Puroloyo Kotagede
Centra Puroloyo Kotagede terdiri dari bangsawan Pajang dan Mataram. Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Menempati posisi paling tinggi. Pengasuh Raden Danang Sutawijaya atau Ngabehi Loring Pasar. Sejak tahun 1575 menjadi raja Mataram. Berkat didikan Sultan Hadiwijaya, Danang Sutawijaya bergelar Panembahan Senapati.
Bendara Raden Ajeng Sedhah Mirah ngobong dupa, manungku puja. Berbusana semekan kemben, jarik, gelung sanggul. Putri Pangageng Sasana Wilapa memberi daya kekuatan. Bendara Raden Ajeng Lungayu lenggah saluku juga, amemet babahan hawa sanga. Berdoa demi wilujenge Karaton Mataram Surakarta Hadiningrat.
Baca Juga:Abdi dalem ulama membaca tahlil tahmid takbir tasbeh. Ditujukan untuk para suwarga sesepuh Mataram. Ki Juru Martani, Ki Ageng Pamanahan, Nyi Ageng Sabinah Pamanahan. Jasa mereka sungguh besar masa awal berdirinya Kraton Ngeksiganda. Sesepuh Mataram mendapat penghormatan yang amat tinggi. Pajimatan ini selalu ramai orang berziarah untuk ngalap berkah.
Panembahan Senapati didampingi dua garwa prameswari. Ratu Waskitha Jawi, putri Ki Ageng Penjawi. Adipati Pati yang turut membantu perjuangan Joko Tingkir. Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Penjawi berbesanan.
Pernikahan Panembahan Senapati dengan Ratu Waskitha Jawi melahirkan Sinuwun Prabu Hadi Hanyokro Wati. Raja Mataram yang memerintah tahun 1601 - 1613. Menikah dengan Ratu Banuwati, putri Pangeran Benawa, cucu Joko Tingkir. Menurunkan Kanjeng Sultan Agung raja Mataram tahun 1613 - 1645.
Langit biru, angkasa cerah, angin sumilir. Puroloyo Kotagede ngengreng merbawani. Selama lima abad Kraton Mataram telah menghiasi tanah Jawa. Sumbangan besar telah dianyam demi agung dan anggunnya peradaban. Jawa jiwa kang kajawi.
Jaman terus berjalan. Jejak langkah harus terarah. Hasil kerja menjadi tepa tuladha. Generasi muda baik meniru aktivitas kultural Mataram. Sambung menyambung menjadi satu. Itulah kekayaan budaya nusantara.
Baca Juga:Jumeneng dalem Sinuwun Paku Buwono XIV tanggal 13 Nopember 2026 memberi harapan. Dinasti Mataram Surakarta mengemban tugas mulia. Tradisi mesti lestari. Kebudayaan mengokohkan kepribadian.
Kotagede, Senin Kliwon, 31 Agustus 2026.
Purwadi