Para pembicara pada Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Tokopedia Hijau, (ki-ka) Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan, Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kemenkop UKM RI, Ali Katiri, Pemilik Usaha TISOO, Stephannie Thian, Pemilik Usaha KaIND, Melie Indarto, dan Pendiri The Local Enabler, Dr. Dwi Indra Purnomo./ist |
Jakarta | garda.id
Tokopedia, bagian dari Grup GoTo, meluncurkan gerakan‘Tokopedia Hijau’ sebagai upaya dalam menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan demi memberikan dampak positif bagi lingkungan dan seluruh mitra strategis secara jangka panjang.
“Saya mengapresiasi gerakan Tokopedia Hijau yang bertujuan mewujudkan ekosistem lokapasar
yang lebih efisien dan minim limbah. Hal ini senada dengan program prioritas Kemenkop UKM dalam
mendukung pengembangan UMKM ramah lingkungan. Berdasarkan hasil riset Kemenkop UKM
bersama United Nations Development Programme (UNDP) di 2021, dari 3.000 pelaku UMKM,
95%nya menunjukan minat terhadap praktik usaha ramah lingkungan,” kata Menteri Koperasi dan
UKM RI, Teten Masduki.
Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menjelaskan, “Ada sekitar 12 juta
penjual di Tokopedia yang hampir 100% UMKM. Tokopedia Hijau mengajak sebanyak-banyaknya
penjual menerapkan prinsip ramah lingkungan demi bersama membangun bisnis berkelanjutan dan
dapat berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan hidup, lewat berbagai program, seperti Program
Edukasi dan Inkubasi Seller Hijau.”
Program Edukasi dan Inkubasi Seller Hijau Tokopedia Bantu UMKM Bangun
Bisnis Ramah Lingkungan
Ada berbagai program di dalam Tokopedia Hijau, salah satunya Program Edukasi Seller Hijau.
Terdapat modul komprehensif untuk memandu penjual memulai dan membangun bisnis yang lebih
ramah lingkungan, serta webinar, yang bisa diakses oleh penjual secara gratis.
Ada juga Program Inkubasi Seller Hijau yang terdiri dari serangkaian proses, seperti kelas intensif
dan kampanye daring, untuk lebih memberdayakan penjual ramah lingkungan. Program, yang juga
melibatkan social enterprise The Local Enablers ini, menyasar penjual dengan produk dan kemasan
ramah lingkungan, serta usaha berkelanjutan yang berdampak pada sosial dan lingkungan.
Pendiri The Local Enabler, Dr. Dwi Indra Purnomo, menjelaskan, “Di Program Inkubasi Seller
Hijau Tokopedia, kami berperan sebagai fasilitator untuk berbagi wawasan serta praktik terbaik dalam
menerapkan prinsip ramah lingkungan bagi para pelaku UMKM.” Tokopedia di sisi lain menyediakan
dana pembinaan Rp100 juta untuk tiga penjual ramah lingkungan terbaik dalam program ini.
Tokopedia Hijau Dorong Masyarakat Pakai Produk Ramah Lingkungan
Potensi bisnis ramah lingkungan masih sangat besar. Data Tokopedia selama setahun ke belakang
mencatat, Jabodetabek, Bandung dan Surabaya sebagai wilayah dengan jumlah pencarian produk
ramah lingkungan paling banyak. Ada pula peningkatan penjualan produk daur ulang sebesar hampir
1,5 kali lipat di Tokopedia. Penjualan produk tas lipat pakai ulang juga melonjak hampir 2,5 kali lipat.
TISOO merupakan contoh usaha produk ramah lingkungan, yaitu tisu dari bambu dengan kemasan
bebas plastik, yang bergabung dalam Tokopedia Hijau. “TISOO hadir sejak awal 2021 untuk
membantu mengatasi deforestasi hutan alam. Kami menanam bibit pohon mangrove untuk setiap
pembelian produk TISOO. Lewat Tokopedia, omzet kami bisa mencapai puluhan juta,” kata Pemilik
TISOO, Stephannie Thian.
Ada juga , “KaIND menggandeng lebih dari 200 petani di Pasuruan untuk membuat produk
fesyen–seperti scarf dan pouch–ramah lingkungan dengan memanfaatkan budidaya ulat sutra eri.
Proses produksi dilakukan secara etis (tanpa membunuh pupa ulat sutera), menggunakan pewarna
alami dan menerapkan prinsip zero waste,” ujar Melie.
Tokopedia Hijau di sisi lain mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan sebagai
dukungan untuk ‘Misi Nol Sampah GoTo 2030’. Masyarakat yang belanja lewat Tokopedia Hijau bisa