Jumat, 15 Mei 2026

Fauja Singh, Legenda Maraton Dunia, Meninggal di Usia 114 Tahun

Garda.id - Selasa, 22 Juli 2025 19:02 WIB
Fauja Singh, Legenda Maraton Dunia, Meninggal di Usia 114 Tahun
Fauja Singh, Legenda Maraton Dunia, Meninggal di Usia 114 Tahun




Jalandhar, India –– Dunia olahraga internasional berduka atas wafatnya Fauja Singh, pelari maraton legendaris asal India, pada usia 114 tahun. Singh meninggal pada 14 Juli 2025 setelah tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan di kampung halamannya, Beas Pind, dekat Jalandhar, negara bagian Punjab, India.

Fauja Singh dikenal luas sebagai pelari amatir tertua di dunia yang tetap aktif mengikuti lomba maraton hingga usia lebih dari 90 tahun. Ia menarik perhatian dunia ketika mengikuti London Marathon tahun 2002 pada usia 89 tahun. Pada saat itu, ia menjadi peserta tertua yang tercatat dalam sejarah ajang tersebut.

Meski tidak tercatat secara resmi dalam Guinness World Records akibat tidak adanya akta kelahiran yang sah—karena lahir pada masa India pra-kemerdekaan—rekam jejak Singh di dunia maraton tetap melegenda. Ia dijuluki “Running Baba”, “Superman dari India”, serta “Sikh Superman” karena identitasnya sebagai pemeluk agama Sikh dari komunitas Punjabi.

Pada Olimpiade London 2012, Singh mendapat kehormatan membawa obor Olimpiade, sebuah pencapaian istimewa yang menegaskan pengakuan dunia terhadap kontribusinya di bidang olahraga.

Singh sempat bermukim di Inggris bersama salah satu putranya, sebelum akhirnya kembali ke India. Selama hidupnya, ia menjaga pola hidup sehat dan sederhana. Dalam wawancara-wawancara terdahulu, ia menyebut makanan favoritnya adalah yogurt, dal (kacang-kacangan), susu, sayuran hijau, serta teh susu khas India (cha) yang dicampur jahe.

Ia meninggalkan lima orang anak. Istrinya telah wafat pada tahun 1992, disusul salah satu putrinya beberapa tahun kemudian.

Fauja Singh menjadi ikon inspiratif yang menunjukkan bahwa usia bukanlah batas untuk mencapai prestasi. Di usia 93 tahun, ia menyelesaikan maraton penuh, menarik perhatian dunia dan menandatangani kontrak dengan merek olahraga global Adidas.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh sahabatnya, Kishan Raj, kepada rekan-rekan di Indonesia. Dunia kini kehilangan sosok yang bukan hanya pelari, tetapi simbol ketekunan, semangat hidup, dan dedikasi terhadap kesehatan.

RED

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Muhammad Safrizal Almalik Tegaskan: Hanya Waliyullah yang Mampu Kembalikan Marwah dan Kejayaan NU
Pemilik Klaim Tanah Gedung Koperasi Merah Putih Bukit Mesara, Lokasi Dipagari Kawat Duri
Novan Siregar Suntik Semangat Atlet Panahan Sumut Jelang PON 2028
JMSI Sumut Apresiasi Penghargaan Presiden untuk Kapolda Sumut Jadi Kebanggaan Masyarakat
Nasib Ahmad Bahar, Sudah Cetak Buku Malah Diminta Tidak Diedarkan
Layak Sekda Medan, Dr Adlan, Figur Birokrat Santun dan Berpengalaman di Pemko Medan
 
Komentar