Bella adalah seorang wanita cerdas bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Sebagai putri sulung dari tiga bersaudara, ia tumbuh dalam kehangatan keluarga Bapak Rianto, S.H., M.H., seorang praktisi hukum yang tegas namun penyayang dan juga tokoh pers terkenal di Sumatera Utara yang juga CEO Sumut 24 Group, dan Ibu Marlina Eliyanti, S.E.
Bella menjadi teladan bagi kedua adik kandungnya, Gandhis Dwi Febrian SP dan Dimas Dafa Fahreza yang masih kuliah di USU serta juga menyaksika Keluarga diantarnya Drs Sugito ( Pakdeh), Hj Moncowati ( Budehnya). Di mata keluarganya, Bella adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan modern dan keanggunan budi pekerti.
Di seberang takdirnya, berdiri Fahdi Saidi Lubis. Fahdi bukanlah pria biasa; ia adalah seorang akademisi murni yang mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Gelar S.Kom. dan M.Kom. telah diraihnya, dan kini ia tengah berjuang menyelesaikan babak akhir pendidikannya sebagai Calon Doktor atau Ph.D. (Cand.) .Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Hj. Arneny Abdullah, Fahdi dibesarkan dalam keluarga besar yang penuh dengan pencapaian intelektual tinggi. Abang kandungnya, Dr. dr. Bastian Lubis, Sp.An-TI, serta saudaranya yang lain seperti Muharman Lubis, B.IT., B.Sc., senantiasa mendampingi langkahnya.
Namun, di balik semua gelar mentereng itu, Fahdi tetaplah sosok pria yang rendah hati, tenang, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.
Pertemuan awal mereka dimulai dari bangku sekolah SMA Negeri 1 Medan, tapi saat itu benih-benih percintaan belum terajut di hati Bella.
Benih kasih sayang diantara Bela dan Fahdi tumbuh bersemi di koridor kampus di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara (USU) bertahun-tahun lalu, saat keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa ilmu komputer.
Kecepatan berpikir Bella dan senyum manisnya yang selalu hadir saat berhasil memecahkan error pada sistem komputer membuat Fahdi jatuh hati.
Bagi Bella, Fahdi adalah oasis di tengah kepenatan dunia perkuliahan. Ketika Bella merasa buntu dengan dunianya, Fahdi selalu datang dengan segelas kopi dan kesabaran yang tiada habisnya untuk membantu. Karakter Fahdi yang sangat sabar, penuh pengertian, dan taat dalam ibadah membuat Bella merasa aman. Dari sana, benih-benih cinta tumbuh, bertransformasi dari sekadar teman satu jurusan menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung mimpi masing-masing. Fahdi terus melesat hingga ke jenjang S-3, sementara Bella setulus hati mendampingi setiap proses jatuh bangun kekasihnya itu.
Waktu bergulir membawa mereka pada hari Sabtu yang cerah, 4 Juli 2026. Pukul sepuluh pagi, kediaman keluarga besar Bella di daerah kawasan Pasar 5 Tembung, Kabupaten Deli Serdang telah disulap menjadi taman bunga yang indah.
Tangga melingkar di tengah rumah dihiasi dengan untaian bunga-bunga segar berwarna merah jambu dan kuning cerah yang menjuntai anggun. Udara dipenuhi aroma harum dan ketegangan yang mendebarkan.
Fahdi, sang putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Ibu Hj. Arneny Abdullah, melangkah dengan mantap namun penuh debaran di dada. Ia didampingi oleh kakak-kakaknya tercinta: Dr. dr. Bastian Lubis beserta Dr. dr. Putri Amelia; Muharman Lubis beserta Siti Rahmah; Dr. Arif Ridho Lubis beserta dr. Dira Wahyuni Siregar; Rahmat Yusuf Lubis beserta Miftah; serta sang kakak perempuan dr. Rahmah Evelin Lubis.
Di ambang pintu rumah, keluarga besar Bella menyambut hangat, Bapak Rianto dan Ibu Marlina, didampingi kedua adik kandung Bella, Gandhis Dwi Febrian dan Dimas Dafa Fahreza, menyapa kehadiran keluarga besar Lubis dengan penuh senyum ketulusan.
