Rabu, 10 Juni 2026

Pengajar BIPA Harus Kuasai Pembelajaran Digital

Garda.id - Rabu, 12 Juni 2024 05:00 WIB
Pengajar BIPA Harus Kuasai Pembelajaran Digital
Pengajar BIPA Harus Kuasai Pembelajaran Digital

 


Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU),  Oleh Yulhasni.ist


LANGSA | Garda.id

Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Yulhasni mengatakan, dalam perkembangan dunia digital sekarang, pengajar BIPA harus menguasai pembelajaran dengan metode digital. Hal tersebut disampaikan Yulhasni pada kegiatan Peningkatan Mutu Pengajaran BIPA Berbasis Digital bagi Pengajar dan Pegiat BIPA di Kota Langsa yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Aceh, Selasa (11/6) di Kampus Universitas Samudrea Langsa. 

Dihadapan puluhan peserta dari berbagai kalangan tersebut, Yulhasni mengatakan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar BIPA untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing. Karena sekarang kita berada di zaman digital, maka metode pembelajaran pun tidak bisa lagi dengan cara-cara konvensional, ujar dosen FKIP dan FISIP UMSU ini. 

Yulhasni mencontohkan bagaimana sosial media seperti Tiktok sebenarnya efektif sebagai media pembelajaran karena dewasa ini aplikasi tersebut paling digandrungi masyarakat dunia. Dengan aplikasi tersebut pengajar BIPA dapat membuat konten yang edukatif dan interaktif agar lebih mudah mengajarkan bahasa Indonesia ke penutur asing. Selain itu perlu juga berkolaborasi dengan pengguna Tiktok yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan, dukungan visual, dukungan konten lainnya dengan tidak lupa membuat tagar,kata Yulhasni yang juga mengajar mata kuliah Komunikasi Digital di FISIP UMSU ini.

Pada kesempatan tersebut, Yulhasni juga menekankan pentingnya pengajar BIPA memasukkan muatan lokal, khususnya aspek budaya dalam pembelajaran. Hal ini tidak terkait pengajaran bahasa Indonesia untuk orang asing dikemas dalam sebuah program yang memadukan unsur praktik pengajaran dan praktik diplomasi. Sebagai pengajar BIPA sudah selayaknya kita memperkenalkan budaya Indonesia ke warga negara asing yang dikemas dalam metode pembelajaran,kata Yulhasni. (rel)

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Atasi Pengangguran, Rico Waas Dukung Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Medan ke Luar Negeri
Rico Waas dan Mantan PSMS Bahas Kebangkitan Sepak Bola Medan
Menjaga Ekonomi Kreatif dari Pintu Keimigrasian
JMSI Sumut Nilai Kinerja Polrestabes Medan Berhasil Jaga Kondusivitas Kota
Diskominfo Sumut Buka-Bukaan Soal Anggaran Seleksi KI Sumut 2026-2030, Capai Rp409,7 Juta
Dari OTT Imigrasi ke Konsolidasi Pelayanan Publik
 
Komentar