Kamis, 16 April 2026

Topan Ginting, Dekat Kekuasaan "Ketua Kelas" yang Terlalu Percaya Diri, Akhirnya Kena OTT KPK!

Garda.id - Sabtu, 28 Juni 2025 15:22 WIB
Topan Ginting, Dekat Kekuasaan "Ketua Kelas" yang Terlalu Percaya Diri, Akhirnya Kena OTT KPK!
Topan Ginting, Dekat Kekuasaan "Ketua Kelas" yang Terlalu Percaya Diri, Akhirnya Kena OTT KPK!

 

TOPAN GINTING SAAT DAMPINGI GUBSU BOBBY DALAM SATU KEGIATAN.IST


Medan – Nama Topan Obaja Putra Ginting, atau yang lebih beken dipanggil Topan, selama ini dikenal sebagai “Ketua Kelas” di lingkungan Pemko Medan. Julukan itu bukan tanpa alasan—Topan adalah sosok yang disebut-sebut sangat berpengaruh, terutama setelah Bobby Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan.


Dari ajudan, karier Topan melesat bak roket. Mulai dari Camat, Kepala Bagian Umum, Aset, LPSE, bahkan sempat jadi Kadisdik, Kadis PU, hingga Pelaksana Harian Sekda Medan. Pokoknya, jabatan strategis hampir semuanya pernah ia cicipi. Dan yang bikin heboh, semua keputusan penting dan penempatan jabatan konon lewat restu Topan. Ya, walau kadang nggak lewat jalur resmi, orang-orang tutup mata—karena ya itu tadi, dia berada di lingkaran kekuasaan.


Ketika Bobby naik jadi Gubernur Sumut, Topan ikut naik kelas. Ia didapuk jadi Kadis PUPR Sumut dan selalu kelihatan di sebelah Bobby saat kunjungan kerja. Orang-orang bilang, “di mana Bobby, di situ Topan”. Bahkan gelar doktor pun sempat ia raih, dan terakhir menjabat Ketua Kwarda Pramuka Sumut. Hidupnya kelihatan mulus banget.


Tapi semua itu runtuh di Jumat Keramat, 27 Juni 2025. Topan Ginting resmi kena OTT KPK bersama lima orang lainnya. Ia langsung digiring ke Jakarta pakai rompi oranye. Kaget? Ya. Tapi nggak sedikit juga yang bilang, “Akhirnya!”


Sebelumnya, Topan sempat jadi perbincangan karena rumah mewah yang viral, walau sempat dibantah. Tapi publik memang sudah lama bertanya-tanya soal proyek-proyek besar di Medan dan Sumut—dari revitalisasi Lapangan Merdeka, pembangunan Islamic Center, sampai pengadaan mobil listrik dan lampu-lampu kota yang katanya sih “canggih”.


Sekarang publik menunggu, apakah ini awal dari bersih-bersih besar-besaran di Sumut?


Seorang politisi bahkan pernah menyebut Topan sebagai "bayi tabung". Entah apa maksudnya, tapi jelas komentar itu bikin heboh juga. Yang pasti, kejadian ini jadi pengingat bahwa kekuasaan tanpa kontrol bisa berbahaya.


Semoga ini bukan akhir, tapi justru awal untuk membuka lebih banyak tabir korupsi di Sumut. Waktunya rakyat buka mata! Rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Tim Penyidik Tetapkan Ketua Ombudsman HS sebagai Tersangka Kasus Tambang Nikel di Sultra
Tokoh Masyarakat Madina H. Sjahrir Nasution Desak Kejelasan Perda Tanah Ulayat
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Muscab PKB Serentak 2026, DPW Sumut Dorong Kader Lebih Dekat dengan Rakyat
Menjaga Gerbang Negara di Era Tanpa Batas dalam Visi Asta Cita
Minta Dibebaskan, Penahanan 90 Hari Tanpa Sidang, DPD RI Pertanyakan Kasus Guru di Deli Serdang
 
Komentar