_"Bapak, Ibu sekalian, inilah dia anak gadis kita di rumah ini, Bella Olivia Putrisanni, datang dan hadir"_
Dari lantai atas, Bella perlahan muncul. Ia melangkah menuruni anak tangga dengan sangat anggun, mengenakan kebaya elegan bercorak kuning keemasan yang serasi dengan dekorasi bunga di sekelilingnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang merona, sementara matanya tertuju pada satu pria yang berdiri tegak di ujung tangga memegang seikat bunga bertuliskan Fahdi.
Fahdi berdiri di hadapan Bella, menjabat mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar, namun tatapan matanya memancarkan keyakinan mutlak. Di hadapan kedua orang tua Bella, ia mengutarakan maksud hatinya yang paling dalam:
_"Dengan izin Allah dan restu kedua orang tua Fahdi, Fahdi ingin melamar Bella sebagai istri. Kepada Om Anti dan Tante Marlina , saya memohon izin dan restunya. Bella, bersediakah Bella menerima lamaran Abang dan melangkah bersama Abang menuju pernikahan?"_
Jawaban Sang Gadis Pilihan
Bella memandang pria di hadapannya. Segala rasa syukur buncah di dalam dadanya. Dengan senyuman manis dan nada suara yang penuh ketulusan, ia menjawab pinangan tersebut:
Tawa kecil Bella di akhir kalimat mencairkan ketegangan, disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan seruan bahagia dari seluruh keluarga besar yang menyaksikan momen sakral tersebut.
Restu, Doa, dan Air Mata Kebahagiaan
_"Alhamdulillah hari ini... Papa teringat kembali kisah kalian saat kuliah dulu. Jadi saat kuliah itu ada cerita beberapa tahun lalu tentang awal mula kedekatan kalian... Dan hari ini, Papa menyaksikan sendiri bagaimana Bella dan Fahdi mengikat janji untuk masa depan..."_
Di samping Bapak Rianto, sang ibu, Marlina Eliyanti, memandang putrinya dengan tatapan penuh keibuan. Sambil menggenggam jemari Bella, ia membisikkan narasi kalbunya yang penuh kehangatan:
Dari sisi keluarga pria, H. dr. Asmin Lubis dan Hj. Arneny Abdullah, kedua orang tua Fahdi, menatap putra bungsu mereka dengan rasa bangga yang tak terkira. Sang ibu, Arneny, mewakili rasa syukur suaminya, memberikan petuah indah bagi menantu barunya:
_"Fahdi anak bungsu kebanggaan Papa dan Ibu. Perjalanan akademikmu telah membawamu melangkah jauh menuntut ilmu, tetapi hari ini, langkahmu menemukan pelabuhan terindahnya di hati Bella.
Langkah Baru Menuju Masa Depan Gerbang Ikatan Abadi
​Kebahagiaan yang utuh kian terpancar saat prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua calon mempelai sebagai lambang ikatan yang suci, disusul dengan penyerahan seserahan secara simbolis dari keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai tanda keseriusan dan ketulusan niat baik. Pembicaraan hangat seputar persiapan mahar dan kelancaran acara pernikahan suci yang direncanakan pada bulan Oktober pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.
​Hari bersejarah yang penuh dengan untaian romansa ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhmad Khambali, SE., MM.. Semua kepala tertunduk, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar seluruh langkah Bella dan Fahdi menuju pelaminan senantiasa dipenuhi kelancaran, keberkahan, dan cinta yang takkan pernah habis dimakan waktu.
Acara di hari penuh hikmat tersebut serasa sempurna dan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT dengan kehadiran sanak famili dan keluarga besar Bapak Rianto, SH.,MH dan Ibu Marlina Eliyanti, SE.
Kehadiran para tamu penting di acara ini diantaranya dua mantan Walikota Medan; Bapak Abdillah, Ak.,MBA dan Bapak Akhyar Nasution serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Bapak Akhmad Munir, Ketua PWI Sumatera Utara Bapak H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE dan Pemimpin Redaksi Waspada.id yang juga menjabat sebagai Manajer Umum Harian Waspada Bapak Hendra DS dan tokoh pers lainnya serta jajaran awak pers Sumut 24 Group juga menambah kebahagian keluarga besar Bapak Rianto (Anto Genk) sebagai salah satu tokoh pers yang diperhitungkan di Sumatera Utara.