MEDAN – Langkah tegas ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dengan meninggalkan (walk out) rapat pembahasan alokasi anggaran rehabilitasi kerusakan akibat banjir dan longsor bersama sejumlah menteri, Senin (2/3/2026).
Pengamat Tikwan Raya Siregar melalui akun Facebook pribadinya menyebut, langkah Bobby dapat dimaknai sebagai luapan kekecewaan yang mendalam. Menurutnya, sebagai kepala daerah, gubernur memikul tanggung jawab besar terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Ini bisa menjadi ungkapan kekecewaan atas minimnya empati yang dirasakan daerah ketika menghadapi musibah besar," tulisnya.
Baca Juga:
Menurutnya, persoalan ini tidak lepas dari struktur fiskal nasional yang masih sangat terpusat. Daerah memiliki keterbatasan ruang gerak dalam mengelola anggaran, sehingga sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat, terutama dalam situasi darurat.
Selama ini, Sumut disebut masih menghadapi tantangan infrastruktur yang cukup serius, mulai dari kualitas jalan hingga keterbatasan pemeliharaan. Di sisi lain, pemerintah provinsi juga tengah mendorong percepatan pembangunan di sejumlah wilayah tertinggal.
Meski demikian, Tikwan berharap komunikasi antara pusat dan daerah tetap terbuka agar alokasi anggaran dapat dirumuskan kembali secara proporsional.
"Harapannya, masih ada ruang untuk memperjuangkan hak-hak daerah sehingga rasa keadilan itu benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: