Medan | Garda.id — Peta politik internal Partai Golkar Sumatera Utara berbalik arah secara drastis. Andar Amin Harahap kini hampir pasti melenggang sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi, setelah mengunci dukungan 30 DPD kabupaten/kota dari total 39 pemilik suara.
Ridho menegaskan, merujuk Juklak DPP Golkar Nomor 02/DPP/Golkar/IV/2025 Pasal 13 Ayat (1) Huruf (C) Poin (8), ambang batas pencalonan Ketua DPD Golkar Provinsi adalah minimal 30 persen suara. Di Sumatera Utara, suara tersebut berasal dari DPD kabupaten/kota, unsur DPP, Wantim DPD Provinsi, organisasi pendiri, serta organisasi sayap partai.
Tak hanya menguasai basis struktural, Andar Amin Harahap juga telah melaporkan langkah politiknya ke elite pusat. Ridho membenarkan bahwa Andar telah meminta izin langsung kepada Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk maju dalam Musda Golkar Sumut. Bahkan, niat tersebut juga telah disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Nama Andar pertama kali dilempar ke publik oleh kader senior Golkar Sumut, DR KRT H Hardi Mulyono Surbakti, MAP, pascarevitalisasi kepengurusan DPD Golkar Sumut. Respons DPD kabupaten/kota pun bergerak cepat dan solid, menandai adanya arus bawah yang tak terbendung.
Ridho secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam proses tersebut. "Deklarasi awal 23 DPD kabupaten/kota itu digelar di rumah saya. Tapi ini sikap politik pribadi saya, bukan keputusan organisasi," katanya.
Situasi ini sekaligus mematahkan skenario lama yang selama setahun terakhir beredar di publik, bahwa Hendriyanto Sitorus — Ketua DPD Golkar Labuhanbatu Utara sekaligus Bupati Labura dua periode — disiapkan sebagai penerus Ketua DPD Golkar Sumut. Bahkan, isu pencopotan Musa Rajekshah dan penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut disebut-sebut untuk memuluskan jalan tersebut.
Namun realitas politik berkata lain. Hingga mendekati Musda, Hendriyanto Sitorus gagal mengamankan dukungan signifikan dari pemilik suara.
Dengan konfigurasi dukungan yang ada, Musda Golkar Sumut diprediksi hanya akan menjadi forum pengesahan, bukan arena pertarungan.red