Jumat, 01 Mei 2026

GREAT Institute Prihatin atas OTT KPK Wamenaker, Praktik Korupsi Masih Bergentayangan.

Garda.id - Kamis, 21 Agustus 2025 10:36 WIB
GREAT Institute Prihatin atas OTT KPK Wamenaker,  Praktik Korupsi Masih Bergentayangan.
GREAT Institute Prihatin atas OTT KPK Wamenaker, Praktik Korupsi Masih Bergentayangan.

 

Khalid Zabidi

JAKARTA – GREAT Institute menyatakan keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Immanuel Ebenezer Wamenaker. 


KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau dikenal sebagai Noel ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi pada Kamis (21/8/2025). OTT tersebut digelar KPK pada Rabu (20/8) malam.


 Direktur Komunikasi GREAT Institute, Khalid Zabidi juga pada saat yang sama menyampaikan apresiasi atas kerja konsisten KPK dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.


“Kami sangat prihatin atas OTT KPK terhadap Wamenaker, Immanuel Ebenezer, bahwa praktik koruptif masih bergentayangan di lingkungan kantor kementerian" ujar Khalid. 


Menurut keterangan KPK, Immanuel Ebenezer di tangkap karena diduga melakukan pemerasan atas kepengurusan sertifikasi K3 perusahaan. Immanuel dikenal sebagai aktivis dan lantang membela para pekerja terutama terkait penahanan ijazah pekerja oleh perusahaan.


Pada saat yang bersamaan dalam keterangannya Khalid Zabidi juga  menghargai kerja keras KPK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. "KPK harus menjadi garda terdepan dalam kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia". Kata Khalid yang juga adalah aktivis 98 ITB.


Khalid, mengimbau kepada para penyelenggara negara agar mematuhi arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas dan terang dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPR RI dan MPR RI, 15 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas korupsi secara tegas. “Korupsi adalah musuh bersama yang harus kita basmi sampai ke akar-akarnya demi keadilan dan kemakmuran bangsa,” tegas Prabowo.


Presiden juga menambahkan, “Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang terlibat korupsi, termasuk pejabat tinggi sekalipun. Negara hadir untuk memastikan hukum berjalan tanpa pandang bulu.” tegas Presiden dalam pidatonya.


"Saya pikir Presiden sudah tegas dan jelas sikapnya terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi, saya berharap para jajaran kabinet dan penyelenggara negara lainnya agar mematuhi perintah Presiden Prabowo untuk tidak melakukan korupsi dalam menjalankan tugas mereka, komitmen Presiden ini harus di dukung penuh." Pungkas Khalid Zabidi.rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Tandatangan Fakta Integritas
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
Wakil Bupati Asahan: Pengusaha Kayu Wajib Patuhi Batas Muatan, Jalan Kabupaten Aset Bersama
Gagalkan Peredaran 5 Kg Sabu dari Malaysia, Kapolres Asahan: Potensi Selamatkan 5.000 Jiwa
May Day 2026, Bupati Asahan Terima 1.700 Kartu BPJS Ketenagakerjaan
May Day 2026 di Medan Penuh Sukacita dan Kebersamaan, Rico Waas: Buruh adalah Denyut Nadi Ekonomi dan Pembangunan
 
Komentar