Sabtu, 29 Agustus 2026

Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo

Garda.id - Minggu, 06 Oktober 2024 15:37 WIB
Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo
Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo

 

Ist


SURAKARTA | Garda.id

Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung berlangsung pada tanggal 6 Oktober 2024 di pantai Parangkusumo, Jawa. Acara ini dipimpin oleh GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd, yang merupakan simbol kepemimpinan dan pelestarian budaya Jawa. Dalam upacara tersebut, berbagai elemen dari Karaton Surakarta Hadiningrat turut serta, termasuk abdi dalem dan prajurit yang mengawal acara dengan penuh kesungguhan.


Suasana upacara diwarnai oleh partisipasi aktif para siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Kediri, Blitar, dan Surabaya. Mereka hadir dengan semangat untuk melestarikan budaya Jawi, menunjukkan tekad kuat generasi muda dalam menjaga warisan budaya yang ada.


Acara ini juga menghormati hubungan historis antara Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senapati, yang dianggap sebagai pernikahan simbolis antara kerajaan Mataram dan kekuatan spiritual dari Pantai Selatan. Upacara ini berlangsung dengan iringan tari sakral Bedaya Ketawang, yang menunjukkan penghormatan terhadap Kanjeng Ratu Kidul dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


Dalam rangka memperkuat pelestarian budaya, PAKASA (Paguyuban Abdi Dalem Kawula Karaton Surakarta) turut berperan aktif dalam menyukseskan upacara ini. Organisasi yang didirikan sejak 1931 ini memiliki komitmen untuk menjaga budaya Jawa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tradisi di kalangan generasi muda.


Upacara ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mengingat jasa-jasa Sinuwun Amangkurat, raja yang memimpin Mataram pada tahun 1645 hingga 1677. Beliau dikenal karena visi dan kepemimpinannya yang membawa kemajuan melalui berbagai sektor, termasuk industri dan pendidikan. Pengalamannya belajar di Eropa, terutama di Perancis, menjadi bekal penting dalam membangun kerajaannya.


Secara keseluruhan, upacara Labuhan Ageman ini menjadi momen penting dalam sejarah budaya Jawa, menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan menghormati tradisi serta nilai-nilai yang telah ada. Ini adalah wujud nyata dari semangat nguri-uri budaya Jawi yang terus hidup dan berkembang dalam setiap generasi.

Oleh : Purwadi, Ketua LOKANTARA

Hp: 087864404347

Rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Alhamdulillah, M. Daffa Verandy Raih Gelar Magister Kenotariatan, H. Subandi: Selangkah Lagi Jadi Notaris
Guangzhou Pharmaceutical Resmi Buka Ekspansi Walovi ke Indonesia
Pelantikan JMSI Sumbar 2026: Perkuat Barisan Media Siber, Lima Tokoh Raih JMSI Awards
Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power
JMSI Sumut Dukung Penuh Program Irigasi Bobby Nasution, Pastikan Air Mengalir ke Lahan Petani
Siap Hadapi Musim Baru, JNE kembali mendukung Tim Cosmo JNE FC di Liga Futsal Profesional 2026/2027
 
Komentar