Rabu, 14 Oktober 2026

Hendra J Kede Ungkap Trend Usia Ketum PWI: Dulu Maksimal Kepala 5 Kini Makin Senior

Garda.id - Kamis, 07 Agustus 2025 15:47 WIB
Hendra J Kede Ungkap Trend Usia Ketum PWI: Dulu Maksimal Kepala 5  Kini Makin Senior
Hendra J Kede Ungkap Trend Usia Ketum PWI: Dulu Maksimal Kepala 5 Kini Makin Senior

 

JAKARTA – Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Hendra J Kede, menyoroti tren usia para Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari masa ke masa. Ia mencatat, selama masa Orde Lama, Orde Baru, hingga dua dekade awal era Reformasi, para Ketua Umum PWI umumnya terpilih saat masih berusia muda—bahkan banyak yang masih di kepala dua dan tiga.


“Baru sejak 2018, kita menyaksikan Ketua Umum PWI terpilih saat berusia kepala enam. Ini tentu menarik dan layak jadi bahan refleksi menjelang Kongres Persatuan PWI akhir Agustus 2025,” ujar Hendra, Rabu (7/8).


Ia menyampaikan, daftar lengkap Ketua Umum PWI menunjukkan bahwa usia muda atau usia produktif pernah menjadi kekuatan organisasi. Misalnya, Usmar Ismail terpilih sebagai Ketum PWI saat berusia 26 tahun, T. Sjahril saat 32 tahun, Mahbub Djunaidi pada usia 32 tahun, hingga Harmoko yang menjabat saat berumur 34 tahun.


“Artinya, regenerasi dan keberanian memberi ruang bagi yang muda pernah menjadi ciri khas PWI. Itu warisan yang layak dikaji ulang oleh para pemilik suara dalam kongres mendatang,” kata Hendra.


Berikut sejumlah contoh usia Ketum PWI saat terpilih:


* Soemanang SH: 38 tahun (1946)

* Usmar Ismail: 26 tahun (1947)

* Djawoto: 44 tahun (1950)

* T. Sjahril: 32 tahun (1953)

* BM Diah: 53 tahun (1970)

* H. Rosihan Anwar: 48 tahun (1970)

* Harmoko: 34 tahun (1973)

* Atang Ruswita: 50 tahun (1983)

* Zoelhanrman: 50 tahun (1983)

* H. Sofyan Lubis: 52 tahun (1993)

* H. Margiono: 49 tahun (2008)

* Atal S Depari: 64 tahun (2018)

* Hendry Ch Bangun: 65 tahun (2023)


Menurut Hendra, informasi ini penting agar para pemilik suara bisa menjadikan sejarah sebagai bahan pertimbangan. “Penting bagi kita semua untuk merenungkan: apakah regenerasi masih menjadi bagian dari semangat organisasi kita?” ujarnya.


Ia menegaskan, data ini disusun dari berbagai sumber seperti Google, Wikipedia, dan buku sejarah pers Indonesia.


“Ini bukan soal usia semata, tapi soal energi, pembaruan, dan keberlanjutan,” tutup Hendra.rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Gus Sonny Sambangi PWNU Sumut, KH Marahalim Siap Dukung Gerakan Jaga Kamtibmas
Andar Amin Harahap Matangkan Agenda Golkar Sumut, Pelantikan hingga Rakerda Jadi Fokus
INDONESIA–MALAYSIA PERKUAT KERJA SAMA IMIGRASI, PENCEGAHAN TPPO JADI PERHATIAN
Tanpa Lawan, Hendri Yanto Sitorus Kembali Pimpin Golkar Labura
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional
Dr. H. Hery Subiansauri: Polda Sumsel Hadir Memberi Rasa Aman dan Keadilan
 
Komentar