Sabtu, 18 April 2026

WAYANG SEBAGAI MEDIA DAKWAH

Garda.id - Sabtu, 25 November 2023 02:53 WIB
WAYANG SEBAGAI MEDIA DAKWAH
WAYANG SEBAGAI MEDIA DAKWAH

 

Ilslustrasi.ist


JOKJA | GARDA.ID

Orang Jawa mengatakan bahwa wayang merupakan wewayangane ngaurip. Penuh dengan ajaran perlambang kehidupan. Wayang penuh dengan nilai simbolik. Lambang cipta rasa karsa. 


Sarasehan Wayang di daerah Karangmalang Yogyakarta pada tanggal 24 Nopember 2023. Arti filosofis Wayang diulas dengan jelas tegas tuntas. Menelisik peran Wayang dalam penyebaran agama di tanah Jawa. 


Para wali menggunakan Wayang sebagai media dakwah. Kesenian wayang sangat disukai oleh masyarakat Jawa. Sejak jaman Kraton Demak Bintoro tahun 1478.


Sunan Kalijaga ahli seni budaya. Cerita wayang terkenal dengan lakon jamus Kalimasada. Akulturasi budaya mewarnai pagelaran wayang purwa. 


Alkisah cerita yang digelar di Kasultanan Demak Bintoro. 

Prabu Yudistira memiliki pusaka Kalimasada Jati. Atas saran Prabu Kresna dan Prabu Baladewa, supaya  datang Kraton Demak. Raden Patah bisa menjelaskan makna pusaka milik Ummat Negeri Amarta. 


Tujuan mulia untuk Ummat Amarta itu dihalangi oleh Kurawa. Patih Sengkuni menghasut peguron ilmu hitam di Nusakambangan. Penguasa makhluk halus dikerahkan untuk mengganggu babaran Kalimasada di Masjid Agung Demak. 


Sunan Kalijaga memberi wejangan keummatan serta ilmu makrifat kepada para Pandawa. Agar proses pengajaran Kalimasada berjalan lancar. 


Bertempat di Masjid Agung Demak, makna Kalimasada dilakukan oleh Raden Patah Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar. Kalimasada adalah dua kalimat Syahadat. 


Kesempurnaan amal sholeh Prabu Yudistira, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Makna dihayati dengan sepenuh hati. Pendawa berubah menjadi insan kamil yang siap berdarma bakti buat kemaslahatan ummat bangsa dan negara. 


B. Urutan Cerita Dakwah


Cerita pedalangan disajikan dengan mengutamakan unsur tuntunan tontonan dan tatanan. 


1. Jejer Neger Amarta.

Wayang Puntadewa, Werkudara, Arjuna, Nakula, Sadewa. Kresna, Baladewa. 

Gending ayak, talu, kabor. 


2. Kedhatonan Dwarawati

Setyaboma, Jembawati, Rukmini, Cantik, Limbuk. 

Gending ayun ayun


3. Paseban Jawi Kurawa. 

Wayang Sengkuni, Dursasana, Durmagati, Citraksa, Citraksi, Kartamarma, Jayadrata, Aswatama. 

Gending srepeg nem. 


4. Budhalan 

Kereta, rampogan, kuda. 

Gending tropong bang. 


5. Adegan Nusakambangan. 

Wayang : Mahadiyu, Padasgempal, Rambutgeni, Galiyuk, Buta Terong, Dhemit. 

Gending jamong, singa nebak. 


6. Pesantren Kadilangu. 

Sunan Kalijaga, Abimanyu, Semarang, Gareng, Petruk, Bagong, cantrik. 

Gendhing bondhet. 


7. Perang Kembang 

Cakil, Togog, Bilung, Abimanyu. 

Gending kumuda.


8. Kayangan Junggring Salaka. 

Bathara Guru, Narada, Bayu, Yamadipati, Wisnu. 

Gendhing Pangkur barang. 


9. Masjid Kraton Demak. 

Raden Patah, Yudistira, Kresna, Baladewa. 

Gending singa singa. 


10. Babaran Kalimasada dan makna dua kalimat Syahadat. 

Gending ayak pamungkas.


Wali Sanga melakukan dakwah dengan jalan damai. Unsur kebijaksanaan sangat diutamakan. Wayang atau wewayangane ngaurip merupakan wahana syiar agama yang berhasil di tanah Jawa.


Jaman Demak, Pajang dan Mataram seni wayang wayang selalu hadir. Sebagai sarana sosialisasi nilai luhur tradisional. 


Sri Mangkunegara VIi membuat balungan ringgit purwa tahun 1915. Dalang wayang purwa makin dinamis dan kreatif. Dakwah yang mengutamakan kebijaksanaan.

Oleh:

Dr Purwadi, M.Hum.

Ketua LOKANTARA, 

Lembaga Olah Kajian Nusantara. 

HP 087864404347

Relis.

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Wali Kota Tanjungbalai Melayat ke Rumah Duka Istri Mantan Wali Kota Waris Thalib
Siaga Kelistrikan PLN UID Sumut Sukseskan Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara di TMP Bukit Barisan
Pemerataan listrik bukan hanya soal menyalakan lampu, melainkan menghadirkan peradaban. Di balik medan yang terjal dan tantangan pekerjaan yang tidak
Turnamen Pingpong Ketupat PTM Eksekutif Sumut Resmi Ditutup
Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Istiqomah Gelar Maulid Diba’, Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
 
Komentar