Medan - Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali, SE, MM, menyampaikan dukungan penuh terhadap semangat kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, khususnya gagasan mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat melalui gerakan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.
Menurut KH. Akhmad Khambali yang juga Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara, gerakan Subuh Keliling dan Jum'at Keliling merupakan gagasan yang sangat positif apabila dikembangkan sebagai ruang silaturahmi antara kepolisian, ulama, tokoh agama dan masyarakat.
Ia menilai, pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sangat penting dalam membangun keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
"Keamanan tidak cukup hanya dijaga dengan pendekatan hukum. Keamanan juga harus dibangun melalui silaturahmi, keteladanan, komunikasi, kepedulian dan kebersamaan. Ketika polisi hadir di tengah masyarakat, hadir bersama ulama dan tokoh agama, maka akan tumbuh rasa saling percaya," tegasnya.
KH. Akhmad Khambali menyatakan bahwa Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara yang dipimpinnya siap berkolaborasi dengan Polda Sumatera Utara untuk mengembangkan gerakan tersebut di berbagai daerah.
Menurut Kyai Khambali yang juga Pembina Ponpes Tahfizhul Qur'an Roudhotul Ulum Paya Bakung Hamparan Perak Deliserdang Sumatera Utara memiliki kekuatan besar berupa jaringan masjid, pesantren, majelis taklim, ulama, dai, pemuda dan berbagai komunitas masyarakat yang dapat menjadi mitra strategis Polri.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang konsisten dan memiliki manfaat nyata.
Dari Masjid Membangun Persatuan
"Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang membangun persaudaraan, mencerdaskan umat, mencegah provokasi, menangkal radikalisme dan ekstremisme, serta memperkuat persatuan bangsa," ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan ulama juga dapat menjadi kekuatan penting dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, hoaks, fitnah, provokasi dan berbagai potensi konflik sosial.
Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat" yang diusung Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dengan penekanan pada kehadiran polisi yang dekat, humanis dan berorientasi kepada masyarakat.
"Polisi yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah mendengar. Ulama yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah membimbing. Dan ketika keduanya berjalan bersama, insyaallah akan lahir masyarakat yang aman, damai dan kondusif," tutur KH. Akhmad Khambali yang juga Ketua Forum Kyai Tahlil.
"Dari Masjid Kita Bersilaturahmi, Dari Subuh Kita Bersinergi, Dari Jum'at Kita Berbagi, Bersama Polri Kita Jaga Negeri."
Membangun Sumut yang Aman, Damai dan Kondusif
"Mari kita jadikan masjid sebagai titik temu Polri dan masyarakat. Kita kuatkan ukhuwah, kita jaga persatuan, kita cegah provokasi dan kita bangun Sumatera Utara yang aman, damai, religius dan kondusif."
Ia menegaskan, Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara siap mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai mitra masyarakat dan mitra strategis dalam membangun kehidupan sosial-keagamaan yang sejuk.
KH. Akhmad Khambali, SE, MM
Ketua Umum Gema Santri Nusa
Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara