Sabtu, 18 April 2026

Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo

Garda.id - Minggu, 06 Oktober 2024 15:37 WIB
Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo
Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung di Pantai Parangkusumo

 

Ist


SURAKARTA | Garda.id

Upacara Labuhan Ageman Sinuwun Amangkurat Agung berlangsung pada tanggal 6 Oktober 2024 di pantai Parangkusumo, Jawa. Acara ini dipimpin oleh GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd, yang merupakan simbol kepemimpinan dan pelestarian budaya Jawa. Dalam upacara tersebut, berbagai elemen dari Karaton Surakarta Hadiningrat turut serta, termasuk abdi dalem dan prajurit yang mengawal acara dengan penuh kesungguhan.


Suasana upacara diwarnai oleh partisipasi aktif para siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Kediri, Blitar, dan Surabaya. Mereka hadir dengan semangat untuk melestarikan budaya Jawi, menunjukkan tekad kuat generasi muda dalam menjaga warisan budaya yang ada.


Acara ini juga menghormati hubungan historis antara Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senapati, yang dianggap sebagai pernikahan simbolis antara kerajaan Mataram dan kekuatan spiritual dari Pantai Selatan. Upacara ini berlangsung dengan iringan tari sakral Bedaya Ketawang, yang menunjukkan penghormatan terhadap Kanjeng Ratu Kidul dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


Dalam rangka memperkuat pelestarian budaya, PAKASA (Paguyuban Abdi Dalem Kawula Karaton Surakarta) turut berperan aktif dalam menyukseskan upacara ini. Organisasi yang didirikan sejak 1931 ini memiliki komitmen untuk menjaga budaya Jawa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tradisi di kalangan generasi muda.


Upacara ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mengingat jasa-jasa Sinuwun Amangkurat, raja yang memimpin Mataram pada tahun 1645 hingga 1677. Beliau dikenal karena visi dan kepemimpinannya yang membawa kemajuan melalui berbagai sektor, termasuk industri dan pendidikan. Pengalamannya belajar di Eropa, terutama di Perancis, menjadi bekal penting dalam membangun kerajaannya.


Secara keseluruhan, upacara Labuhan Ageman ini menjadi momen penting dalam sejarah budaya Jawa, menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan menghormati tradisi serta nilai-nilai yang telah ada. Ini adalah wujud nyata dari semangat nguri-uri budaya Jawi yang terus hidup dan berkembang dalam setiap generasi.

Oleh : Purwadi, Ketua LOKANTARA

Hp: 087864404347

Rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Istiqomah Gelar Maulid Diba’, Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Kolaborasi Dishub Sumut, CEO Sumut24 dan Bos Vina Travel and Trans Dorong Pelayanan Angkutan
Dinilai Berpengalaman dan Merakyat, Hasyim SE Kantongi Dukungan Bakopam Sumut
Mobil Hingga Emas, Komisi C Nilai Gebyar Pajak Sumut Berpotensi Boncoskan APBD
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga, Ini Kata  Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ambar
 
Komentar