Universitas van Amsterdam. Aktif dalam Gerakan Rakyat Baru.
E. Sinuwun Pergerakan Nasional
Tokoh dunia memberi pengakuan.
Layak sekali jasa dan perjuangan Paku Buwana XI dikenang sepanjang masa.
Nasihat Saikoo Sikikan
Hadirin yang terhormat!
Akan tetapi usaha untuk mendirikan Negara Merdeka yang baru bukanlah usaha yang mudah, lebih lebih lagi jika tidak dengan jalan mempelajari, menyelidiki, dan merencanakan dengan saksama dan teliti segala usaha untuk meneguhkan kekuatan pembelaan, dan soal soal yang menjadi dasar Negara, maka sudah barang tentulah bahwa pekerjaan mulia dalam pembentukan Negara Merdeka di kemudian hari, tak akan mempunyai pokok dasar yang kukuh dan teguh.
Pada hari ini, bertempat di ruangan ini mulai dilakukan langkah pertama dalam pekerjaan Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai untuk menyelidiki serta merencanakan dasar usaha itu dengan sedalam dalam dan seteliti telitinya.
Jakarta, tanggal 28, bulan 5, tahun Syoowa 2 (2605) – (1945),
Saikoo Sikikan
Nasihat Gunseikan
Saya merasa sangat gembira, karena pada hari ini "Badan Untuk Menyelidiki Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan" akan mulai menjalankan pekerjaannya serta melakukan suatu langkah yang besar dalam sejarah mendirikan Negara Indonesia.
Pembentukan Badan ini bermaksud menyelenggarakan pemeriksaan dasar tentang hal hal yang penting, rancangan rancangan dan penyelidikan penyelidikan yang berhubungan dengan usaha mendirikan Negara Indonesia Merdeka yang baru. Dengan jalan demikian akan dapat disampaikan bahan bahan perundingan yang banyak dan saksama kepada Badan Penetapan Putusan Yang Terakhir.
Jika sesuatu bangsa hendak meneguhkan dasar kemerdekaannya, maka ia harus mempunyai keyakinan diri untuk sanggup membela negara sendiri dan juga mempunyai kekuatan yang nyata sebagai bangsa. Oleh karena itu, pada tingkatan yang sekarang ini, bangsa Indonesia terlebih dahulu harus insyaf akan keyakinan dirinya dan kegiatan hatinya untuk memelihara tenaga bagi melangsungkan peperangan ini.
Berhubung dengan syarat-syarat dasar untuk Negara Merdeka yang baru, maka tuan tuan sekalian harus memajukan diri dalam usaha penyelidikan dan pemeriksaan tentang soal-soal tadi dan demikian juga tentang soal soal agama. Saya berharap supaya tenaga pembelaan dan tenaga rakyat diperkuat dan dimajukan tidak buat sekarang saja, tetapi juga seterusnya untuk kemudian hari sesudah bangsa Indonesia merdeka untuk kebahagiaannya. Saya mempunyai harapan yang besar sekali tentang hasilnya badan ini.
Serta pula berarti mendirikan suatu negara yang merdeka dihadapan musuh untuk memenuhi kewajiban sebagai negara yang berdasarkan budi pekerti yang luhur, yaitu sebagai suatu mata rantai dalam Lingkungan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya, akan melaksanakan cita cita 1000 juta bangsa bangsa di Asia Timur Raya.
Dengan demikian, maka bangsa Indonesia yang akan menyelesaikan pekerjaan suci itu untuk mendirikan Negara, harus insaf tentang keadaan peperangan pada masa ini dengan sungguh sungguh dan tentang kewajiban pembelaan yang penting penting serta harus mengingat pula akan kebahagiaan dan kemajuan yang sedang dilimpahkan kepada bangsa Indonesia.
Saya berharap masing masing anggota hendaklah mengingat kehendak pihak rakyat yang ingin mempersatu padukan tenaganya dan insaf akan arti yang sebetul betulnya tentang mendirikan Negara Baru ini sehingga dengan jalan demikian dapat menjadikan kewajiban yang suci ini.
Jakarta, tanggal 28, bulan 5, tahun Syoowa 20 (2605) – (1945),
Gunseikan
Saya sangat gembira karena saya dapat menghadiri upacara pembukaan "Badan untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan" pada hari ini.
Negara Indonesia yang akan dibangunkan adalah satu mata rantai yang kokoh kuat dalam lingkungan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya, dan kewajibannya dalam usaha pembelaan Asia Timur adalah sangat penting sekali.
Jakarta, tanggal 28 bulan 5 tahun Syoowa 20 (2605) – (1945),
Rikugun Taisyoo
Itagaki Seisiroo
Para pembesar Jepang yang mendukung berdirinya NKRI bersahabat erat dengan Sri Susuhunan Paku Buwono XI. Misalnya saja Laksamana Maeda bertukar pikiran tentang masalah peradaban dunia. Pembesar Jepang mengagumi kebudayaan yang dikembangkan oleh Kraton Surakarta Hadiningrat. Usulan Sinuwun Paku Buwana XI, agar BPUPKI dipimpin oleh Dr Radjiman Wedyodiningrat. Cita cita besar telah terwujud. Yakni usaha untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Senin Kliwon, 2 Pebruari 2026.
Purwadi